Apa Itu 5 Stages of Grief? Kenali Lima Tahapan dalam Proses Berduka

Mengenal 5 stages of grief dan tahapan proses berduka seseorang.

Mengenal 5 stages of grief dan tahapan proses berduka seseorang.(Pinterest/ Elle Jaye)

FF

By Farida Fakhira

Publish: 20 Oktober 2026 - 09:57 WIB
Share:

ARASVARA.ID - Istilah 5 stages of grief mungkin terdengar tidak asing untuk sebagian orang, terlebih lagi saat membahas proses move on atau menghadapi kehilangan seseorang.

5 stages of grief sendiri merupakan konsep yang menggambarkan lima respons emosional seseorang saat menghadapi fase kehilangan.

Diperkenalkan oleh psikiater Elisabeth Kübler-Ross, 5 stages of grief mencakup rasa denial, anger, bargaining, depression, dan acceptance.

Meski sering dianggap tahapan yang berurutan, namun setiap orang ternyata memiliki cara dan waktu yang berbeda dalam menghadapi fase berduka.

Lantas, apa saja 5 tahapan yang dilalui saat fase berduka atau kehilangan seseorang yang disayang? Berikut penjelasan lengkapnya.

Apa Itu 5 Stages of Grief?

Kondisi 5 stages of grief sendiri merupakan model untuk memahami berbagai respons emosional yang dialami oleh seseorang ketika menghadapi fase kehilangan atau berduka.

Konsep ini diketahui mulai dikenal melalui buku berjudul On Death and Dying karya Elisabeth Kübler-Ross yang diterbitkan pada tahun 1969 silam.

Awalnya, konsep tersebut digunakan Elisabeth Kübler-Ross untuk memahami pengalaman pasien yang menghadapi kematian.

Namun seiring berjalannya waktu, istilah ini juga kerap dikaitkan dengan fase kehilangan orang terdekat atau proses yang menggambarkan perubahan besar dalam hidup.

Kendati demikian, lima tahap tersebut bukanlah sebuah aturan mutlak yang harus dilalui oleh semua orang.

Sebab, tak sedikit orang juga bisa mengalami beberapa tahap sekaligus, melewati tahap tertentu, atau bahkan merasakan emosi yang sama berulang kali.

5 Tahapan Grief dan Artinya

1. Denial (Penyangkalan)

Tahap denial atau penyangkalan kerap terjadi ketika seseorang sulit menerima kenyataan yang baru saja ia hadapi.

Mereka mungkin merasa terkejut, mati rasa, atau seolah-olah merasa bahwa fase kehilangan tersebut tidak benar-benar terjadi.

2. Anger (Kemarahan)

Setelah seseorang mulai menyadari kenyataan yang terjadi, biasanya ia akan merasa marah atau frustasi dengan kejadian yang dialami.

Perasaan ini dapat muncul lantaran keadaan yang dianggap tidak adil, bahkan terkadang ditujukan untuk diri sendiri.

3. Bargaining (Tawar-menawar)

Pada tahap ini, seseorang mungkin terus memikirkan hal-hal yang seandainya bisa ia lakukan sebelum mengalami fase berduka.

Umumnya, tahap ini akan menimbulkan banyak pertanyaan pada individu seperti "Bagaimana kalau waktu itu aku mengambil keputusan lain?" atau banyak pertanyaan lainnya.

4. Depression (Kesedihan Mendalam)

Seperti yang kita tahu, kehilangan bisa memunculkan kesedihan mendalam, rasa hampa, hingga hilangnya semangat untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Dalam tahap ini, depression digambarkan dengan respons emosional saat berduka, namun tidak secara otomatis seseorang mengalami gangguan depresi klinis.

5. Acceptance (Penerimaan)

Tahap acceptance merupakan kondisi apabila seseorang mulai menerima kenyataan dan menyesuaikan diri dengan perubahan setelah ditinggal oleh orang tersayang.

Meski begitu, bukan berarti ia sudah melupakan peristiwa yang meninggalkan luka mendalam, melainkan mulai belajar untuk menjalani hidup dengan keadaan yang lebih lapang.

Menghadapi rasa kehilangan terhadap seseorang yang kita cintai memang tidak memiliki batas waktu yang sama pada setiap orang.

Namun, kamu tidak perlu memaksakan diri untuk segera pulih, sebab setiap orang berhak untuk menjalani masa dukanya dengan cara yang berbeda.

Itu dia rangkuman mengenai definisi 5 stages of grief dan lima tahapan yang biasanya dirasakan oleh seseorang yang mengalami kehilangan.

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Memuat...

Berita Terupdate

Memuat berita terbaru…