Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli di PN Jaktim, Reaksi Terdakwa Roy Suryo Tertawa

Teks foto: Presiden RI Ketujuh Joko Widodo menunjukkan ijazah asli dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam kesaksian di PN Jakarta Timur

Teks foto: Presiden RI Ketujuh Joko Widodo menunjukkan ijazah asli dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam kesaksian di PN Jakarta Timur(Istimewa)

TR

By Tim Redaksi

Publish: 5 November 2026 - 13:27 WIB
Share:

JAKARTA, ARASVARA.ID – Presiden ketujuh Republik Indonesia (RI) Joko Widodo menjadi saksi dalam kasus dugaan fitnah ijazah palsu terhadap Roy Suryo dan Dokter Tifa di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Kamis (5/11/2026).

Pria disapa akrab Jokowi ini menunjukkan ijazah Starata Satu (S-1) Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) di hadapan Hakim, Jaksa Penuntut Umum dan Terdakwa Roy Suryo.

Reaksi Roy Suryo pun sontak tertawa melihat Jokowi menunjukkan ijazahnya di persidangan PN Jakarta Timur.

Gelar sarjana milik Jokowi mengatakan foto itu bukan Dumatno Budi Utomo. Awalnya, Jokowi mengaku telah menjalani ujian skripsi di UGM pada 23 Oktober 1985.

Baca Juga:

Polda Metro Jaya Jelaskan Ditangkapnya Roy Suryo dan Dokter Tifa Kasus Ijazah UGM Jokowi

"Yang Mulia, jadi ujian skripsi itu pada tanggal 23 Oktober (1985), Yang Mulia" ujar Jokowi kepada hakim.

Jokowi mengaku telah mengikuti wisuda di UGM pada 19 November 1985. Dia mengatakan dari Fakultas Kehutanan saat itu ada 14 orang yang mengikuti wisuda.

"Ujian skripsi tanggal 23 Oktober tahun 1985. Apakah Saudara saksi mengikuti wisuda kelulusan pada Universitas Gadjah Mada?" tanya jaksa.

Baca Juga:

Roy Suryo dan Dokter Tifa Tidak Ditahan Jaksa, Akan Diadili di PN Jakarta Timur

"Wisuda kami ikuti bersama-sama dengan seluruh fakultas di UGM pada tanggal 19 November 1985 di Gedung Purna Budaya Bulaksumur, Yogyakarta. Kami seingat saya, satu Fakultas Kehutanan itu ada yang ikut wisuda itu ada 14 orang, Yang Mulia. Mungkin bisa saya sebutkan tidak semuanya, ya. Yang pertama Hari Mulyono, yang kedua Prono Jiwo, yang ketiga Johan Utama, yang keempat Sri Murtiningsih, yang kelima Sri Istiningsih, yang keenam Sri Hardono, yang ketujuh Saminuddin Baroritao, yang kedelapan Totok Suripto, yang kesembilan Widi Nugroho, yang ke-10 Sigit Sarjuningtias, kemudian yang ke-11 Wayan Darma, kemudian yang ke-12, ada 14, Yang Mulia. Yang ke-12 saya, yang ke-13, 14 saya lupa," papar Jokowi.

Ijazah S-1 Jokowi Diterbitkan UGM Tahun 1985

Jokowi mengatakan ijazah S-1 miliknya diterbitkan UGM pada 6 November 1985. Dia mengatakan ijazah itu ditandatangani Rektor UGM saat itu.

"Saudara saksi, ijazah yang tadi sama-sama sudah kita saksikan di depan, itu diserahkan oleh pihak UGM kepada saksi kapan?" tanya jaksa.

"Ijazah diterbitkan tanggal 5 November 1985 dengan nomor register 1120 ditandatangani oleh Rektor UGM saat itu yaitu Profesor Dr dr Te Jacob dan oleh Dekan Fakultas Kehutanan saat itu adalah Bapak Profesor Doktor Soenardi Prawirohatmodjo," jawab Jokowi.

Baca Juga:

Tok! MK Tidak Dapat Terima Gugatan Ijazah Pendidikan Wapres Gibran Rakabuming Raka

Page 1 of 2

Editor

NW

Novriadji Wibowo

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Memuat...

Berita Terupdate

Memuat berita terbaru…