Alasan Nepal Tolak Bantuan Tim SAR Asing, Kini Fokus Minta Bantuan Teknis

Peristiwa banjir bandang Nepal jadi sorotan dunia.

Peristiwa banjir bandang Nepal jadi sorotan dunia.(Fox 8)

RS

By Rendra Saputra

Publish: 29 Agustus 2026 - 11:46 WIB
Share:

Arasvara.ID - Sikap Nepal terhadap bantuan asing dalam penanganan bencana alam banjir bandang Nepal mengalami perubahan. Setelah sebelumnya menyatakan operasi pencarian dan penyelamatan masih dapat dilakukan oleh aparat domestik, pemerintah Nepal pada 29 Agustus 2026 mengungkap kebutuhan terhadap bantuan teknis dari negara lain.

Perubahan tersebut muncul ketika persoalan di lapangan tidak lagi sebatas mencari dan menyelamatkan korban. Nepal kini membutuhkan keahlian khusus untuk menangani terowongan, mengidentifikasi jenazah, melakukan pengujian DNA, memulihkan komunikasi dan transportasi, serta memperbaiki akses yang rusak akibat banjir.

Seperti dilaporkan Reuters, dikutip Sabtu 29 Agustus 2026, Menteri Luar Negeri Nepal Shisir Khanal mengatakan pemerintah membutuhkan bantuan untuk sejumlah pekerjaan teknis tersebut.

Nepal juga meminta India dan China menyediakan jembatan Bailey untuk membantu memulihkan konektivitas di wilayah terdampak.

Baca Juga: Tajuk Rencana: Menunggu Jakarta Nihil Banjir

Nepal Awalnya Menolak Tim SAR Asing

Banjir bandang menerjang kawasan Sungai Bhote Koshi pada 26 Agustus 2026. Wilayah Rasuwa di perbatasan Nepal-China menjadi salah satu kawasan yang terdampak parah. Bencana merusak permukiman, jalan, jembatan, fasilitas pembangkit listrik tenaga air, serta infrastruktur lainnya.

Pemerintah kemudian mengerahkan badan keamanan, lembaga penanggulangan bencana, pemerintah daerah, dan layanan kesehatan untuk melakukan pencarian, penyelamatan, evakuasi, serta penanganan darurat.

Dalam pembaruan 28 Agustus, Kementerian Luar Negeri Nepal menyatakan sumber daya pemerintah masih digunakan untuk menangani operasi tersebut. Pemerintah juga mengatakan kebutuhan di lapangan terus dievaluasi dan permintaan bantuan khusus akan disampaikan melalui jalur resmi apabila diperlukan.

Sebelumnya, sejumlah negara telah menawarkan bantuan SAR, termasuk India, China, Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Korea Selatan, Sri Lanka, dan Bangladesh. Namun, Nepal menilai operasi pencarian dan penyelamatan masih dapat ditangani oleh lembaga keamanan di dalam negeri.

Posisi tersebut penting karena sejak awal Nepal tidak menyatakan menolak seluruh bentuk bantuan internasional. Pemerintah hanya belum melihat kebutuhan untuk menerima tambahan tim SAR asing dalam operasi umum.

Kebutuhan Nepal Mulai Lebih Spesifik

Beberapa hari setelah bencana, kebutuhan penanganan berkembang.

Page 1 of 3

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Memuat...

Berita Terupdate

Memuat berita terbaru…