JAKARTA, ARASVARA.ID – Ribuan personil TNI ke Ibu Kota untuk mempertebal pengamanan saat-saat ini Gubenur DKI Jakarta Pramono Anung membantah adanya status siaga satu.
“Tapi sampai hari ini enggak ada, wong kita juga rapat baik-baik saja. Jadi saya tidak-tidak mendengar itu,” ucap Pramono Anung kepada awak media usai rapat antisipasi banjir bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Balai Kota, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Pramono mengaku tidak menerima informasi mengenai penetapan status Siaga 1 di Jakarta. Menurut dia, jika status tersebut diberlakukan, dirinya sebagai gubernur pasti akan mendapat koordinasi dari pihak terkait.
Baca Juga:
Arah Redaksi: Pilpres Tiga Tahun Lagi, Masih Ada Waktu Tebar Pesona
"Saya tidak, karena apa pun sebagai gubernur, kalau ada siaga satu pasti saya dikoordinasikan," katanya kepada awak media.
Sebelumnya, Pramono menyatakan dukungan terhadap pengerahan personel TNI untuk mempertebal pengamanan di Jakarta. Menurut dia, urusan keamanan dan pertahanan merupakan kewenangan pemerintah pusat. Karena itu, Pemprov DKI tidak ingin mencampuri kebijakan yang diambil aparat terkait.
Pramono menilai Jakarta memiliki posisi strategis sebagai ibu kota negara, kota global, sekaligus pusat perekonomian nasional. Karena itu, ia mengapresiasi langkah penebalan pengamanan tersebut.
Baca Juga:
Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta Bahas TransJakarta: Rute Laut Akan Diprioritaskan, Tapi Jangan Lupakan Darat!
"Tetapi secara prinsip sebagai gubernur saya tidak ingin masuk pada wilayah hal yang berkaitan dengan apa yang berkembang terakhir-terakhir ini. Tetapi intinya, apa pun Jakarta ini adalah ibu kota negara, kota global, pusat perekonomian nasional, sehingga kalau kemudian ada penebalan keamanan, saya sebagai Gubernur Jakarta menyampaikan rasa terima kasih," terang Pramono Anung.
