Oleh: Pemimpin Redaksi Arasvara/ Sutiyono
ARASVARA.ID - Ratusan kios yang ada di bawah kendali PD Pasar Jaya Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov DKI Jakarta kini kosong atau tutup
Tak heran bila kebetulan berkunjung ke pasar tradisional tertentu, meski pada jam yang seharusnya banyak pengunjung terasa seperti masuk areal kuburan. Sepi, sungguh sepi.
Deretan kios tampak tertutup rapat. Tak ada orang yang berlalu-lalang layaknya sebuah pasar ramai dan berisik dengan suara pedagang dan pembeli yang lagi tawar-menawar harga.
Banyaknya kios yang tutup dan terkunci itu, antara lain terekam di Pasar Tradisional Pondok Labu, Jakarta Selatan. Aura pasar ini terasa redup.
Jarum arloji yang melingkar di tangan menunjukan pukul 12.30. Siang itu, pada 3 September 2026, berkesempatan melongok ke pasar tradisional yang lumayan melegenda pada zamannya.
Mata memergoki puluhan kios yang ada di area dalam dan lantai atas tampak kosong alias tidak beroperasi. Padahal, lazimnya pasar-pasar kebanyakan, jam-jam sibuk seperti itu biasanya ramai pengunjung.
Pasar Tradisional Pondok Labu, Jakarta Selatan, adalah salah satu pasar yang populer di mata publik terutama masyarakat sekitar.
Pasar tradisional milik BUMD Pemprov DKI Jakarta ini terdiri dari dua lokasi atau tempat yakni bagian luar dan bagian dalam.
Sepinya pengunjung ke pasar tradisional ini, membuat para pedagang satu per satu pada tumbang alias memilih menutup kiosnya. Tak jarang di antara mereka memilih berjualan pindah ke tempat lain menjadi pedagang kaki lima.
Banyak pedagang meninggalkan kios lantaran tak mampu menanggung biaya operasional. Berat, apalagi sekarang daya beli masyarakat sedang sangat lemah, sehingga pengunjungpun sepi.
