JAKARTA, ARASVARA.ID – Program Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengenai rencana transportasi udara di Jakarta melalui Transjakarta merupakan bagian pengembangan transportasi.
Rencana tersebut merupakan bagian dari pengembangan transportasi Jakarta untuk jangka menenga dan Panjang.
“Untuk Transjakarta kenapa kemudian ada penanganan untuk udara, ini Adalah antisipasi untuk jangka menengah Panjang,” ucap Pramono Anung kepada wartawan di Velodrome, Pulogadung, Jakarta Timur, Minggu (4/10/2026).
Baca Juga:
Gubernur Pramono Anung Kaji Ulang Penerapan Gage Jalan Gadjah Mada-Hayam Wuruk-Kota Tua
Jakarta Kawasan Megapolitan
Pramono menjelaskan, transportasi udara perlu disiapkan karena Jakarta merupakan bagian dari kawasan megapolitan. Ia menyebut jumlah penduduk Jakarta sekitar 11 juta jiwa.
Sementara itu, jumlah penduduk di kawasan metropolitan Jakarta mencapai sekitar 42 juta jiwa. Untuk itu, transportasi udara sudah seharusnya dipikirkan sejak jauh-jauh waktu.
“Karena enggak mungkin Jakarta itu sebagai kota megapolitan. Jakarta sendiri penduduknya 11 juta dengan megapolitan menjadi 42 juta tanpa kemudian memiliki transportasi udara,” kata dia.
Baca Juga:
Gubernur Pramono Anung Bakal Pecat Oknum Petugas Damkar Jakarta Timur Diduga Tipu Warga Rp70 Juta
Belum Bisa Jelaskan
Pramono belum menjelaskan bentuk transportasi udara yang nantinya akan dikelola Transjakarta. Ia mengatakan, fasilitas yang akan digunakan masih disiapkan oleh Pemprov DKI. Rinciannya akan diumumkan setelah persiapannya selesai.
"Nanti pada saatnya kami akan umumkan mengenai fasilitas apa saja yang akan digunakan," ujarnya.
Untuk tahap awal, Pemprov DKI saat ini fokus menyelesaikan penambahan modal di dalam perusahaan. Adapun Pemprov DKI memberikan tambahan modal untuk Transjakarta dari sebelumnya Rp5,225 triliun menjadi Rp13,4 triliun.
Baca Juga:
Tajuk Rencana: Nasib Pasar Tradisional Redup, Merana atau Bersinar Lagi
Sementara itu, modal disetor ditetapkan sebesar Rp3,351 triliun. Penambahan modal dilakukan karena Transjakarta tidak hanya ditugaskan untuk mengelola transportasi darat.
Di tahun 2027, Transjakarta direncanakan akan mengelola transportasi laut menuju Kepulauan Seribu. Pramono mengatakan, penambahan modal tersebut perlu diselesaikan terlebih dahulu sebelum rencana pengembangan layanan Transjakarta berjalan.
"Tetapi yang sekarang dalam tahap awal yang kita lakukan adalah menyelesaikan penambahan modal di dalam perusahaan. Supaya itu segera terselesaikan," kata Pramono.
