Oleh Pemimpin Redaksi Arasvara Sutiyono
SELANGKAH lagi tepatnya 22 Juni 2027, Jakarta genap berusia 500 tahun. Usia yang sudah lima abad itu, tentu perjalanan kota ini sarat dengan lika-liku.
500 Tahun yang lalu adalah sejarah Jakarta bermula dari pelabuhan kecil bernama Sunda Kelapa. Kota ini sempat beberapa kali berganti nama.
Pada tahun 1527 pernah berganti nama menjadi Jayakarta. Di masa kolonial Belanda bernama Batavia. Sampai pada era pendudukan Jepang, nama kota ini diubah lagi menjadi Jakarta Tokubetsushi.
Baca Juga:
Rekomendasi Lip Balm Murah Hanya Rp20.000, Bibir Tampak Lebih Cerah!
Akhirnya diresmikan menjadi ibukota Indonesia. Status administrasinya ditingkatkan menjadi Daerah Khusus Ibukota (DKI) tepatnya pada 1956. .
Hari berganti bulan dan bulan berganti tahun, Jakarta banyak perubahan. Mulai dari wajah, tata ruang, jumlah penduduk maupun problematikanya, Jakarta terus berdenyut.
Memasuki 500 tahun, Jakarta yang memiliki luas 662, 33 kilometer itu sudah banyak perubahan. Gedung-gedung pencakar langit bermunculan, jalanan dibangun di mana-mana. Layaknya kota maju, aneka jenis kendaraan juga berseliweran di jalanan.
Baca Juga:
Makna Lirik lagu "Drop Dead" Olivia Rodrigo: Wanita Memendam Perasaan Secara Mendalam!
Bukan itu saja, tata ruang berubah mengikuti perkembangan kota. Penduduk dari masa ke masa bertambah dan kini sesuai dengan data Pemprov DKI Jakarta, penduduk Jakarta lebih kurang mencapai 10, 72 juta jiwa.
Seiring majunya kota ini, problematika terus melilit Jakarta. Tentu para stakeholder juga tidak berpangku tangan saja, demi mengurai berbagai persoalan.
Perkembangan zaman, Jakarta terus bergerak maju. Melalui UU Nomor 2 / 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta (DKJ), Jakarta secara resmi ditetapkan sebagai Kota Global.
Baca Juga:
Fitur Baru Instagram Multiple Captions, Tulis Takarir Berbeda Tiap Slide
Jakarta ditetapkan menjadi Kota Global karena posisinya sebagai kota jangkar utama perekonomian Indonesia dan pusat jaringan ekonomi transnasional yang menarik modal dan barang, serta memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) berstandar internasional.
Berdasarkan Global Cities Index, Jakarta menempati peringkat ke 71 dari 156 kota di dunia. Sementara itu, bersandar pemeringkatan World's Best Cities tahun 2026, Jakarta melesat maju menempati peringkat ke 53 kota di dunia.
Sejengkal lagi usia Jakarta tepat 500 tahun, Gubernur Pramono Anung Wibowo mengerahkan segala daya dan upaya menargetkan kota ini masuk 20 besar Kota Global di dunia.
Baca Juga:
Ramalan Zodiak Leo 13 Juli 2026: Pertahankan Jiwa Kepemimpinan yang Kuat
Tak tanggung-tanggung tekad itu dibukukan oleh Pemprov DKI Jakarta, dengan menerbitkan buku berjudul "Jakarta Rise# : Path Towards Top 20 Global City".
Buku ini menekankan inisiatif strategis Pemprov DKI Jakarta yang bertujuan untuk mendorong Jakarta agar masuk dalam jajaran 20 Kota Global pada tahun 2045.
Pertanyaanya bisakah cita-cita itu terwujud? Jawabannya, tentu perlu dukungan semua pihak. Bukan saja para stakeholder, tetapi peran aktif dari Aparatur Sipil Negara (ASN) terutama dalam hal pelayanan yang prima terhadap masyarakat, kiprah positif kalangan swasta maupun peran positif warga juga dibutuhkan.
Baca Juga:
Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 2026 Akan Cair ke Rekening Himbara dan PT Pos Indonesia, Cek Status NIK KTP Kamu Sekarang!
Semua pihak harus bergotong royong memajukan dan menjaga Jakarta agar tekad gubernur menjadikan kota ini masuk 20 besar Kota Global bisa teraih. Bahkan warga adalah agen utama dan ujung tombak dalam mengkampanyekan kota serta berperilaku jempolan seperti disyaratkan Kota Global yang representatif atau ideal.
Mewujudkan Kota Global yang ideal tidak segampang membalikan telapak tangan. Jakarta harus menempuh via strategis penguatan ekonomi, finansial yang oke, integrasi transportasi publik, pembenahan dan peningkatan tata ruang, memperbanyak ruang terbuka hijau, digitalisasi tata kelola kota.
Tak bisa dipungkiri sejauh ini sederet persoalan belum sepenuhnya sirna alias masih membekap kota tersibuk di Indonesia bernama Jakarta. .
Potret problematika itu seperti persoalan sampah, banjir, kriminalitas, kemacetan, pemukiman kumuh, disiplin warga masih kurang dan sikap patuh terhadap peraturan yang perlu ditingkatkan.
Baca Juga:
Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 2026 Akan Cair ke Rekening Himbara dan PT Pos Indonesia, Cek Status NIK KTP Kamu Sekarang!
Sederet persoalan itu wajib diatasi. Caranya semua pihak harus memiliki kesadaran bersama untuk mengatasi problematika itu. . Semua pihak tidak cuma menuntut hak, tetapi juga menjalankan kewajiban yang melekat sebagai tanggung jawab pribadi, komunitas maupun tanggung jawab lainnya tentu tanpa merugikan siapapun. Bukan saling menyerahkan tanggung jawab atau menyalahkan pihak lain.
Dengan bahu membahu dari semua unsur termasuk peran serta aktif warga, karena bagaimanapun mereka adalah ujung tombak bermasyarakat, tidak ada yang mustahil bahwa Jakarta bisa menggapai 20 besar Kota Global.
Yuk jaga Jakarta agar kota ini tidak menyerupai Kota Gombal (karut marut-red) melainkan harus menjadi Kota Global yang menempati rangking 20 besar kota dunia. ***
