Oleh Pemimpin Redaksi Arasvara Sutiyono
PRESIDEN Prabowo Subianto sudah sekuat tenaga berupaya mensejahterakan rakyat. Selama hampir dua tahun memerintah, berbagai program sudah digulirkan.
Ada program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa ( Kopdes) Merah Putih, Sekolah Rakyat dan kebijakan lainnya.
Meluncurkan berbagai program maupun kebijakan yang klaimnya pro rakyat tentu harapannya bisa memuaskan publik. Nyatanya?
Baca Juga:
Keceriaan Anak di Pantai Buatan Babelan Bekasi, Destinasi Unik Kawasan Panjibuwono
Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) periode 5-19 Juli 2026 mencatat adanya penurunan tajam tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo sebesar 30, 1 persen
Pada November 2025 tingkat kepuasan publik terhadap Pesiden Prabowo masih bertengger di angka 81, 2 persen, sekarang tepatnya Juli 2026 melorot cuma 51, 1 persen.
Penurunan kepuasan publik ini didorong antara lain oleh persepsi negatif masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional. Mereka yang tidak puas mencapai 49, 9 persen.
Baca Juga:
Sinopsis Sinetron Wajah Cinta Yang Lain Episode 27: Davin Berhasil Menyelamatkan Ariana
Selain itu, sektor politik dan penegakan hukum secara menyeluruh juga ikut mempengaruhi kenapa kepuasan publik terjun bebas.
Memburuknya persepsi publik terhadap indikator makro dan penegakan hukum seringkali menjadi sinyal awal atas pergeseran kepercayaan di tingkat domestik.
Penelitian SMRC bagi pemegang kekuasaan bisa jadi mengagetkan. Namun tidak ada salahnya bila survei ini dijadikan sarana untuk mengevaluasi roda pemerintahan.
Apakah program-program yang digulirkan sudah tepat. Apakah kebijakan baik pada bidang politik, ekonomi, hukum dan lainnya yang diambil pemerintah sudah pas.
Baca Juga:
Ramalan Zodiak Taurus Hari Senin 3 Agustus 2026: Keluarlah Dari Zona Nyaman untuk Berkembang
