JATIM, ARASVARA.ID - Ratusan santri diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Wakil Gubernur Jawa Timur yang juga Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menerangkan, para korban diduga keracunan MBG yang diproduksi oleh SPPG Kalitengah, Sidoarjo.
“Per pagi ini tercata ada 512 pasien yang terlapor di larikan ke RS. Pasien tidak hanya dari Ponpes Mambaul Hakim,” ucap pria yang disapa Emil Dardak.
Pihaknya gerak cepat melakukan penanganan terhadap ratusan santri tersebut. Ia juga meminta seluruh korban mendapatkan penanganan dan dilakukan pendataan gejala hingga dampak yang dirasakan masing-masing santri.
Wagub Jatim ini menambahkan ada 19 lembaga yang sama-sama menerima dari SPPG dari Kalitengah, setelah didata update hingga pagi ini, total korban diduga keracunan MBG mencapai 512 orang.
Dengan rinci, 80 orang dirawat inap, 312 orang sudah keluar RS, dan sebanyak 120 orang sedang diobservasi.
Ratusan santri mengalami keracunan diketahui dilarikan ke Rumah Sakit di Sidoarjo. Sebanyak 344 pasien di RS Notopuro, dengan 3 pasien rawat inap, 239 pasien sudah keluar RS, dan sebanyak 92 pasien Observasi.
Kemudian di RS Delta Surya total ada 20 pasien. Dengan pasien rawat inap sebanyak 15 orang. 1 orang keluar RS dan 4 orang sedang Observasi. Kemudian ada juga yang dilarikan ke RS Siti Hajar sebanyak 77 pasien dengan rincian dirawat inap sebanyak 38 pasien, sudah keluar RS 39 orang.
RS Pusura terdapat 18 pasien. Dengan jumlah rawat inap sebanyak 9 pasien, 4 orang sudah keluar RS dan sebanyak 5 orang sedang diobsevasi.
RS Aisyiyah Siti Fatimah tercatat 47 pasien dengan rincian 4 pasien rawat inap, 28 pasien sudah kelar dari rumah sakit dan 15 pasien masih menjalani observasi. Sedangkan di RS Pusdik Bhayangkara terdapat 8 pasien seluruh masih menjalani rawat inap.
RS Arafah Anwar Medika 2 pasien jalani rawat inap, di RS Anwar Media terdapat 6 pasien, 1 pasien jalani rawat inap, 1 keluar rumah sakit dan 4 pasien masih dalam observasi.
