ARASVARA.ID - Dinamika percintaan anak muda saat ini memang memiliki banyak istilah, salah satunya situationship.
Isitilah situationship sendiri menggambarkan hubungan yang melibatkan kedekatan emosional yang romantis, namun belum disertai kesepakatan mengenai status.
Kedua orang yang terlibat dalam hubungan situationship, bisa saling memberi perhatian dan kabar layaknya pasangan, tetapi tidak ada kesepakatan untuk resmi berpacaran.
Meski begitu, istilah yang populer di kalangan Gen Z ini tidak selalu menggambarkan hubungan yang buruk. Sebab, semuanya bergantung pada ekspetasi dan kesepakatan antar kedua belah pihak.
Apa Itu Situationship?
ARASVARA.ID - Dinamika percintaan anak muda saat ini memang memiliki banyak istilah, salah satunya situationship.
Isitilah situationship sendiri menggambarkan hubungan yang melibatkan kedekatan emosional yang romantis, namun belum disertai kesepakatan mengenai status.
Kedua orang yang terlibat dalam hubungan situationship, bisa saling memberi perhatian dan kabar layaknya pasangan, tetapi tidak ada kesepakatan untuk resmi berpacaran.
Meski begitu, istilah yang populer di kalangan Gen Z ini tidak selalu menggambarkan hubungan yang buruk. Sebab, semuanya bergantung pada ekspetasi dan kesepakatan antar kedua belah pihak.
Apa Itu Situationship?
Menurut Cambridge English Dictionary, "situationship" merujuk pada hubungan romantis yang lebih intim daripada persahabatan tetapi belum menjadi hubungan romantis formal.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Sexuality & Culture pada tahun 2024 juga mendefinisikan situationship sebagai "hubungan dengan sifat yang ambigu dan tanggung jawab yang terbatas."
Sederhananya, ini merujuk pada hubungan yang intim seperti kencan tetapi di mana tidak pasti apakah akan berkembang menjadi hubungan yang lebih serius.
Ciri-Ciri Hubungan yang Situationship
Hubungan yang tidak pasti dapat terwujud melalui tanda-tanda berikut:
Dekat tetapi tidak serius: Kamu sering menghabiskan banyak waktu bersama, tetapi kurangnya keinginan untuk mengembangkan hubungan yang serius.
Komunikasi yang tidak konsisten: Terkadang penuh gairah, terkadang dingin.
Kurangnya percakapan tentang masa depan: Hubungan tersebut tidak memiliki arah yang jelas dan tampaknya hanya berjalan tanpa arah.
Harapan yang berbeda: Satu orang menginginkan hubungan yang serius, sementara yang lain menginginkan hubungan kasual.
Namun, kehadiran tanda-tanda ini tidak selalu berarti hubungan tersebut tidak pasti. Komunikasi yang jujur sangat penting untuk memahami situasi yang sebenarnya.
Perbedaan utama hubungan pacaran dengan situationship adalah ketika kedua pihak umumnya sudah sepakat menjadi pasangan. Sementara itu, situationship belum memiliki kesepakatan yang sama jelasnya.
Situationship juga kerap disamakan dengan friends with benefits (FWB). Padahal, FWB biasanya berawal dari pertemanan yang melibatkan keintiman fisik tanpa komitmen romantis formal.
Tak hanya itu, situationship juga bisa melibatkan perasaan dan kedekatan emosional yang lebih menyerupai pacaran.
Di Indonesia, situationship juga mirip dengan istilah HTS atau hubungan tanpa status. Meski serupa, penggunaan istilahnya bisa berbeda-beda tergantung konteks hubungan.
Demikian informasi mengenai istilah situationship yang saat ini kerap menjadi topik pembicaraan Gen Z di media sosial.
