Karhutla Bromo Telan Korban Jiwa Empat Petugas TNBTS dan Relawan Gugur

Teks foto: Petugas Gabungan menemukan jasad empat petugas dan relawan gugur berjuang memadamkan Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Bromo, Jawa Timur.

Teks foto: Petugas Gabungan menemukan jasad empat petugas dan relawan gugur berjuang memadamkan Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Bromo, Jawa Timur.(Dok. BNPB)

TR

By Tim Redaksi

Publish: 18 Oktober 2026 - 11:51 WIB
Share:

JATIM, ARASVARA.ID – Empat petugas pemadam kebakaran (Damkar) dan relawan Jawa Timur gugur saat menjalankan tugas dalam penanganan Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur.

Keempat korban yang gugur akibat pada karhutla pada Kamis (15/10/2026) kemarin. Tiga orang terjebak kobaran api dan asap pekat. Sedangkan satu korban dinyatakan meninggal dunia saat mendapat perawatan darurat di RS.

Keempat korban yakni Petugas Balai Besar TNBTS, Sukaris, 55, Petugas TNBTS Rony Wagiyanata, Wisnu Yuda Pratama,25, dan Sefriel Ardiansyah, 19, relawan yang juga sekuriti hotel di lokasi kejadian.

Baca Juga:

Singapura Surati 7 Perusahaan Indonesia Terkait Kabut Asap Karhutla, Ini Rincian Lengkapnya

Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menyampaikan duka cita atas peristiwa tersebut. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengonfirmasi bahwa para korban berasal dari unsur petugas resmi dan relawan terlatih yang berupaya melindungi permukiman warga dari ancaman kobaran api.

"Saya telah memastikan langsung kepada Kepala TNBTS bahwa beliau-beliau yang gugur ini adalah elemen petugas dan relawan yang terlatih. Mereka bertaruh nyawa demi melindungi warga. Kami sangat berduka dan mendoakan para almarhum. Kejadian ini menjadi catatan penting bahwa keselamatan setiap insan yang bertugas di lapangan harus menjadi prioritas utama," tegas Emil, Minggu (18/10/2026).

Upaya pemadaman melibatkan berbagai pihak, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, personel TNI/Polri, hingga unsur masyarakat.

Baca Juga:

Dampak Karhutla, Kemenkes Catat 283 Ribu Kasus ISPA: Paling Banyak Kalimantan Selatan

Seluruh satuan Polisi Kehutanan (Polhut) yang bertugas di kawasan TNBTS juga diinstruksikan meningkatkan frekuensi patroli.

Namun, upaya pemadaman menghadapi kendala geografis. Sejumlah titik api berada di kawasan terjal yang sulit dijangkau melalui jalur darat, bahkan tidak dapat diakses oleh tim pemadam.

Di sisi lain, dukungan helikopter untuk pemadaman melalui udara atau water bombing disebut masih terkonsentrasi untuk menangani karhutla berskala besar di Kalimantan dan wilayah sekitarnya.

"Meski berada dalam situasi sulit dan bencana tak bisa dihindari, fokus kita saat ini adalah mencegah perluasan karhutla. Untuk titik api yang berada di area terisolasi, strategi kita difokuskan pada patroli siaga di perimeter atau garis batas aman guna memutus penyebaran api," tutur wagub jatim.

Baca Juga:

Sembilan Korporasi Sektor Sawit Sebabkan Karhutla Ditetapkan Tersangka Bareskrim Polri

Pemprov Jatim menyatakan akan terus mengoptimalkan sumber daya yang tersedia untuk menekan risiko munculnya titik api baru. Pemerintah juga menegaskan pentingnya memperketat protokol keselamatan bagi seluruh personel yang bertugas di garis depan pemadaman.

BNPB Sampaikan Duka Cita

Sementara itu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan duka cita atas meninggalnya empat petugas yang berjuang memadamkan api di karhutla.

Selain empat petugas dan relawan tewas. Dua petugas lainnya mengalami luka bakar dan masih menjalani perawatan medis intensif.

Baca Juga:

Kondisi Karhutla di Kalimantan Selatan Usai Diguyur Hujan Lebat

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan, penghormatan dan apresiasi atas dedikasi serta pengabdian para petugas yang gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan untuk melindungi lingkungan dan menjaga kelestarian ekosistem.

BNPB sebut penanganan karhutla di kawasan tersebut menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kondisi medan, perubahan arah angin, hingga perkembangan titik api yang dinamis.

Editor

NW

Novriadji Wibowo

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Memuat...

Berita Terupdate

Memuat berita terbaru…