Efek Samping Scroll Social Media Seharian Dapat Menyebabkan Gangguan Sel Otak

Efek samping scroll sosial media yang bisa ganggu sel otak.

Efek samping scroll sosial media yang bisa ganggu sel otak.(Pinterest)

GO

By Gabriel Omar Batistuta

Publish: 24 Juni 2026 - 17:02 WIB
Share:

ARASVARA.ID - Di era digital, sosial media bukan hanya sekedar sarana komunikasi antar individu, melainkan menjadi sumber informasi dan hiburan.

Banyak hal yang dapat ditemukan di dalamnya, mulai dari sesuatu remeh berupa gosip hingga data-data penting yang dapat digunakan untuk urusan pekerjaan.

Namun, kebiasaan scrolling dan menatap layar handphone dalam jangka waktu lama bisa membuat mata menjadi lelah, lebih parahnya lagi dapat mengubah zat kimia pada otak.

Baca Juga:

Buronan Taufik Hidayat Ditangkap Polisi, Terancam Pasal Penganiayaan dan Penyekapan

Efek Samping Scroll Sosial Media

Ingin tahu apa saja efek samping dari scroll social media secara berlebihan? Ikuti artikel ini sampai selesai.

1. Fokus Jadi Lebih Pendek

Efek samping yang pertama, dapat membuat kemampuan fokus jadi lebih pendek sehingga sulit untuk berkonsentrasi.

Social media didesain dengan kumpulan video pendek dan dibuat penasaran pada tiap gulirannya.

Baca Juga:

Adam Deni Diciduk Polisi Rusak Ruko dan Intimidasi Pakai Air Soft Gun di Jakut

Hal tersebut memberikan trigger dopamine atau neurotransmitter yang membuat otak kecanduan sehingga terbiasa dengan stimulasi instan. Sehingga, jika mengerjakan tugas yang membutuhkan fokus panjang jadi terasa lebih berat.

2. Mood Gampang Down

Ketika membuka platform social media, yang disajikan biasanya berisi kegiatan dan pencapaian orang lain.

Sehingga, tanpa sadar dapat menjadi ajang pembanding diri sendiri dengan kehidupan yang ada di ruang publik digital.

Baca Juga:

Aldi’s Burger Cempaka Putih Laris Manis Siasat Aldi Taher di Media Sosial

Jika situasi tersebut sering terjadi, maka otak meresponnya dengan meningkatkan kortisol atau hormon stres. Tubuh menjadi gampang cemas dan merasa kurang tanpa alasan yang jelas.

3. Otak Kurang Sensitif

Otak yang sering terpapar stimulasi layar dalam waktu lama menjadi kebal dan sistem reward pun kurang sensitif. Mengobrol bersama teman, menyelesaikan tugas dan kegiatan sosial secara langsung menjadi terasa kurang menarik.

Page 1 of 2

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Memuat...

Berita Terupdate

Memuat berita terbaru…