3 Fakta Banjir Bandang di Padang: Korban Terdampak sampai Waktu Kejadian

Potret banjir bandang yang terjadi di Kota Padang, Sumatera Barat

Potret banjir bandang yang terjadi di Kota Padang, Sumatera Barat(Tangkapan Layar Instagram/publication_engineering)

MA

By Mitha Aullia

Publish: 11 Oktober 2026 - 15:00 WIB
Share:

ARASVARA.ID - Banjir badang melanda sejumlah kawasan di kota Padang, Sumatera Barat, usai turunnya hujan deras pada Sabtu (10/10/2026).

Berdasarkan laporan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan melalui akun media sosial resmi, diinformasikan bahwa banjir terjadi sekitar pukul 14.25 WIB setelah hujan lebat mengguyur wilayah Kota Padang sejak pukul 12. WIB.

Banjir bandang menghantam sejumlah titik di Kota Padang, salah satu yang paling terdampak berada di kawasan Lumin Park, Lumun Minturun, Kota Padang.

Fakta Terkait Banjir Bandang di Padang

1. Ruas Jalan Rusak

Akibat bencana tersebut, kondisi air cukup tinggi di beberapa titik sehingga menganggu arus lalu lintas dan transportasi.

Tidak hanya merendam pemukiman warga saja, tetapi jalanan terputus akibat terjangan air banjir terjadi di sekitar PDAM GUO, Kuranji dan jebolnya tanggul di Sungai Lapau Munggu, Kuranji.

2. Korban Terdampak Banjir di Padang Hampir 500 Jiwa

Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) mencatat korban terdampak dari bencana tersebut hampir mencapai 500 jiwa dengan 120 rumah yang terendam air.

Berdasarkan data yang dihimpun, banjr bandang menyebar ke tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kuranji, Kecamatan Koto Tengah, dan Kecamatan Nanggolo.

Terdapat 245 jiwa terdampak di Kecamatan Kuranji dengan total 60 rumah terendam, sedangkan di Kecamatan Koto Tengah mencatat sebanyak 208 jiwa, dan sebanyak 45 jiwa dilaporkan berdampak di Kecamatan Nanggalo.

3. Waktu Kejadian Banjir di Siang Hari

Melansir akun Instagram @publication_engineering yang terhubung dengan akun SAR Nasional, dilaporkan bahwa hujan lebat telah mengguyur kota Padang pada Sabtu siang sekitar pukul 12.00 WIB.

Informasi kejadian diterima dari seorang warga bernama Diki pada pukul 14.30 WIB. Berdasarkan laporan awal, diketahui banjir terjadi di jam 14.25 WIB.

Tim SAR Padang kemudian menindaklanjuti aduan tersebut pada pukul 14.40 WIB dengan memberangkatkan tujuh personel rescuer menuju lokasi kejadian untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan sesuai kondisi di lapangan.

"Begitu menerima informasi adanya banjir di sejumlah titik Kota Padang, kami langsung mengarahkan personel untuk menuju lokasi dan melakukan pemantauan serta penanganan sesuai kondisi di lapangan. Prioritas kami adalah kesalamatan masyarakat, khususnya warga yang berpotensi membutuhkan evakuasi," jelas Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, dikutip pada Minggu, (11/10/2026).

Lebih lanjut, Malik mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi datang banjir susulan karena cuaca hujan terutama di area rawan banjir seperti sekitar aliran sungai.

Editor

NW

Novriadji Wibowo

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Memuat...

Berita Terupdate

Memuat berita terbaru…