Padang Banjir Bandang, BPBD Sebut Ratusan Warga Terdampak dan 120 Rumah Terendam

Teks foto: Suasana Banjir Bandang di tiga Kecamatan Kota Padang, Sumater Barat, pada Sabtu (10/10/2026) kemarin.

Teks foto: Suasana Banjir Bandang di tiga Kecamatan Kota Padang, Sumater Barat, pada Sabtu (10/10/2026) kemarin.(Istimewa)

TR

By Tim Redaksi

Publish: 11 Oktober 2026 - 12:16 WIB
Share:

PADANG, ARASVARA.ID – Hujan deras mengguyur kota Padang, Sumatera Barat, berdampak banjir bandang di sejumlah kawasan pada Sabtu (10/10/2026) kemarin. Akibatnya puluhan rumah rusak, terendam, akses jalan masyarakat terputus dan ratusan warga terdampak.

Badang Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mencatat sebanyak 498 jiwa tedampak banjir dan 120 rumah terendam akibat banjir bandang.

Berdasarkan data tersebut dihimpun hingga Sabtu malam pk. 22:45 WIB, banjir bandang merendam tiga kecamatan di Kota Padang, yakni Kecamatan Kuranji, Koto Tangah dan Nanggalo.

Baca Juga:

Alasan Nepal Tolak Bantuan Tim SAR Asing, Kini Fokus Minta Bantuan Teknis

Dan melibatkan kelurahan yang terdampak yakni Kelurahan Kuranji, Lubuk Minturun, Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, Tabing Banda Gadang, serta Gurun Laweh.

"Berdasarkan data sementara, tercatat sebanyak 498 jiwa terdampak di sejumlah wilayah. Selain itu, sekitar 120 unit rumah terendam banjir," demikian dikutip dari akun media sosial Instagram @pusdalopskotspadang, Minggu (11/10/26).

Dampak banjir juga menyebabkan kerusakan rumah warga. Khusus di Kecamatan Kuranji, BPBD melaporkan empat rumah mengalami rusak sedang dan satu rumah rusak berat.

Baca Juga:

Pengamat Bencana Asal Kanada Sebut Indonesia Akan Diterpa Gempa Besar, Siapa Sosok Frankie MacDonald?

Tak hanya itu, akses jalan masyarakat di kawasan Guo, Kecamatan Kuranji, dilaporkan terputus akibat banjir. Di tengah kondisi tersebut, tim SAR gabungan melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak.

Total 238 jiwa telah dievakuasi dari sejumlah lokasi di Kota Padang. Evakuasi dilakukan di lima titik. Sebanyak 20 jiwa dievakuasi dari Lapau Munggu dan lima jiwa dari Guo, yang keduanya berada di Kelurahan Kuranji.

Kemudian, lima jiwa dievakuasi dari Kampung Apa dan 30 jiwa dari Perumahan Abi, Koto Panjang Ikua Koto. Jumlah warga yang dievakuasi paling banyak berasal dari Perumahan Lumin Park, Lubuk Minturun, yakni mencapai 178 jiwa.

Baca Juga:

Pasca Gempa NTT, BNPB Sebut Korban Meninggal Dunia Capai 71 Jiwa

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengingatkan masyarakat agar tidak lengah setelah banjir melanda sejumlah wilayah. Potensi bencana susulan masih perlu diwaspadai, mulai dari banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga pohon tumbang.

Warga yang tinggal di sekitar sungai, kawasan rawan banjir, dan wilayah dengan kondisi tanah labil diminta terus memantau situasi di lingkungan masing-masing.

"Masyarakat yang berada di sekitar sungai, daerah rawan banjir, serta kawasan dengan kondisi tanah labil diminta untuk selalu memantau kondisi lingkungan dan segera menjauhi lokasi berbahaya apabila terjadi peningkatan debit air," kata Hendri imbau ke masyarakat banji bandang.

Editor

NW

Novriadji Wibowo

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Memuat...

Berita Terupdate

Memuat berita terbaru…