ARASVARA.ID - Setiap pekerjaan pasti mempunyai tekanan dan beban di dalamnya. Namun, tidak semua orang kuat terhadap kondisi yang mereka jalani, sehingga ada yang terganggu kesehatan mentalnya.
Pada umumnya, mereka merasa overthinking, burnout, hingga anxiety saat memulai aktivitas bekerja. Bahkan, kerap berpikir untuk resign demi menjaga kesehatan mentalnya.
Namun, ada juga yang memutuskan untuk tetap bertahan karena masih membutukan pekerjaan. Lalu kapan sebaiknya seseorang memutuskan untuk resign atau bertahan? Simak artikel di bawah ini.
Baca Juga:
Running Jadi Tren di Kalangan Gen Z, Bakar Kalori atau Kenangan Mantan?
Mengapa Tekanan Pekerjaan Bisa Mengganggu Kesehatan Mental?
Terdapat beberapa perusahaan yang memberikan beban kerja berlebih kepada pegawainya, seperti memberikan jobdesk yang tidak sesuai dengan lini kerja hingga konflik pribadi antara rekan kerja atau atasan yang turut mengganggu ranah profesional.
Pada umumnya, mereka memberikan tenggat waktu kepada dirinya sendiri untuk tetap bertahan dalam pekerjaan tersebut. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mengumpulkan pengalaman, mencari pekerjaan baru, atau mempersiapkan kondisi finansial sebelum memutuskan untuk resign.
Namun, jika kondisi tersebut berlangsung dalam waktu lama tanpa adanya istirahat yang cukup, seseorang dapat merasa lelah secara emosional, sulit berkonsentrasi, mudah cemas, hingga kehilangan semangat untuk bekerja.
Baca Juga:
Kerja Seharian di Ruangan Ber-AC, Perlukah Menggunakan Moisturizer?
Kondisi emosional dan kebutuhana finansial inilah yang membuat mereka bingung untuk memilih antara berhenti bekerja atau tetap bertahan meski merasa pekerjaan cukup melelahkan.
Kapan Sebaiknya Mempertimbangkan untuk Resign?
Setiap orang mempunyai kebebasan untuk memilih keputusan dalam hidupnya, terlebih lagi saat berada dalam kondisi yang mampu mengganggu kesehatan mentalnya.
Dilansir dari akun YouTube Happy go MK, Berikut beberapa kondisi yang menjadi bahan pertimbangan saat hendak memutuskan untuk resign:
Baca Juga:
Tips Interview Kerja Offline Agar Tidak Grogi Berhadapan dengan HRD
1. Lingkungan Toxic
Saat berada dalam lingkungan toxic, biasanya individu tidak dihargai, baik oleh rekan kerja maupun atasan. Karena lingkungan tersebut mampu mengikis kesehatan mental kamu.
2. Underpaid
Apabila upah yang diperoleh tidak sebanding dengan beban pekerjaan. Namun, hal ini harus disesuaikan dengan keterampilan yang kamu miliki.
