JAKARTA, ARASVARA.ID - Imbasnya jembatan gantung Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, yang dibuat TNI AD menyebabkan insiden ambrol sebelah saat dilakukan peresmian seremonial oleh Forum Koordinasi Antar Daerah (Forkominda) Pangandaran.
Termasuk Bupati Pangandaran Citra dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ling Ling Nugraha Sanjaya. Perihal insiden tersebut Kepala Staff Angkatan Darat (KSAD) Jendral TNI Maruli Simanjuntak buka suara.
Menantu Luhut Binsar Pandjaitan meminta permohonan maaf sekaligus memastikan TNI AD bertanggung jawab atas insiden tersebut. Insiden itu terjadi pada serangkaian peresmian jembatan pada Minggu (30/8/2026) kemarin.
Jembatan gantung dibangun oleh Kodim 0625/Pangandaran posisi pengikat jembatan sebagian putus sehingga berubah posisi.
“Saya selaku Kepala Satgas Jembatan yang ditunjuk oleh Presiden, saya pribadi bersama anggota memohon maaf atas kejadian tersebut. Kami bertanggung jawab atas kejadian tersebut,” tutur Maruli Simanjuntak dalam keterangan resminya TNI AD dikutip Sabtu (5/9/2026).
KSAD meminta maaf kepada seluruh masyarakat terutama warga Pangandaran yang terdampak insiden. Pasca-insiden, Kodim 0625/Pangandaran bersama Dinas PUPR Kabupaten Pangandaran langsung melakukan penanganan.
Seperti diketahui suasana peresmian seremonial jembatan gantung Pongpet di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat mendadak miring sebelah setelah tali sling di sisi kiri jembatan terlepas.
Insiden tersebut ketika sekira 50 orang melintasi secara bersamaan baik rombongan yang meresmikan. Penyebabnya beban puluhan orang melampaui kapasitas alias overload yang telah ditentukan.
Pihak TNI meluruskan kaba yang menyebut jembatan ambruk bukan merupakan keruntuhan atau ambruknya keseluruhan struktur jembatan. Struktur utama jembatan tetap berada pada posisinya. Sementara bagian yang mengalami kendala adalah tali sling pada sisi kiri terlepas pada sistem pengikat utama.
