Harga Minyak Goreng Hari Ini Sabtu 7 November 2026, Cek Disini Secara Rinci

Ilustrasi harga minyak goreng hari ini, Sabtu 7 November 2026, mulai dari Rp17.650 sampai Rp20.200 per liter.

Ilustrasi harga minyak goreng hari ini, Sabtu 7 November 2026, mulai dari Rp17.650 sampai Rp20.200 per liter.(Pinterest/ΣΩΤΗΡΗΣ ΛΙΟΥΤΑΣ)

FA

By Fadliansyah

Publish: 7 November 2026 - 14:15 WIB
Share:

ARASVARA.ID - Pada hari Sabtu, 7 November 2026, Pergerakan harga komoditas minyak goreng di pasar tradisional seluruh Indonesia menjadi perhatian utama masyarakat dalam mengelola anggaran belanja rumah tangga. Pemantauan harga bahan kebutuhan pokok ini sangat krusial untuk menjaga daya beli serta mengantisipasi dampak fluktuasi harga kebutuhan dapur harian.

Berdasarkan data Pemantauan Komoditas Nasional melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) mencatat dinamika harga minyak goreng sepanjang periode 2 November 2026 hingga 7 November 2026. Data harian memperlihatkan pergerakan harga yang bervariasi pada kategori minyak goreng curah, kemasan bermerek 1, dan kemasan bermerek 2.

Lantas, ulasan berikut menguraikan pergerakan harga minyak goreng secara lengkap dan terperinci selama sepekan perdagangan, lengkap dengan rincian data statistik untuk membantu perencanaan belanja bulanan Anda.

Pergerakan Harga Minyak Goreng Curah Di Pasar Tradisional

Komoditas minyak goreng curah mengawali pekan perdagangan pada tanggal 2 November 2026 dengan rata-rata harga nasional sebesar Rp17.650 per liter. Tingkat harga ini mencerminkan ketersediaan pasokan yang relatif stabil di berbagai pasar eceran daerah.

Pada perdagangan tanggal 3 November 2026, harga minyak goreng curah tidak mengalami perubahan dan tetap bertahan pada posisi Rp17.650 per liter. Memasuki tanggal 4 November 2026, terjadi penyesuaian tipis sebesar Rp50 sehingga harganya naik menjadi Rp17.700 per liter.

Hingga perdagangan kurun waktu 5 November 2026, 6 November 2026, dan 7 November 2026, rata-rata harga minyak goreng curah nasional konsisten berada di level Rp17.700 per liter. Kestabilan ini menunjukkan distribusi bahan baku dari pabrikan berjalan lancar.

Rincian Perubahan Harga Minyak Goreng Kemasan Bermerek I

Minyak goreng kemasan bermerek 1 mencatatkan rata-rata harga nasional sebesar Rp21.200 per liter pada pembukaan pekan tanggal 2 November 2026. Produk kategori ini merupakan pilihan utama bagi segmen konsumen yang mengutamakan kualitas kemasan praktis.

Harga minyak goreng kemasan bermerek 1 bertahan stabil di angka Rp21.200 per liter pada sesi perdagangan 3 November 2026. Penyesuaian grafik baru terlihat pada 4 November 2026 ketika harganya bergeser naik ke posisi Rp21.250 per liter.

Memasuki sesi perdagangan tanggal 5 November 2026 hingga penutupan pekan pada 6 November 2026 dan 7 November 2026, harganya kokoh bertengger di level Rp21.300 per liter. Penguatan tipis ini dipengaruhi oleh penyesuaian biaya logistik jaringan ritel.

Perkembangan Harga Minyak Goreng Kemasan Bermerek II

Kategori minyak goreng kemasan bermerek 2 membuka pekan pada tanggal 2 November 2026 di kisaran harga Rp20.100 per liter. Varian ini banyak diminati karena menyajikan alternatif kemasan bermerek dengan harga yang lebih ekonomis.

Pada tanggal 3 November 2026, harga komoditas ini tidak mengalami perubahan dan tetap tercatat sebesar Rp20.100 per liter. Grafik pasaran mulai merangkak naik ke posisi Rp20.150 per liter pada perdagangan tanggal 4 November 2026.

Tingkat harga minyak goreng kemasan bermerek 2 kemudian bertahan stabil pada angka Rp20.200 per liter sejak perdagangan 5 November 2026, 6 November 2026, hingga 7 November 2026. Konsistensi nilai ini menjaga kepastian harga di tingkat pedagang eceran.

Perbandingan Kenaikan Harga Antarkategori Minyak Goreng

Secara keseluruhan, seluruh varian minyak goreng mengalami kenaikan harga rata-rata sebesar Rp50 hingga Rp100 per liter sepanjang rentang 2 November 2026 sampai 7 November 2026. Penyesuaian bertahap ini berlangsung secara teratur tanpa memicu gejolak di pasar.

Minyak goreng curah naik dari Rp17.650 menjadi Rp17.700 per liter, sementara minyak kemasan bermerek 1 bergeser dari Rp21.200 menjadi Rp21.300 per liter. Adapun minyak kemasan bermerek 2 meningkat dari Rp20.100 menjadi Rp20.200 per liter.

Selisih harga antarkategori tetap terjaga proporsional sehingga memberikan fleksibilitas bagi masyarakat untuk memilih varian yang sesuai dengan kemampuan anggaran masing-masing.

Analisis Faktor Pendorong Kestabilan Pasokan Di Pasar

Terjaganya pergerakan harga minyak goreng di pasaran tidak terlepas dari kelancaran rantai pasok minyak sawit mentah ke produsen bahan jadi. Koordinasi intensif antara Kementerian Pertanian dan industri pengolahan membantu mengamankan kuota distribusi nasional.

Akses logistik yang lancar menuju pasar-pasar tradisional di kawasan perkotaan maupun pedesaan turut meminimalisir potensi kelangkaan barang. Hal ini mencegah terjadinya aksi spekulasi harga di tingkat pedagang perantara.

Pemerintah terus memantau pergerakan harga harian guna memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang terjangkau.

Dampak Fluktuasi Harga Terhadap Sektor Kuliner Dan Rumah Tangga

Pergerakan harga minyak goreng memberikan pengaruh langsung terhadap perhitungan biaya operasional para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang kuliner. Kenaikan tipis sebesar Rp50 hingga Rp100 masih dapat disiasati tanpa menaikkan harga jual makanan.

Bagi sektor rumah tangga, stabilitas harga minyak goreng memberikan kemudahan dalam mengalokasikan anggaran kebutuhan harian secara efisien. Keterbukaan informasi harga membantu konsumen dalam membuat keputusan berbelanja yang cermat.

Penerapan strategi pembelian sesuai kebutuhan harian menjadi langkah bijak agar perputaran barang di pasar tradisional tetap terjaga ideal.

Proyeksi Tren Harga Dan Ketersediaan Stok Ke Depan

Melihat tren pergerakan pada pekan pertama November 2026, harga minyak goreng diproyeksikan akan terus bertahan stabil pada tingkat harga saat ini. Ketersediaan cadangan di tingkat distributor utama dinilai sangat mencukupi untuk memenuhi pemintaan pasar.

Koordinasi lintas sektor dipastikan akan terus berjalan guna mengawal kelancaran pasokan hingga akhir bulan. Langkah antisipasi disiapkan untuk meredam gangguan pasokan akibat perubahan cuaca di jalur distribusi darat dan laut.

Pemantauan berkala melalui papan harga pasar tradisional akan terus diperbarui agar masyarakat selalu memperoleh data perkembangan komoditas pangan yang akurat dan tepercaya.

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Memuat...

Berita Terupdate

Memuat berita terbaru…