Menghitung Weton Jodoh dengan Sisa Neptu, Masih Relevan Hingga Kini?

Menghitung weton jodoh dengan sisa neptu.

Menghitung weton jodoh dengan sisa neptu.(Pinterest/Shonikmakeup)

NK

By Nurul Kharimah

Publish: 20 Agustus 2026 - 20:53 WIB
Updated: 12 Oktober 2026 - 10:38 WIB
Share:

ARASVARA.ID - Dalam tradisi Jawa, pasangan yang ingin melangsungkan pernikahan biasanya melakukan perhitungan weton sebagai salah satu bahan pertimbangan sebelum berumah tangga.

Hal ini dilakukan untuk mengetahui kecocokan pasangan berdasarkan hari lahir dan pasaran Jawa. Hasil perhitungan tersebut dipercaya bisa memberikan gambaran saat menjalani kehidupan bersama.

Namun, ada juga sebagian orang yang menganggap perhitungan ini sebagai budaya saja, sehingga tidak dijadikan landasan dalam mengambil keputusan.

Baca Juga:

Pekerjaan untuk Fresh Graduate Tanpa Pengalaman, Ini Pilihan yang Bisa Dicoba

Apa Itu Weton dan Neptu?

Weton merupakan sistem perhitungan hari kelahiran dalam tradisi Jawa yang menggabungkan tujuh hari dalam satu minggu dengan pasaran, siklus lima hari dalam kalender jawa.

Melansir dari Youtube Universitas Gadjah Mada, Dr. Iva Ariani, S.S., M. Hum, dosen Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM), menyatakan bahwa weton merupakan ilmu titan, pengamatan, yang digunakan oleh orang Jawa untuk menghitung banyak hal, mulai dari kelahiran, jodoh, waktu bepergian, panen, bisnis dan lain sebagainya.

Sementara itu, neptu adalah nilai angka yang diberikan kepada hari dalam seminggu dan pasaran dalam kalender jawa.

Baca Juga:

Tekanan Pekerjaan Mampu Mengganggu Kesehatan Mental, Mending Resign atau Bertahan?

Bagaimana Cara Menghitung Weton Kelahiran?

Cara menghitung weton yaitu dengan menambahkan nilai hari lahir dengan pasaran. Untuk tujuh hari dalam seminggu yakni, Senin dengan neptu 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, Sabtu 9, Minggu 5.

Sementara itu, untuk pasaran yaitu Legi dengan neptu 5, Pahing 9, Pon 7, Wage 4, Kliwon 8.

Setelah menjumlahkan neptu dari hari dan pasaran, kamu dapat mengetahui weton kelahiran, baik untuk diri sendiri maupun pasangan.

Baca Juga:

Parfum Jadi Identitas Diri Seseorang, Ini Tips Agar Wanginya Tahan Lama

Lalu, Bagaimana Cara Menghitung Weton Jodoh dengan Sisa Neptu?

Cara menghitung weton jodoh dengan sisa neptu yaitu dengan menjumlahkan neptu kedua calon mempelai pengantin.

Setelah itu, hasil penjumlahan dibagi dengan sisa neptu yang dijadikan acuan. Biasanya, setiap orang mempunyai rumus hitungan yang berbeda-beda, ada yang 3, 6, 7, 8 dan 10.

Apabila hasil sisanya sudah diketahui kamu dapat menentukan maknanya berdasarkan keyakinan yang dijadikan acuan dalam hitungan tersebut.

Baca Juga:

Panduan Skincare untuk Remaja Pemula, Mulai dari Facial Wash hingga Sunscreen

Apakah Weton Bisa Menentukan Kecocokan Pasangan?

Ilmu ini memang sering digunakan dalam tradisi Jawa untuk melihat kecocokan antara dua orang, terutama bagi mereka yang ingin melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan.

Namun, hitungan ini tidak bisa dianggap sebagai satu-satunya penentu kecocokan hubungan.

Karena, banyak hal yang dapat mempengaruhi keberlangsungan hubungan, seperti cara komunikasi, nilai yang dianut hingga kesiapan dalam membangun rumah tangga.

Jadi, hitungan ini bisa dijadikan bahan pertimbangan bagi orang yang mempercayainya, tetapi bukan patokan mutlak dalam menentukan nasib hubungan di masa depan.

Apakah Menghitung Weton Masih Relevan Hingga Kini?

Bagi sebagian masyarakat Jawa, ilmu ini masih sering digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan, terutama pernikahan.

Sementara itu, banyak orang yang menganggap weton sebagai budaya sehingga tidak menjadikannya landasan dalam menentukan kehidupan di masa depan.

Menurut Dr. Iva Ariani, S.S., M. Hum, weton dapat ditarik dari sisi ilmiah dengan menggunakan metode observasi yang dilakukan oleh leluhur dan menjadi bagian dari budaya, sehingga perlu dipahami generasi muda.

Namun, tidak bisa diyakini 100 persen. Jadi, ilmu ini dapat bisa digunakan sebagai bentuk antisipasi.

Berdasarkan penjelasan di atas, weton telah digunakan oleh leluhur melalui pengamatan yang belangsung dalam jangka waktu lama.

Dilihat dari pengalaman mereka, banyak perkiraan yang menjadi kenyataan. Namun, perkara tersebut tidak dapat diyakini penuh sebagai penentu masa depan.

Sikap yang dapat dilakukan yaitu menjadikan weton sebagai bentuk antisipasi dalam mencegah hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Memuat...

Berita Terupdate

Memuat berita terbaru…