Tajuk Rencana: Menunggu Jakarta Nihil Banjir

Teks foto: Alat berat mengeruk Kali Krukut, Jakarta.

Teks foto: Alat berat mengeruk Kali Krukut, Jakarta.(Dok. Arasvara)

TR

By Tim Redaksi

Publish: 20 Juli 2026 - 10:12 WIB
Share:

Oleh Pemimpin Redaksi Arasvara Sutiyono

BAGAI sudah menjadi langganan, setiap musim hujan sebagian wilayah Jakarta terendam banjir.  Kapan kota megapolitan itu bisa nihil dari air bah,  ini pertanyaan  yang harus dijawab Pemprov DKI Jakarta.

Banjir melanda Jakarta sejak ratusan tahun lalu. Era  VOC tepatnya tahun 1621, wilayah Batavia, setiap hujan deras terendam air bah.

"Tamu tak diundang" bernama banjir itu, kerap  merendam Jakarta lantaran kondisi tofografinya yang landai dan berada di bawah permukaan air laut. Kondisi ini diperparah dengan adanya penurunan permukaan tanah, alih fungsi lahan di kawasan penyangga.

Baca Juga:

Ramalan 12 Shio Selasa 21 Juli 2026: Asmara dan Keuangan Bisa Kamu Tingkatkan Secara Bersamaan!

Dari masa ke masa banjir memang menjadi persoalan klasik di Jakarta. Malah pada tahun 1996, 2002, 2007, 2013, dan 2020, banjir ekstrem pernah melumpuhkan kota tersibuk di Indonesia ini.

Sesuai  dengan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, minus Jakarta Pusat  ada 41 lokasi rawan banjir. Dari lokasi-lokasi itu yang  paling parah di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

Di Jakarta Selatan,  kelurahan yang rawan banjir yakni  Cipete Utara, Petogogan, Cipulir, Ulujami, Pondok Labu dan Pejaten Timur. Di Jakarta Timur   yakni  Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, Cililitan dan Cipinang Melayu.

Di Jakarta Barat yakni Rawa Buaya, Tegal Alur, Duri Kosambi dan Kedoya Selatan. Di Jakarta Utara yakni Pluit dan  Pademangan Barat.

Baca Juga:

Makna Lirik lagu "Langit Abu-Abu" Karya Tulus

Bukan itu saja, setiap rob pemukiman warga di Rorotan, Pluit, Kamal Muara, Penjaringan dan Ancol juga terendam banjir.

Banjir sampai sekarang masih menghantui kehidupan warga. Awal tahun 2026 misalnya, air bah masih merendam pemukiman warga, salah satunya di Duri Kosambi. Tak tanggung-tanggung ketinggian air  mencapai 1, 2 meter.

Lebih parah lagi meski tidak  musim hujan tepatnya Mei, pemukiman warga juga pada kelelep diantaranya di Petogogan.  Rumah-rumah warga  terendam banjir hingga 1 meter lebih.

Page 1 of 3

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Memuat...

Berita Terupdate

Memuat berita terbaru…