ARASVARA.ID - Istilah life after breakup mungkin sudah tidak asing terdengar di kalangan Gen Z, dan kerap muncul dalam percakapan tentang hubungan asmara.
Kondisi life after breakup sendiri merujuk pada kehidupan yang dijalani seseorang setelah putus cinta dan mulai menyesuaikan diri dengan perubahan aktivitas tanpa pasangan.
Fase life after breakup ini bukan hanya sekedar melupakan mantan, tetapi juga proses menerima perpisahan ketika hubungan tersebut telah usai.
Lantas, apa sebenarnya definisi dari istilah life after breakup yang sering dikaitkan dengan kehidupan Gen Z? Berikut penjelasannya.
Apa Itu Life After Breakuo?
Secara harfiah, istilah ini kerap digunakan untuk menggambarkan kehidupan seseorang setelah mengalami putus cinta dan mulai menjalani kehidupan tanpa pasangan yang sebelumnya menjadi bagian dari kesehariannya.
Perubahan itu sendiri bisa terasa dari hal-hal sederhana, mulai dari tidak lagi bertukar kabar, melakukan aktivitas sendirian, hingga harus mengulang kembali menyusun rencana masa depan.
Menurut American Psychological Association (APA), berakhirnya hubungan dapat memengaruhi kondisi emosional hingga membuat seseorang kehilangan sebagian dari rasa percaya dirinya.
Meski sering dikaitkan dengan proses healing atau pemulihan emosional, life after breakup tidak selalu menggambarkan seseorang yang bersedih akibat putus cinta.
Karena tak sedikit juga orang yang justru merasa lega setelah mengakhiri hubungan yang tidka lagi sehat atau sesuai dengan kebutuhannya saat itu.
Dengan kata lain, setiap orang pasti memiliki pengalaman yang berbeda dalam menjalani kehidupan setelah berpisah dari pasangan.
Cara Menjalani Life After Breakup
Menjalani hidup setelah kandasnya hubungan asmara memang tidak selalu mudah untuk sebagian orang.
Meski begitu, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk membantu proses adaptasi setelah mengalami putus cinta.
1. Beri Waktu untuk Diri Sendiri
Merasa sedih, kecewa, atau sesekali merindukan masa lalu merupakan hal yang wajar dan kamu tidak perlu memaksakan diri untuk langsung move on.
Dengan memberikan ruang dan waktu untuk diri sendiri, kamu bisa memahami perasaan tersebut tanpa harus menyalahkan diri terus-menerus.
2. Coba Rutinitas Baru
Menfaatkan waktu untuk kembali menekuni hobi, berolahraga, atau berkumpul dengan teman dan kerabat dekat.
Selain membuat hari-hari kamu lebih berwarna, melakukan aktivitas baru juga bisa membantu kamu untuk menemukan hal-hal menyenangkan yang belum pernah kamu coba sebelumnya.
3. Kurangi Kebiasaan Memantau Mantan
Terus melihat aktivitas mantan di media sosial terkadang bisa membuat proses move on menjadi lebih sulit.
Untuk itu, cobalah untuk membatasi interaksi digital sementara waktu agar bisa lebih fokus dengan diri sendiri.
4. Jangan Ragu untuk Cari Dukungan dan Validasi
Dengan bercerita kepada teman atau keluarga yang kamu percaya, kamu dapat melewati masa-masa sulit saat life after breakup.
Apabila kesedihan yang kamu rasakan terus mengganggu aktivitas sehari-hari, maka carilah bantuan profesional untuk mengatasi hal tersebut.
Menjalani fase life after breakup bukan berarti harus segera melupakan masa lalu atau mantan kekasih untuk membuktikan bahwa hidupmu lebih bahagia setelah berpisah.
Alih-alih mencari tambatan hati yang baru, kamu bisa memanfaatkan fase ini untuk memahami diri sendiri dan mencari jati diri.
Pada akhirnya, life after breakup memang bisa mengubah banyak hal dalam hidup seseorang, namun bukan berarti kebahagiaan juga ikut berakhir.
