PAPUA, ARASVARA.ID – Masyarakat adat Wate, Aiwai, dan Dani, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, menggeruduk kantor DPRK Nabire untuk menyampaikan aspirasi terkait penutupan operasional PT Kristalin Ekalestari.
Unjuk rasa damai ini berlangsung pada Jumat (18/9/2026) pagi. Koordinator Aksi Maria Erari mendesak DPRK Nabire membantu menyelesaikan persoalan yang membuat aktivitas Perusahaan terhenti selama lebih dari dua bulan.
Maria dalam kehadirannya bersama ratusan warga Nabire berbagai suku adat, penghentian operasional perusahaan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Baca Juga:
Puluhan Masyarakat Distrik Makimi Sampaikan Aspirasi ke DPR dan DPD RI terkait Penertiban Kawasan Hutan
Maria menyebut banyak warga yang bergantung pada aktivitas perusahaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Dan hari ini kami lapar! Kami sakit! Semua karena perusahaan ini ditutup,” kata Maria kepada awak media di DPRK Nabire, Papua Tengah.
Menurut Maria, masyarakat datang ke DPRK bukan untuk membawa kepentingan kelompok tertentu. Mereka, kata dia, membawa aspirasi mengenai keberlangsungan hidup masyarakat adat yang selama ini bergantung pada PT Kristalin Eka Lestari.
Baca Juga:
Pemilik Hak Ulayat Desa Nifasi Keberatan Rencana Survei dari BIM dan Satgas PKH
Maria Erari berharap DPRK Nabire dapat membantu mencari jalan keluar atas persoalan tersebut. Menurutnya, dampak penghentian perusahaan juga dirasakan dalam bidang pendidikan dan kesehatan.
“Kami cuma berharap dan bergantung kepada PT Kristalin Ekalestari. Sudah sekitar dua bulan lebih perusahaan ini ditutup,” ujarnya.
Program CSR Berdampak Masyarakat
Maria Erari juga memaparkan sejumlah program yang disebutnya telah dijalankan perusahaan bersama masyarakat. Program tersebut, antara lain, pendidikan, kesehatan, sosial, serta pembangunan fasilitas masyarakat.
Baca Juga:
Semangat Kemerdekaan RI ke-81 Ratusan Warga di Desa Nifasi, Papua Tengah Bersama PT Kristalin Ekalestari
Ia mengatakan bantuan perusahaan juga mencakup pembangunan rumah, kendaraan untuk kebutuhan gereja dan masyarakat, hingga ambulans. “Semua ini adalah bagian kerja sama antara PT Kristalin dengan masyarakat adat,” kata Maria.
Maria menyebut bantuan tersebut dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah, khususnya masyarakat Wate, Dani, Mee, Moni, dan Makimi.
