JAKARTA, ARASVARA.ID - Dalam rangka memperingati Hari Ozon Sedunia pada tanggal 16 September, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan pemadaman lampu selama 60 menit pada hari Sabtu (19/9/2026).
Wilayah yang terdampak dalam aksi pemadaman listrik ini meliputi sejumlah wilayah protokol dan arteri serta berbagai ikon kota Jakarta.
Selain sebagai peringatan Hari Ozon Sedunia, kegiatan ini juga diharapkan bisa membangun kebiasaan sederhana dalam menjaga lingkungan.
Baca Juga:
Ayam Goreng Bawang Putih Sumur Batu Kemayoran, Destinasi Kuliner Selalu Diserbu Pembeli
Sejumlah Ikon Kota yang Terdampak Pemadaman Listrik di DKI Jakarta
Terdapat sejumlah wilayah protokol dan arteri serta ikon kota Jakarta yang terdampak dalam rencana pemadaman lampu tersebut. Diantaranya yaitu:
Monumen Nasional (Monas): Jl. Lapangan Medan Merdeka, Gambir, Jakarta Pusat.
Patung Selamat Datang: Bundaran HI, Jl. M.H. Thamrin, Jakarta Pusat.
Patung Kuda: Jl. M.H. Thamrin–Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.
Patung Jenderal Sudirman: Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan.
Patung Pahlawan (Tugu Tani): Jl. Menteng Raya, Jakarta Pusat.
Balai Kota DKI Jakarta: Jl. Medan Merdeka Selatan No. 8–9, Jakarta Pusat.
Baca Juga:
Jadwal Persija Jakarta vs Java United BRI Super League 2026/2027
Pemaparan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Terkait Pemadaman Listrik
Berdasarkan pemaparan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Dudi Gardesi, menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Pasalnya, menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab setiap orang. Dengan begitu, aksi pemadaman lampu ini mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam menjaga lingkungan.
Menjaga lingkungan bisa dimulai dari kebiasaan kecil seperti menggunakan listrik dengan bijak dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan tersbut dapat memberikan dampak besar jika dilakukan secara konsisten.
"Melalui aksi satu jam ini, kami mengajak masyarakat membawa semangat hemat energi ke dalam kehidupan sehari-hari. Setiap orang dapat mengambil peran, baik di rumah, di tempat kerja, maupun di tempat usaha. Langkah sederhana yang dilakukan bersama dan secara konsisten akan memberikan manfaat yang lebih besar,” ujar Dudi selaku kepala DLH pada hari Jumat (18/9/2026).
Baca Juga:
Anggota DPRD DKI Bebizie Kembalikan Uang Honor Nyanyi Rp895 Juta dari Hasil Gratifikasi ke KPK
Adanya kegiatan tersebut bisa menghemat listrik hingga 75,18MWh sehingga dapat memangkas biaya mencapai Rp108.693.752. Selain itu, bisa juga mengurangi remisi sebesar 60,14 ton CO₂e.
Pencapaian tersebut membuktikan bahwa kerja sama antara pemerintah, pengelola gedung, pelaku usaha, hingga masyarakat mampu menghasilkan penghematan dalam jumlah yang besar.
Pemprov DKI Jakarta berharap aksi yang diselenggarakan ini dapat berkembang dan menjadi kebiasaan baik dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
