Gubernur Pramono Sebut Wacana Konektivitas Jalur Bawah Tanah Senayan City-Plaza Senayan Jadi Ruang UMKM

Teks foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo.

Teks foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo.(Dok. Pemprov Jakarta)

TR

By Tim Redaksi

Publish: 7 Juli 2026 - 16:08 WIB
Share:

JAKARTA, ARASVARA.ID - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mewacanakan jalur bawah tanah gabungkan mall Senayan City-Plaza Senayan dijadikan ruang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) guna memperkuat konektivitas pejalan kaki dan kemacetan di kawasan Senayan.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo di Jakarta Selatan, Selasa (7/6/2026).

“Ruang di Bawahnya bisa dimanfaatkan,” tutur Pramono Anung. Politisi asal PDIP ini harus dikelola dengan baik salah satunya mengurai kemacetan yang terjadi di kawasan Senayan dan sekitarnya.

Baca Juga:

Prediksi Piala Dunia 2026: Argentina vs Mesir, Akankah Albiceleste Melangkah Lebih Jauh?

Gubernur berharap hal ini mempermudah akses pejalan kaki sekaligus mengurangi kemacetan di kawasan Senayan.

“Kalau di Senayan, Plaza Senayan dengan Senayan City ini kan kalau tidak dihubungkan di bawah itu tidak sangat mengganggu transportasi dan sering kali menyebabkan kemacetan,” ucap Pramono.

Orang nomor satu di Jakarta ini sudah meminta anak buahnya Asisten Pembangunan DKI Jakarta untuk menindaklanjuti jalur bawah tanah kedua mall tersebut.

Baca Juga:

Ramalan Zodiak Gemini Rabu 8 Juli 2026: Perhatikan Soal Cinta Sekarang!

Pramono menggambarkan kawasan HI sudah hubungkan ke beberapa hotel. “Mudah-mudahan segera ditindaklanjuti karena yang lebih sulit saja bisa diatasi di Bundaran HI, Menghubungkan Grand Hyatt, Pullman, Mandarin, Kempinski dan nanti di bawah kemudian ada UMKM yang langsung terhubung masuk ke MRT,” terang gubernur.

Konektivitas kedua mal Senayan City-Plaza Senayan memberikan keuntungan bagi kedua mal, pengunjung bisa berpindah lokasi tanpa harus menyebran jalan sehingga arus lalu lintas di sekitar tidak tersendat dan tertata.

Dirinya pun memberikan langkah tegas jika kedua pengelola mal tidak sepakati kebijakannya dengan menaikkan pajak. “Saya bilang kalau tidak mau disambungkan, ya sudah, pajaknya kita naikkan karena menganggu lalu lintas. Itulah cara kerja kita. Jadi kita tidak usah repot, pajaknya dinaikkan saja,” tambahnya. (Dji)

Editor

NW

Novriadji Wibowo

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Memuat...

Berita Terupdate

Memuat berita terbaru…