Harga Cabai Rawit Merah dan Hijau Hari Ini 25 Oktober 2026, Berikut Rinciannya Rata-Rata Harganya

Harga cabai rawit merah dan hijau hari ini, mulai dari Rp79.400 sampai Rp102.950 per kilogram. / Ilustrasi

Harga cabai rawit merah dan hijau hari ini, mulai dari Rp79.400 sampai Rp102.950 per kilogram. / Ilustrasi(Pinterest/Helen Fuss)

FA

By Fadliansyah

Publish: 25 Oktober 2026 - 19:01 WIB
Share:

ARASVARA.ID - Pada hari Minggu, 25 Oktober 2026, kondisi harga bahan pokok khususnya komoditas cabai rawit merah dan cabai rawit hijau di pasar tradisional daerah mencatatkan dinamika pergerakan harga yang menarik.

Berdasarkan rilis data resmi Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola oleh Bank Indonesia, kedua komoditas dapur ini mengalami tren penyesuaian harga secara bertahap sepanjang pekan ketiga Oktober 2026.

Adapun, harga cabai rawit menjadi perhatian utama masyarakat dan pelaku usaha kuliner karena dampaknya yang signifikan terhadap pengeluaran harian.

Ketersediaan stok di tingkat distributor serta kelancaran distribusi dari daerah sentra produksi memegang peranan kunci dalam menjaga stabilitas komoditas ini.

Berikut adalah data teperinci mengenai perkembangan harga rata-rata nasional untuk komoditas cabai rawit hijau dan cabai rawit merah berdasarkan rekaman transaksi harian terkini, sebagai berikut:

Harga Cabai Rawit Hijau di Pasar Tradisional

Pergerakan harga rata-rata nasional untuk cabai rawit hijau di pasar tradisional menunjukkan tren yang cenderung melandai secara perlahan. Pada awal pekan, yakni Senin 19 Oktober 2026, harga komoditas ini dibuka pada tingkat Rp79.750 per kilogram.

Kenaikan sempat terjadi pada Selasa 20 Oktober 2026 menjadi Rp80.100 per kilogram, yang sekaligus menjadi titik harga tertinggi dalam sepekan. Namun, pada Rabu 21 Oktober hingga Kamis 22 Oktober 2026, harganya kembali turun dan stabil di angka Rp79.750 per kilogram, sebelum akhirnya ditutup melandai ke posisi Rp79.400 per kilogram pada Jumat 23 Oktober 2026.

  • Senin, 19 Oktober 2026: Rp79.750 per kg

  • Selasa, 20 Oktober 2026: Rp80.100 per kg

  • Rabu, 21 Oktober 2026: Rp79.750 per kg

  • Kamis, 22 Oktober 2026: Rp79.750 per kg

  • Jumat, 23 Oktober 2026: Rp79.400 per kg

Perkembangan Harga Cabai Rawit Merah Sepekan

Komoditas cabai rawit merah mencatatkan nominal harga yang jauh lebih tinggi dengan tingkat fluktuasi yang cukup dinamis di pasar tradisional harian. Perdagangan dibuka pada Senin 19 Oktober 2026 dengan harga rata-rata Rp103.950 per kilogram.

Lonjakan harga puncak terjadi pada Selasa 20 Oktober 2026 hingga menembus angka Rp105.450 per kilogram. Setelah lonjakan tersebut, harga secara konsisten mengalami penurunan dari hari ke hari, yaitu menjadi Rp103.250 pada Rabu 21 Oktober, Rp103.200 pada Kamis 22 Oktober, dan mengakhiri pekan di posisi Rp102.950 per kilogram pada Jumat 23 Oktober 2026.

  • Senin, 19 Oktober 2026: Rp103.950 per kg

  • Selasa, 20 Oktober 2026: Rp105.450 per kg

  • Rabu, 21 Oktober 2026: Rp103.250 per kg

  • Kamis, 22 Oktober 2026: Rp103.200 per kg

  • Jumat, 23 Oktober 2026: Rp102.950 per kg

Perbandingan Antara Cabai Rawit Merah dan Hijau

Secara umum, rata-rata harga gabungan untuk kategori cabai rawit dibuka pada posisi Rp94.650 per kg pada 19 Oktober 2026, lalu naik ke Rp95.700 pada 20 Oktober 2026. Grafik kemudian menurun menjadi Rp94.400 pada 21 Oktober, Rp94.150 pada 22 Oktober, dan berada di level Rp93.750 per kg pada 23 Oktober 2026.

Jika dibandingkan, cabai rawit merah secara konsisten bertahan di atas level Rp100.000 per kilogram, jauh lebih mahal ketimbang cabai rawit hijau yang berada di kisaran Rp79.000 hingga Rp80.000 per kilogram. Selisih harga di antara kedua jenis cabai rawit ini berkisar antara Rp23.550 hingga Rp25.350 per kilogram sepanjang sepekan.

  • Selisih harga cabai rawit merah lebih mahal sekitar Rp23.550–Rp25.350/kg dibanding cabai rawit hijau.

  • Puncak kenaikan harga kedua komoditas terjadi serentak pada Selasa, 20 Oktober 2026.

  • Tren penutupan harga pada akhir pekan (23 Oktober 2026) kompak bergerak melandai turun.

Faktor Penggerak Ketersediaan Pasokan di Pasar

Selanjutnya, penyesuaian harga cabai rawit di tingkat pedagang pasar sangat bergantung pada pasokan fisik dari daerah sentra pertanian utama. Cuaca di wilayah hasil panen memegang peranan krusial dalam menentukan kualitas petikan serta daya tahan komoditas cabai.

Selain aspek iklim, efisiensi arus logistik dan pasokan ke pedagang grosir turut menentukan besaran marjin harga jual eceran. Kelancaran arus barang mencegah terjadinya kelangkaan stok yang berpotensi memicu lonjakan harga mendadak.

  • Kondisi cuaca di daerah sentra produsen memengaruhi stabilitas volume panen harian.

  • Kelancaran rantai distribusi logistik menjaga pasokan tetap merata di berbagai daerah.

  • Ketersediaan stok grosir menahan fluktuasi harga dari lonjakan di tingkat pedagang eceran.

Pengawasan Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Harga Pangan

Lalu, sinergi antara Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah terus diperkuat melalui pemantauan sistem PIHPS Nasional secara terintegrasi. Data perkembangan harga harian ini dimanfaatkan sebagai pijakan utama dalam mengambil respons kebijakan pengendalian inflasi daerah.

Langkah pengawasan berkala ini bertujuan untuk memastikan harga bahan pokok tetap berada dalam koridor yang wajar dan terjangkau oleh masyarakat. Melalui pengawasan pasokan yang ketat, keseimbangan antara daya beli konsumen dan kesejahteraan petani dapat terus dipelihara.

  • Data PIHPS menjadi acuan utama perumusan kebijakan pengendalian inflasi pangan.

  • Pemantauan ketat dilakukan untuk mengantisipasi gejolak harga bahan pokok secara dini.

  • Sinergi antarlembaga memastikan pasokan bahan pangan tetap aman di seluruh daerah.

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Memuat...

Berita Terupdate

Memuat berita terbaru…