Parfum Jadi Identitas Diri Seseorang, Ini Tips Agar Wanginya Tahan Lama

Tips memakai parfum tahan lama.

Tips memakai parfum tahan lama.(Pinterest/Imbisma_440)

NK

By Nurul Kharimah

Publish: 17 Agustus 2026 - 15:15 WIB
Updated: 12 Oktober 2026 - 22:28 WIB
Share:

ARASVARA.ID - Bagi sebagian orang, parfum merupakan identitas diri, karena aroma yang melekat pada tubuh dapat menjadi ciri khas seseorang mudah dikenali.

Mereka rela mengeluarkan dana lebih untuk mendapatkan wangi yang sesuai dengan keinginannya. Selain itu, aroma parfum juga bisa meningkatkan kepercayaan diri seseorang saat beraktivitas.

Namun, terdapat salah satu permasalahan yang sering dialami pengguna yaitu wangi parfum cepat hilang sehingga perlu reapply berulang kali.

Apa Itu Parfum?

Parfum adalah campuran cairan yang mengandung bibit wewangian, alkohol, dan air yang menghasilkan aroma harum saat digunakan.

Bibit wewangian tersebut berasal dari bahan alami seperti bunga, kayu, rempah, buah, hingga resin. Selain itu, ada juga bibit sintetis, yang dibuat di laboratorium.

Kandungan alkohol dan air berfungsi untuk melarutkan minyak wangi sehingga aroma menyebar saat disemprotkan. Biasanya, air cenderung digunakan pada wewangian dengan konsentrasi rendah.

Apa yang Membuat Wangi Parfum Cepat Hilang?

1. Jenis Kulit

Setiap orang mempunyai jenis kulit yang berbeda-beda. Hal tersebut mempengaruhi tingkat keawetan dari harum parfum yang digunakan.

Bagi pemilik kulit kering, aroma wewangian lebih cepat menguap dibanding kulit berminyak. Pasalnya, kulit berminyak mempunyai kemampuan alami untuk mengikat molekul wewangian yang digunakan, sehingga lebih tahan lama.

Disarankan untuk menggunakan lotion terlebih dahulu bagi pemilik kulit kering agar minyak wangi tahan lebih lama.

2. Tingkat Konsentrasi Rendah

Cairan pewangi memiliki tingkat konsentrasi berbeda-beda, mulai dari yang paling tinggi hingga rendah, seperti Extrait de Parfum, Eau de Parfum, Eau de Toilette, Eau de Cologne dan Eau Fraiche.

Biasanya, wewangian yang cepat hilang memiliki konsentrasi rendah yaitu kandungan bibit lebih sedikit dibanding alkohol dan air. Sehingga harumnya lebih cepat menguap.

3. Suhu dan Cuaca

Apabila menggunakan minyak wangi dalam suhu ruang dan cuaca yang rendah, harumnya dapat lebih tahan lama.

Sementara itu, bagi orang yang berkegiatan di luar ruangan dengan suhu yang tinggi dapat mempercepat penguapan molekul parfum. Dengan begitu, tidak heran jika keharuman minyak wangi lebih cepat hilang.

4. Cara Penyimpanan yang Salah

Penyimpanan yang salah seperti sering terpapar sinar matahari langsung atau disimpan di tempat lembap dapat merusak komposisinya. Jadi, saat disemprotkan ke kulit, wanginya tidak sekuat waktu pertama kali dibeli.

5. Titik Semprot Kurang Tepat

Banyak orang yang menyemprotkan parfum ke baju atau pergelangan tangan saja. Padahal terdapat titik-titik tertentu pada tubuh manusia yang lebih efektif untuk membuat wangi bertahan lebih lama.

Tips Memakai Parfum Tahan Lama

Berikut tips praktis agar parfum yang digunakan bisa bertahan lebih lama, bahkan awet seharian penuh:

1. Gunakan Parfum Setelah Mandi

Kulit yang lembap dapat mengikat molekul parfum sehingga harumnya menjadi lebih tahan lama. Waktu yang tepat untuk memakai parfum yaitu setelah mandi. Karena pori-pori kulit masih terbuka dan lembap.

Kondisi ini membantu kulit menyerap dan mengunci aroma lebih baik dibanding kulit yang telah kering seluruhnya.

Baca Juga:

Cara Mengatasi Bibir Kering dan Pecah-Pecah, Lakukan Secara Konsisten untuk Hasil Optimal

2. Semprot di Titik Nadi

Titik nadi pada tubuh manusia memiliki suhu lebih panas dibanding bagian lainnya. Panas inilah yang membantu menyebarkan keharuman secara perlahan sepanjang hari.

Dengan begitu, dianjurkan untuk menyemprotkan cairan wangi di bagian nadi seperti pergelangan tangan, belakang telinga, leher, siku bagian dalam, dan lipatan lutut.

Selain itu, semprotkan juga pada rambut atau pakaian, karena cenderung lebih melekat dibanding di kulit. Namun, perlu berhati-hati untuk menghindari noda kuning dari parfum tersebut.

3. Hindari Menggosok Bagian yang Disemprotkan Produk

Banyak orang mengira dengan menggosok bagian yang disemprotkan produk membuat baunya menjadi lebih awet.

Padahal, gesekan ini justru merusak struktur molekul produk dan membuatnya menguap lebih cepat. Biarkan parfum mengering sendiri di kulit tanpa digosok.

4. Gunakan Pelembap Tanpa Wangi Sebagai Dasar

Sebelum menyemprotkan parfum, disarankan untuk mengaplikasikan lotion atau pelembap yang tidak berbau ke kulit. Kelembapan ini berfungsi sebagai lapisan dasar yang membantu partikel produk menempel lebih lama.

5. Semprot dari Jarak yang Tepat

Jarak yang tepat untuk menyemprotkan produk pewangi yaitu sekitar 15–20 cm dari kulit. Hal tersebut berfungsi agar penyebaran produk lebih merata ke permukaan kulit.

Jenis Parfum yang Tahan Lama

1. Extrait de Parfum

Tingkatan jenis parfum yang paling tinggi yaitu Extrait de Parfum dengan kandungan konsentrasi minyak wangi mencapai 40 persen.

Dengan begitu, aromanya menjadi sangat kuat, tahan lama sekitar delapan sampai dua puluh empat jam, dan biasanya cukup disemprot 1–2 kali saja untuk sepanjang hari.

2. Eau de Parfum

Tingkatan ini paling populer di pasaran, karena bibit minyaknya cukup tinggi, namun harganya masih terjangkau dibanding extract. EDP dapat bertahan sekitar enam sampai delapan jam.

Kedua jenis konsentrasi di atas dapat menjadi pilihan bagi kamu yang ingin menggunakan parfum dengan wangi lebih tahan lama.

Menggunakan parfum dengan cara dan kandungan yang tepat membantu kamu lebih percaya diri saat melakukan aktivitas sepanjang hari.

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Memuat...

Berita Terupdate

Memuat berita terbaru…