Pemilik Plataran Group: Siapa Owner Plataran dan Bagaimana Bisnisnya Berkembang?

Yozua Makes pendiri dan CEO Plataran Indonesia.

Yozua Makes pendiri dan CEO Plataran Indonesia.(Instagram)

TR

By Tim Redaksi

Publish: 15 Agustus 2026 - 10:47 WIB
Updated: 12 Oktober 2026 - 23:07 WIB
Share:

Arasvara.ID - Kalau mendengar nama Plataran, yang terbayang biasanya bukan sekadar restoran atau hotel. Kalian tentu justru lebih sering mengingat tempat-tempatnya yang membawa suasana Indonesia, resort di tengah alam, restoran dengan sentuhan budaya Nusantara, sampai venue untuk acara berskala besar.

Dari situ muncul pertanyaan yang cukup menarik, pemilik Plataran Group sebenarnya siapa?

Jawaban singkatnya, Plataran Indonesia didirikan oleh Yozua Makes dan Dewi Makes. Saat ini, Yozua Makes dikenal sebagai Founder sekaligus CEO Plataran Indonesia. Hal tersebut juga ditegaskan dalam profil resmi Plataran.

Tapi semakin ditelusuri kisahnya, semakin menarik pula cerita di balik bisnis ini. Plataran ternyata tidak dimulai dengan ambisi membangun jaringan hospitality sebesar sekarang.

Siapa Pemilik Plataran Group?

Pemilik Plataran Group yang paling kuat disebut dalam sumber resmi adalah Yozua Makes dan Dewi Makes sebagai pendiri Plataran Indonesia.

Profil resmi Plataran menyebut keduanya sebagai orang yang mendirikan Plataran Indonesia. Yozua Makes kemudian menjalankan peran sebagai Founder dan CEO, sedangkan Dewi Makes dikenal sebagai educator dan entrepreneur yang juga aktif dalam kegiatan sosial.

Yozua sendiri memiliki latar belakang yang cukup berbeda dari gambaran umum seorang pengusaha hospitality. Ia dikenal sebagai praktisi hukum, akademisi, dan pendiri Makes & Partners sebelum kemudian membangun bisnis Plataran.

Yang menarik, perjalanan menuju Plataran bukan sesuatu yang sejak awal direncanakan secara matang sebagai bisnis hotel.

“We love Indonesia.”

Kalimat itu justru jadi salah satu benang merah dari cerita Yozua mengenai awal berdirinya Plataran. Dalam wawancara yang dipublikasikan Plataran pada 2026, ia menjelaskan bahwa dirinya dan sang istri memiliki semangat membangun Indonesia lintas generasi sebelum akhirnya muncul ide membangun Plataran.

Siapa Owner Plataran?

Kalau pertanyaannya dibuat lebih sederhana, siapa owner Plataran?

Nama yang paling tepat untuk menjawab konteks pendirian adalah Yozua Makes dan Dewi Makes. Keduanya secara resmi disebut sebagai founder Plataran Indonesia.

Namun, rasa-rasanya penting membedakan istilah owner, founder, dan CEO. Dalam sebuah grup bisnis, ketiganya tidak selalu mempunyai arti hukum yang sama.

Jadi, untuk kebutuhan artikel ini, penyebutan yang paling aman adalah Yozua Makes dan Dewi Makes sebagai pendiri Plataran Indonesia, dengan Yozua Makes sebagai Founder dan CEO.

Plataran Adalah Perusahaan Apa?

Pertanyaan berikutnya yang sering muncul adalah, Plataran adalah perusahaan apa?

Plataran merupakan grup bisnis hospitality dan pariwisata Indonesia. Bisnisnya tidak berhenti pada hotel, tetapi mencakup berbagai pengalaman hospitality, termasuk resort, hotel, venue dan dining, MICE, private cruises, serta pengelolaan destinasi tertentu.

Situs resmi Plataran pada 2025 menyebut ekosistem bisnisnya mencakup Resorts, Hotels, National Parks, Venue & Dinings, MICE, dan Private Cruises, dengan jaringan yang tersebar dari Indonesia bagian barat hingga timur serta Tokyo.

Jadi, kalau sebelumnya banyak khalayak yang mengira Plataran hanya identik dengan restoran atau resort premium, ternyata cakupannya jauh lebih besar.

Plataran membangun konsep yang menggabungkan hospitality dengan cerita mengenai Indonesia.

Apa Bisnis Plataran Group?

Secara garis besar, bisnis Plataran Group bergerak di ekosistem hospitality dan pariwisata.

Beberapa lini yang dikenal antara lain:

  • Resort dan hotel

  • Restoran dan dining

  • Venue dan event

  • MICE

  • Private cruises

  • Pengalaman wisata dan ekowisata

  • Program yang melibatkan komunitas serta UMKM

Dalam perkembangannya, Plataran juga terus memperluas jaringan dan pengalaman yang ditawarkan. Pada 2026, misalnya, Plataran masih mengembangkan konsep baru yang menggabungkan wellness, alam dan budaya melalui program HOPE atau Home of Peaceful Escape.

Bagaimana Awal Mula Plataran Group?

Plataran mulai berdiri pada 2009. Dari cerita Yozua Makes, awal perjalanan tersebut bukan berasal dari pendidikan hospitality yang kemudian diterapkan secara sistematis.

Justru sebaliknya.

Yozua dan Dewi memiliki kecintaan terhadap Indonesia dan kemudian muncul gagasan untuk membangun sesuatu yang berkaitan dengan pariwisata. Dalam wawancara terbaru yang dipublikasikan Plataran pada Juni 2026, Yozua bahkan menggambarkan awal mula tersebut sebagai sesuatu yang terjadi secara accidentally.

“Kami tidak sadar bahwa kami tidak memiliki kemampuan, tidak memiliki bakat, dan juga tidak memiliki pendidikan hospitality.”

Ini mungkin bagian cukup menarik. Karena kadang orang melihat bisnis yang sudah besar seolah-olah sejak awal semuanya sudah dirancang dengan sempurna.

Padahal tidak selalu begitu.

Yang kemudian membuat Plataran berkembang adalah passion, proses belajar, dan konsistensi terhadap identitas yang mereka pilih.

Dari Canggu hingga Berkembang ke Berbagai Destinasi

Perjalanan Plataran kemudian berkembang dari Bali menuju berbagai wilayah Indonesia.

Plataran kini dikenal melalui berbagai properti dan bisnis hospitality di sejumlah destinasi, termasuk Borobudur, Bromo, Bali, Komodo, Jakarta dan kawasan lainnya.

Yang menarik, perkembangan tersebut tetap membawa identitas yang sama.

Alam, budaya dan masyarakat Indonesia menjadi tiga elemen yang terus disebut sebagai DNA Plataran. Dalam wawancara terbarunya, Yozua mengatakan bahwa DNA tersebut tidak perlu diubah hanya karena tren pariwisata berubah.

Apa Arti dari Plataran?

Lalu, apa arti dari Plataran?

Menurut informasi yang tercantum dalam profil resmi Plataran, nama Plataran dikaitkan dengan gagasan tentang sebuah pelataran atau ruang yang menjadi tempat berkumpul dan mengalami kehidupan.

Makna tersebut kemudian terasa cocok dengan konsep hospitality yang dibangun Plataran.

Inilah sebagai salah satu kekuatan branding mereka.

Nama tidak hanya ditempel di depan hotel atau restoran. Nama tersebut kemudian diterjemahkan menjadi pengalaman, tempat berkumpul, menikmati alam, mencicipi makanan, mengenal budaya dan berinteraksi dengan masyarakat.

Pendiri Plataran Membawa Konsep Alam, Budaya dan Masyarakat

Pendiri Plataran, Yozua Makes dan Dewi Makes, tidak hanya membangun bisnis hospitality dengan pendekatan komersial.

Plataran sejak awal membawa tiga unsur utama, yaitu alam, budaya dan masyarakat Indonesia. Prinsip tersebut kembali ditegaskan dalam komunikasi resmi perusahaan.

Inilah yang membuat Plataran cukup mudah dibedakan dari hotel atau resort yang hanya mengandalkan kemewahan.

“Plataran itu DNA. Di DNA kami ada budaya, alam, dan juga masyarakat Indonesia.”

Pernyataan Yozua tersebut menarik karena menjelaskan bahwa identitas Plataran bukan sekadar strategi pemasaran baru.

Mereka justru menganggap identitas tersebut sudah menjadi DNA bisnisnya.

Mengapa Masyarakat Lokal Penting?

Dalam wawancara pada sebuah konten media, Yozua menjelaskan bahwa masyarakat merupakan bagian penting dari pariwisata.

Menurutnya, pengalaman wisata tidak cukup hanya mengandalkan alam atau bangunan. Masyarakat dan komunitas lokal juga harus menjadi bagian dari cerita yang ditawarkan kepada wisatawan.

Konsep semacam ini kemudian terlihat dalam sejumlah program Plataran yang menggandeng UMKM lokal.

Salah satu contoh yang dipublikasikan Plataran adalah kolaborasinya dengan Jamur Borobudur. Produk UMKM tersebut kemudian masuk ke ekosistem Plataran dan digunakan di sejumlah resort serta restoran.

Bagaimana Bisnis Plataran Group Sekarang?

Kalau melihat perkembangan sampai 2026, bisnis Plataran Group sudah berkembang menjadi ekosistem hospitality yang cukup luas.

Situs resmi Plataran menyebut lebih dari 2.500 anggota tim yang bekerja di berbagai lini, termasuk hotel, resort, dining venues, cruises dan national parks.

Perusahaan juga masih melakukan pengembangan bisnis.

Pada 2026, Plataran memperkenalkan HOPE atau Home of Peaceful Escape, sebuah pendekatan multi-destinasi yang menggabungkan wellness, alam dan budaya.

Ini menunjukkan bahwa Plataran tidak berhenti pada konsep hotel konvensional. Mereka mencoba menjual pengalaman.

Plataran dan Pengembangan Hospitality Indonesia

Plataran juga terus memperluas kehadirannya di berbagai daerah.

Salah satu contoh terbaru adalah Plataran Makassar Venue & Dining yang menjadi bagian dari ekspansi Plataran ke Indonesia Timur. Konsepnya menggabungkan hospitality, dining, event dan unsur budaya lokal.

Di sisi lain, Plataran juga semakin sering mendapatkan pengakuan internasional.

Plataran Komodo, misalnya, masuk dalam Michelin Guide 2025 sebagai salah satu hotel yang mendapat Michelin Key.

Apa Strategi Bisnis Plataran Group?

Kalau dicermati perjalanan Plataran, ada satu hal yang cukup menonjol, yakni konsistensi.

Dalam bisnis hospitality, tren bisa berubah cepat. Wisatawan bisa berpindah dari hotel mewah ke wellness retreat, dari perjalanan biasa ke experiential travel, atau dari destinasi mainstream ke tempat yang lebih dekat dengan alam.

Namun, Plataran berusaha mempertahankan DNA-nya.

Yozua menjelaskan bahwa Plataran tidak ingin mengubah DNA hanya karena muncul tren baru. Yang dilakukan adalah menyesuaikan diri dengan tren sambil mempertahankan identitas alam, budaya dan masyarakat Indonesia.

“Every day is learning process.”

Kalimat itu cukup menggambarkan bagaimana bisnis hospitality harus bergerak.

Bukan cuma membangun tempat bagus, kemudian selesai. Setiap hari harus ada evaluasi, perbaikan dan penyesuaian.

Apakah Plataran Akan IPO?

Pertanyaan lain yang cukup sering muncul adalah apakah Plataran akan melakukan IPO atau menjadi perusahaan terbuka.

Dalam materi wawancara yang menjadi sumber awal artikel ini, Yozua pernah menyampaikan bahwa jika ingin terus berkembang, Plataran pada waktu yang tepat dapat menuju kepemilikan publik.

Namun, penting dicatat, pembicaraan atau rencana menuju IPO tidak berarti perusahaan tersebut sudah tercatat di bursa.

Jadi, kalau menemukan artikel yang menyebut “Plataran akan IPO”, sebaiknya lihat tanggal dan konteks beritanya. Jangan langsung menganggap Plataran sudah menjadi perusahaan terbuka.

Jadi, Siapa Pemilik Plataran Group?

Jadi, kalau ditanya pemilik Plataran Group siapa?

Jawaban paling sederhananya adalah Yozua Makes dan Dewi Makes merupakan pendiri Plataran Indonesia, sementara Yozua Makes saat ini dikenal sebagai Founder dan CEO Plataran Indonesia.

Sebab informasi ini ditegaskan langsung dalam profil resmi Plataran.

Lalu, Plataran adalah perusahaan apa?

Plataran merupakan grup hospitality dan pariwisata Indonesia dengan bisnis yang mencakup resort, hotel, dining, venue, MICE, private cruises dan berbagai pengalaman wisata.

Yang membuat kisahnya menarik adalah titik awalnya.

Plataran tidak lahir dari sebuah perusahaan hospitality yang sejak awal sudah memiliki pengalaman panjang di bidang tersebut. Menurut Yozua, semuanya berawal dari kecintaan terhadap Indonesia, kemudian berkembang melalui proses belajar dan konsistensi.

Dan mungkin di situlah pelajaran bisnis yang paling menarik. “We love Indonesia.”

Bagi Plataran, kalimat tersebut bukan sekadar slogan. Setidaknya dari berbagai pernyataan pendirinya, kecintaan terhadap Indonesia menjadi fondasi yang kemudian diterjemahkan ke dalam bisnis, hospitality, alam, budaya dan masyarakat.

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Memuat...

Berita Terupdate

Memuat berita terbaru…