Arah Redaksi: Belajarlah dari B.J. Habibie

Teks foto: Presiden ketiga RI mendiang B.J. Habibie semasa hidup.

Teks foto: Presiden ketiga RI mendiang B.J. Habibie semasa hidup.(Instagram: @b.jhabibie)

TR

By Tim Redaksi

Publish: 24 Agustus 2026 - 10:05 WIB
Share:

Oleh Pemimpin Redaksi Arasvara Sutiyono

RIBUAN mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dan  perguruan tinggi lainnya di Jabodetabek berunjukrasa di Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Unjuk rasa yang bertema "Merebut Kemerdekaan" ini, mahasiswa mengusung delapan tuntutan diantaranya pemerintah menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Ribuan mahasiswa berulangkali meneriakan,  "Hentikan MBG, Hentikan Kopdes Merah Putih".

Delapan tuntutan mahasiswa yakni 1. Menghentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri, 2.  Menghentikan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). 3. Mewujudkan repormasi agraria sejati. 4. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak.

Baca Juga:

Kapan Harga Emas Turun Drastis? Ini Jawaban Analis Global 2026

Selain itu mahasiswa menuntut, nomor 5. Mengevaluasi total proyek strategis nasional (PSN) serta menghentikan program MBG dan Kopdes Merah Putih. 6. Menghentikan pemusatan kekuasaan dan pemangkasan transfer ke daerah serta mengembalikan otonomi daerah. 7. Menetapkan status bencana nasional untuk daerah Sumatra dan Flores serta mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana. 8. Menghentikan represivitas dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil serta membubarkan YON TP.  

"Hentikan MBG, Hentikan Kopdes Merah Putih", teriak mahasiswa penuh semangat.

Dua program Presiden Prabowo Subianto yakni MBG dan Kopdes Merah Putih belakangan ini memang paling disorot sebagian besar publik termasuk mahasiswa.

Publik yang kontra dengan MBG  beralasan bahwa program ini bermasalah dengan tata kelola, banyak siswa yang keracunan dan pemborosan anggaran atau membebani APBN.

Sementara itu, publik yang kontra dengan Kopdes Merah Putih beralasan bahwa progran ini menggerus dana desa sehingga pemerintah pedesaan kelabakan, dijalankan tanpa kebutuhan nyata desa, mematikan warung-warung kecil dan dibangun bukan di tempat yang stategis. Kopdes Merah Putih banyak ditemukan di tengah sawah, puncak gunung, bahkan sekitar areal kuburan.

Baca Juga:

Sinopsis Sinetron Terikat Janji Episode 140: Sena dan Davina Fitting Baju?

Protes publik termasuk suara lantang dari mahasiswa patut dipertimbangkan pemerintah.  Mereka berteriak memang kenyataan di lapangan begitu adanya. 

Page 1 of 3

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Memuat...

Berita Terupdate

Memuat berita terbaru…