Oleh Pemimpin Redaksi Arasvara Sutiyono
ARASVARA.ID - PEMERINTAHAN Prabowo Subianto sepertinya harus membongkar pasang menteri lagi, meski sudah tujuh kali mereshuffle kabinet.
Perjalanan tujuh kali membongkar pasang anggota Kabinet Merah Putih era Presiden Prabowo diawali pada 19 Februari 2025, 8 September 2025, 17 September 2025, 8 Oktober 2025, 27 April 2026, 14 September 2026, dan 1 Oktober 2026.
Prabowo dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia (RI) pada 20 Oktober 2024 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen (DPR/MPR RI).
Perlunya Presiden Prabowo merombak pembantu pemerintahannya, karena kinerjanya dinilai jeblok. Di antara mereka sering blunder, sehingga bikin gaduh.
Hasil penelitian dari lembaga riset terkemuka dan independen, ditemukan sederet menteri Kabinet Merah Putih yang kinerjanya jelek.
Laporan Center of Economic and Law Studies (Celios) setidaknya ada tiga menteri yang kinerjanya paling buruk alias terburuk. Mereka adalah Kementerian HAM, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, dan Menteri Kehutanan.
Kenapa sederet menteri itu dinilai Celios kinerjanya terburuk? Indikatornya antara lain pernyataan publiknya kontroversial. Menteri-menteri itu dalam melakukan komunikasi publik sering menimbulkan polemik dan gaduh.
Indikator kedua versi Celios terkait efektivitas kebijakan sektor yakni eksekusi program kerja yang dinilai belum memberikan dampak positif nyata bagi perekonomian rakyat.
Versi Celios, indikator ketiga kenapa menteri itu dinilai terburuk kinerjanya yakni menyangkut tingkat transparansi penyelenggaraan tugas. Artinya kejelasan akuntabilitas serta keterbukaan informasi dalam proses pengambilan keputusan strategis masih jelek.
Celios tidak hanya merilis menteri-menteri yang kinerja jelek. Peneliti independen ini juga membeberkan menteri yang kinerjanya baik dan terbaik.
