Tidak Ramah Disabilitas, JPO ‘Love-Hate Relationship’ di Kuningan Dibongkar Pemprov DKI Jakarta

Teks foto: Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di kawasan Kuningan, Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, 'Love-hate relationship'.

Teks foto: Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di kawasan Kuningan, Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, 'Love-hate relationship'.(Dok. Pemprov DKI Jakarta)

TR

By Tim Redaksi

Publish: 9 Agustus 2026 - 11:42 WIB
Share:

JAKARTA, ARASVARA.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membongkar salah satu Jembatan Penyebrang Orang (JPO) yang belakangan viral dengan sebutan JPO ‘Love-Hate Relationship’ di kawasan Kuningan Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung alasan dibongkar JPO ‘Love-Hate Relationship’ persoalan aksebilitas bagi penyandang disabilitas salah satu JPO lama dibongkar akan terdapat satu JPO saja.

"Alasannya, yang satu JPO (di Rasuna Said) akan kita bongkar adalah karena yang satu itu betul-betul tidak ramah terhadap disabilitas," kata Gubernur Pramono kepada wartawan Minggu (9/8/2026).

Baca Juga:

Ramalan Zodiak Libra Hari Senin 10 Agustus 2026: Beranikan Diri Dalam Mengambil Keputusan

Dari hasil pengecekan langsung di lokasi, salah satu JPO dinilai tidak ramah terhadap kelompok difabel atau disabilitas karena terdapat perbedaan ketinggian antara akses JPO dan area sekitarnya.

"Yang lama sudah tidak ada lift, sehingga tidak mudah untuk diakses masyarakat, khususnya penyandang disabilitas," ucap Pramono.

Akibat JPO tersebut membuat penyandang disabilitas kesulitan memanfaatkan fasilitas penyeberangan yang tersedia. "Kalau kita sambungkan, ada beda tinggi yang cukup tinggi sehingga itu menyebabkan masyarakat yang menyandang disabilitas tidak bisa memanfaatkan lokasi atau tempat tersebut,” tutur Politisi PDIP.

Baca Juga:

5 Ramalan Shio Kehokian Senin 10 Agustus 2026: Karir dan Keuangan Menanjak!

Orang nomor satu di DKI Jakarta ini menjelaskan fasilitas yang dipertahankan itu juga akan diperbaiki dan ditingkatkan pemeliharaannya.

Pemprov DKI Jakarta memastikan fasilitas tersebut dapat digunakan secara lebih mudah oleh masyarakat, termasuk memastikan keberadaan dan fungsi lift dapat menunjang kebutuhan pengguna.

"Dan yang baru nanti sepenuhnya maintenance-nya (perawatan) kita perbaiki, kita permudah, termasuk lift dan sebagainya yang sudah kita lakukan pengecekan sehingga mudah-mudahan tidak lagi "Love and Hate", tidak lagi "Love and Love", atau Love-nya satu aja," imbuhPramono.

Berdasarkan hasil pengecekan yang dilakukan oleh Pramono beserta jajarannya, kedua JPO tersebut pada dasarnya memiliki fungsi yang sama, yakni sebagai fasilitas penyeberangan masyarakat sekaligus mendukung akses terhadap fasilitas transportasi, termasuk layanan Light Rail Transit (LRT).

Baca Juga:

Ramalan Zodiak Leo Hari Senin 10 Agustus 2026: Bijak Dalam Kelola Keuangan

Namun, terdapat perbedaan mendasar pada usia dan desain kedua JPO tersebut. Salah satu JPO merupakan fasilitas yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak lama, sedangkan JPO lainnya merupakan fasilitas yang lebih baru, yang berkaitan dengan LRT dan KAI.

Page 1 of 2

Editor

NW

Novriadji Wibowo

Berita Terpopuler

Memuat...

Berita Terupdate

Memuat berita terbaru…