Saham ANDA Siap IPO Melantai Di Bursa Indonesia, Lepas 25,1 Persen Saham Ke Publik

Ilustrasi PT Andalan Artha Primanusa Tbk yang siap IPO melantai di bursa Indonesia.

Ilustrasi PT Andalan Artha Primanusa Tbk yang siap IPO melantai di bursa Indonesia.(Google/PT Andalan Artha Primanusa Tbk)

FA

By Fadliansyah

Publish: 5 November 2026 - 18:24 WIB
Share:

ARASVARA.ID - PT Andalan Artha Primanusa Tbk secara resmi mengumumkan rencana penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan jasa dan solusi operasional pertambangan ini bakal menggunakan kode emiten ANDA dalam pencatatan sahamnya kelak.

Adapun, perseroan berencana melepaskan sebanyak-banyaknya 1,67 miliar lembar saham baru atau setara dengan 25,10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Penawaran saham perdana ini dipasang pada rentang harga penawaran awal (book building) antara Rp158 hingga Rp189 per lembar saham.

Berikut menguraikan struktur penawaran saham ANDA, potensi perolehan dana segar, penerbitan instrumen waran seri I, jadwal pelaksanaan IPO, hingga profil singkat dan operasional bisnis perusahaan.

Potensi Dana Hasil Penawaran Perdana Saham Dan Penerbitan Waran

Dengan rentang harga penawaran awal sebesar Rp158 hingga Rp189 per lembar, PT Andalan Artha Primanusa Tbk berpotensi mengantongi dana segar hingga Rp316,76 miliar dari IPO. Nilai pasti perolehan dana tersebut nantinya sangat bergantung pada penetapan harga penawaran akhir yang disepakati.

Selain melepaskan saham ke publik, perseroan juga menerbitkan instrumen pemanis berupa Waran Seri I yang diberikan secara cuma-cuma bagi para pemegang saham baru. Skema waran ini disiapkan sebagai sumber penghimpunan dana tahap sekunder bagi ekspansi bisnis perseroan di masa mendatang.

Harga pelaksanaan Waran Seri I ditetapkan sebesar Rp695 per lembar. Jika seluruh instrumen waran tersebut dieksekusi oleh pemegang saham, perseroan berpeluang memperoleh tambahan dana segar hingga mencapai Rp166,4 miliar.

  • Penawaran saham perdana sebanyak-banyaknya 1,67 miliar lembar saham atau setara 25,10% modal disetor.

  • Rentang harga book building saham dipatok pada kisaran Rp158 hingga Rp189 per lembar saham.

  • Potensi perolehan dana IPO mencapai Rp316,76 miliar ditambah potensi dana waran sebesar Rp166,4 miliar pada harga eksekusi Rp695.

Tahapan Dan Jadwal Pelaksanaan Aksi Korporasi IPO ANDA

Rangkaian proses IPO saham ANDA dimulai dengan tahap penawaran awal (book building) yang berlangsung sejak tanggal 5 November hingga 17 November 2026. Para investor institusi maupun ritel dapat menyampaikan minat pemesanan saham pada kurun waktu tersebut.

Setelah penetapan harga penawaran final disahkan, perseroan akan melanjutkan ke tahap penawaran umum (offering) kepada publik. Penunjukan PT Henan Putihrai Sekuritas (HP) bertindak selaku penjamin emisi efek yang mengawal seluruh proses emisi saham ini hingga tuntas.

Selanjutnya, periode perdagangan Waran Seri I dijadwalkan dimulai pada 1 Desember 2026 hingga berakhir pada 30 November 2028. Adapun kesempatan bagi pemegang waran untuk melakukan pelaksanaan (exercise) baru dibuka secara resmi mulai 1 Juni 2027.

  • Tahap book building berlangsung mulai 5 November hingga 17 November 2026.

  • Penjamin emisi efek dipercayakan kepada PT Henan Putihrai Sekuritas (HP).

  • Masa perdagangan Waran Seri I berjalan 1 Desember 2026–30 November 2028 dengan periode eksekusi mulai 1 Juni 2027.

Profil Usaha Dan Rekam Jejak Operasional Perseroan

PT Andalan Artha Primanusa Tbk merupakan entitas bisnis yang didirikan pada tahun 2014 dan telah menjalankan kegiatan usaha secara komersial selama lebih dari 8 tahun. Fokus utama kegiatan bisnis perseroan adalah menyediakan layanan jasa kontraktor serta solusi dukungan operasional untuk industri pertambangan.

Dalam menjalankan operasionalnya, perseroan mengelola tujuh lokasi operasional strategis yang tersebar di empat provinsi di Indonesia. Keberadaan lokasi operasional tersebut menjadi tulang punggung perseroan dalam melayani para klien korporasi sektor tambang.

Page 1 of 2

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Memuat...

Berita Terupdate

Memuat berita terbaru…