Apakah Gaji UMR Cukup untuk Hidup di Jakarta? Ubah Pengeluaran Menjadi Modal Penghasilan Tambahan

Apakah gaji UMR Jakarta cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup?.

Apakah gaji UMR Jakarta cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup?.(Pinterest/Sakaila)

NK

By Nurul Kharimah

Publish: 19 Agustus 2026 - 21:59 WIB
Updated: 12 Oktober 2026 - 12:54 WIB
Share:

ARASVARA.ID - DKI Jakarta dikenal sebagai kota metropolitan, sehingga banyak yang memilih untuk bekerja di kota ini demi mendapatkan gaji UMR yang sepadan dengan kerja keras mereka.

Faktanya, meski upah yang diberikan cukup besar, namun biaya hidup di tempat ini juga tidak murah. Perlu pengelolaan keuangan yang baik agar dapat memenuhi kebutuhan hidup selama sebulan ke depan.

Bahkan, tidak jarang perantau yang memilih kembali ke kampung halamannya karena merasa kebutuhan hidupnya tidak tercukupi serta daya saing pekerja yang cukup ketat di kota ini.

Baca Juga:

Bermain Game Online Dapat Menghasilkan Uang? Begini Caranya

Berapa Gaji UMR Jakarta 2026?

Berdasarkan keputusan gubernur DKI Jakarta nomor 1142 tahun 2025, pemerintah DKI secara resmi menaikan Upah Minimum Provinsi DKI Jakarta 2026 menjadi Rp5.729.876.

Jumlah tersebut telah mengalami kenaikan sekitar 6,17 persen dari sebelumnya, yaitu Rp5.396.761 pada tahun 2025. Nominal ini lebih besar dibanding kota Bandung dan Surabaya.

Dengan begitu, tidak heran ramai orang berbondong-bondong melakukan urbanisasi ke Jakarta membawa harapan akan memperoleh upah pekerjaan yang lebih tinggi dibanding di kota mereka.

Baca Juga:

Gen Z Mulai Terlibat dalam Bisnis Keluarga, dari Jaga Warung hingga Jualan di Pasar dengan Memanfaatkan Teknologi di Era Digital

Apa Saja Pengeluaran untuk Hidup di Jakarta?

Namun, tingginya pendapatan di kota Jakarta juga diiringi dengan biaya hidup yang tidak murah, terlebih bagi mereka yang merantau dan tidak memiliki sanak saudara di tempat ini.

Dengan begitu, perlu kebiasaan mengelola keuangan dengan sebaik-baiknya agar dapat memenuhi kebutuhan hidup serta menabung untuk finansial jangka panjang.

Pada umumnya, perantau memerlukan tempat beristirahat selama mereka bekerja di Jakarta, seperti kos, kontrakan atau sewa apartemen. Variasi yang ditawarkan tiap unit juga berbeda di tiap wilayah, mulai dari Rp800.000 hingga jutaan rupiah.

Baca Juga:

Mau Switch Career? Ini Skill yang Wajib Kamu Kuasai Sebelum Pindah Kerja

Biasanya, perantau memilih untum menyewa tempat tinggal berupa kos atau kontrakan dengan estimasi biaya kisaran harga Rp800.000 sampai Rp1.500.000 perbulan.

Selain itu, terdapat tambahan biaya untuk makan dan transportasi menuju tempat kerja yang perlu dikeluarkan setiap hari selama sebulan. Tentu saja, dana tersebut harus digunakan untuk bertahan hidup selama tinggal di Jakarta.

Selebihnya dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhan dan keinginan pribadi serta tabungan, baik untuk diri sendiri maupun keluarga.

Baca Juga:

Pasien BPJS Ditelantarkan? Begini Prosedur dan Syarat Penanganan di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit

Lalu, Apakah Gaji UMR Cukup untuk Hidup di Jakarta?

Penggunaan gaji UMR tergantung perilaku konsumtif individu. Karena, setiap orang memiliki kebutuhan dan prioritas yang berbeda-beda sehingga tidak bisa disamaratakan.

Gaya hidup juga memengaruhi kondisi finansial seseorang. Kebiasaan dalam mengatur pengeluaran, memilih kebutuhan, hingga mengikuti tren dapat menentukan seberapa besar uang yang dikeluarkan setiap bulan.

Bagaimana Cara Mengelola Keuangan dengan Gaji UMR?

Melansir akun YouTube Raymond Chin, gaji UMR juga dapat dikelola dengan baik, bahkan memperoleh income tambahan.

Baca Juga:

5 Tips Sederhana Interview Pekerjaan Secara Online, Bantu Siapkan Karier Gemilang

Menurut Raymond Chin, kunci untuk mengatur keuangan bukan dinilai dari besarnya jumlah pendapatan, melainkan mindset. Berikut tips mengelola keuangan dengan gaji UMR Jakarta:

1. Catat Cashflow

Bangun kebiasaan mencatat pemasukan dan pengeluaran agar dapat mengetahui secara pasti aliran dana yang digunakan setiap bulannya.

Pasalnya, dengan nominal UMR Jakarta, perlu mengatur finansial lebih ketat agar tidak boros dan berakhir melakukan pembelian impulsif.

Baca Juga:

Tips Interview Kerja Offline Agar Tidak Grogi Berhadapan dengan HRD

Saat gaji cair, lakukakan pembagian dengan jumlah 50 persen untuk kebutuhan, 30 persen untuk keinginan, dan 20 persen untuk investasi.

Tentu saja, investasi di sini bukan langsung mengalokasikan ke saham, trading, reksadana atau yang lainnya, melainkan memfokuskan 20 persen tersebut untuk modal memperoleh penghasilan tambahan.

2. Siapkan Dana Darurat

Dana darurat merupakan uang yang disimpan dan tidak dipergunakan untuk apapun. Tujuan adanya dana tersebut sebagai dana yang digunakan saat keadaan mendesak. Biasanya, dana darurat itu sekitar tiga sampai enam kali lipat pengeluaran bulanan.

3. Investasi

Untuk gaji UMR, disarankan menginvestasikan dana ke sesuatu yang mampu menciptakan penghasilan tambahan dan instrumen keuangan.

Namun, sebaiknya lakukan investasi leher ke atas yaitu membeli buku atau ikut pelatihan yang mengasah kemampuan sehingga bisa menambah jumlah pendapatan bertambah.

Bagaimana Menjadikan Sebagian Gaji sebagai Modal Pendapatan Tambahan?

Kamu dapat menyisihkan sejumlah pendapatan yang dimiliki untuk investasi, pertama investasi ilmu yang mampu mengasah keterampilan , seperti mengikuti pelatihan, workshop, membeli buku dan lain sebagainya.

Dengan begitu, kamu bisa mengambil kesempatan untuk memperoleh pemasukan tambahan dari pekerjaan sampingan yang mengandalkan keterampilan.

Langkah yang kedua yaitu investasikan tabungan yang kamu miliki untuk reksadana. Pasalnya, bisa dimulai dengan dana yang relatif terjangkau, sehingga tidak harus menunggu punya tabungan besar. Selain itu, dikelola oleh manajer investasi, sehingga investor tidak perlu memilih dan mengelola setiap aset secara langsung.

Apabila mampu mengelola keuangan dengan baik, gaji UMR dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari, bahkan meningkatkan kondisi finansial secara bertahap.

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Memuat...

Berita Terupdate

Memuat berita terbaru…