Transjakarta Gandeng APKI dan PERDOKI untuk Standar Kesehatan dan Psikologi Pramudi

Transjakarta perkuat keselamatan pengguna layanan publik.

Transjakarta perkuat keselamatan pengguna layanan publik.(Dok: Transjakarta)

GO

By Gabriel Omar Batistuta

Publish: 6 Agustus 2026 - 11:24 WIB
Share:

ARASVARA.ID - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) terus memperkuat budaya keselamatan agar pengguna layanan publik bisa merasakan kenyamanan.

Kegiatan ini menghimpun masukan dari regulatro, akademisi, organisasi profesi, mitra operator dan berbagai jabatan lain untuk menyusun standar kesehatan dan psikologi pramudi.

Penyusunan standar kesehatan dan psikologi ini menjadi langkah Trasjakarta untuk membangun sistem keselamatan yang menyeluruh.

Baca Juga:

Pemerintah Data Zodiak Warga Indonesia Terbanyak Yakni Cancer, Taurus dan Gemini

Pasalnya, mereka menjadi garda terdepan dalam melayani dan menjaga keselamatan penumpang.

Direktur Utama PT Transportasi Jakarta, Welfizon Yuza menegaskan keselamatan menjadi nilai utama dalam penyelenggaraan layanan Transjakarta kepada masyarakat.

"Keselamatan merupakan prioritas utama kami. Kualitas layanan tidak hanya ditentukan oleh armada dan infrastruktur yang andal, tetapi juga oleh kesiapan fisik dan psikologis pramudi sebagai ujung tombak pelayanan. Melalui penyusunan standar ini, kami ingin memastikan setiap pramudi berada dalam kondisi terbaik saat bertugas sehingga dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pelanggan," ujar Welfizon kepada Arasvara, Kamis (6/8/2026).

Baca Juga:

Pemberlakuan Tarif Baru Berdampak ke Masyarakat, Ketua FKBI: Berpotensi Menghambat Pertumbuhan Ekonomi

Menurutnya standar itu tidak hanya menjadi acuan pemeriksaan kesehatan dan psikologi, namun juga bisa mengintegrasikan ke dalam pengembangan kompetensi melalui TJ Academy.

Terpisah, menurut Ketua APKI-HIMPSI, Sali Rahadi Asih menerangkan standar psikologis menjadi penting untuk mengembangkan pramudi.

“Penyusunan standar psikologi pramudi perlu mempertimbangkan validitas alat ukur, keamanan soal, serta pengelolaan data yang terpusat agar hasil pemeriksaan benar-benar dapat menggambarkan kondisi psikologis pramudi secara objektif. Standar psikologi ini diharapkan tidak hanya menjadi alat seleksi, tetapi juga menjadi dasar evaluasi berkala dan pengembangan kompetensi pramudi secara berkelanjutan,” terangnya.

Baca Juga:

Pemberlakuan Tarif Baru Dilakukan Pemerintah Per 1 Agustus 2026, Ini yang Naik!

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati menyampaikan apresiasi atas program yang dilakukan oleh Transjakarta menjadikan kesehatan sebagai sistem keselamatan trasportasi publik.

"Program ini merupakan kegiatan yang luar biasa. Ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan Transjakarta kepada masyarakat sekaligus mengurangi risiko kecelakaan. Kami berharap standar ini dapat diimplementasikan secara konsisten oleh seluruh mitra operator sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan keselamatan transportasi publik," tutur Ani.

Page 1 of 2

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Memuat...

Berita Terupdate

Memuat berita terbaru…