Pemberlakuan Tarif Baru Berdampak ke Masyarakat, Ketua FKBI: Berpotensi Menghambat Pertumbuhan Ekonomi

Ilustrasi tarif baru yang melibatkan marketplace kena PPh 22.

Ilustrasi tarif baru yang melibatkan marketplace kena PPh 22.(Freepik)

GO

By Gabriel Omar Batistuta

Publish: 1 Agustus 2026 - 21:52 WIB
Updated: 28 Agustus 2026 - 02:33 WIB
Share:

ARASVARA.ID - Pemerintah Kini mulai memberlakukan tarif baru untuk sejumlah layanan resmi yang ada di Indonesia per 1 Agustus 2026.

Banyak biaya yang mengalami kenaikan termasuk, tarif naturalisasi, PPh marketplace, pendaftaran PT, pengangkatan notaris, pendaftaran merek, hingga harga pangan.

Menanggapi hal itu, Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi menerangkan regulasi yang telah diatur berpotensi menyulitkan kondisi ekonomi sekarang.

Baca Juga:

Pemberlakuan Tarif Baru Dilakukan Pemerintah Per 1 Agustus 2026, Ini yang Naik!

"Dari sisi ekonomi regulasi tersebut justru kontra produktif, artinya berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi," terangnya kepada Arasvara, Sabtu (1/8/2026).

Dirinya juga menambahkan, hal ini tidak sejalan dengan komitmen pemerintah unuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

"Hal ini tidak sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi agar lebih progresif," terangnya.

Baca Juga:

Tarif Lisrik PLN Periode 13 Juli 2026, Cek Harga Terbarunya!

Pemerintah harusnya memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk memberikan sejumlah keuntungan, melainkan bukan dengan cara ini.

"Seharusnya pemerintah justru memberikan kemudahan²/insentif, bukan malah memberikan disinsentif," jelasnya.

Pasalnya, regulasi itu akan menjadi beban bagi masyarakat yang membutuhkan beberapa layanan dan sudah mengalami kenaikan besar maupun kecil.

Baca Juga:

Pemasangan Pagar Tinggi di Mal Jakarta dan Sekitarnya, Ketua APPBI: Kepentingan Ketertiban

"Sebab regulasi tersebut secara riil akan menjadi beban baru bagi masyarakat," bebernya.

Pemerintah juga seharusnya bisa menunda kebijakan ini setidaknya hingga ekonomi di Indonesia membaik.

Page 1 of 2

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Memuat...

Berita Terupdate

Memuat berita terbaru…