Oleh Pemimpin Redaksi Arasvara Sutiyono
ARASVARA.ID - SKANDAL dugaan kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto, sejumlah menteri dan sederet tokoh lainnya saat ini makin liar ditambah isu Ketua Partai Politik (Parpol) diduga ikut terlibat.
Meski Bareskrim Polri telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam dugaan penyadapan, tetapi aneka rumor di pusaran kasus yang ngeri-ngeri sedap itu terus bergulir kencang.
Sejauh ini Bareskrim Polri telah menetapkan empat tersangka yakni mantan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Irjen Pol Ahrie Sonta Nasution, Irjen Pol Eko Hadi Santoso, dan Irjen Pol Slamet Uliandi.
Dugaan Kasus Penyadapan Presiden Prabowo Subianto
Skandal penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto semakin liar, karena bergulirnya isu adanya ketua umum partai politik (ketum parpol) yang ikut rapat penyadapan sebelum tindakan tak terpuji itu dibongkar Bareskrim Polri.
Bukan itu saja, isu liar lainnya juga menggelinding tentang adanya kabar mantan Kapolri RI selain Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang terseret dugaan penyadapan itu.
Tak berhenti di situ, rumor lain terus beredar jika sejatinya penyadapan itu tidak sebatas pada empat perwira tinggi saja. Namun, ada belasan perwira tinggi lainnya yang sebenarnya terlibat.
Lalu bagaimana yang sebenarnya? Apakah benar ada ketum parpol yang terlibat, mantan Kapolri lain terlibat, dan berapa jumlah perwira tinggi terlibat dalam pusaran kasus ini?
Informasi awal seputar dugaan pertemuan ketum parpol dengan para jenderal bersumber dari klaim pengamat politik dan jurnalis senior di sejumlah podcast.
Berdasarkan sumber itu, sekitar tiga atau empat jam sebelum operasi penangkapan para perwira tinggi, ketum parpol tersebut dikabarkan menghadiri rapat koordinasi bersama belasan jenderal di kawasan Widya Chandra, Jakarta Selatan.
Sejauh ini pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi yang menginformasi kebenaran rumor tersebut.
