Biar Gak Cuma FOMO! Ini Rahasia Value Investing ala Warren Buffett Biar Cuan Saham Maksimal

Alokasi Portofolio

Alokasi Portofolio(Pinterest/Altus Dicipline)

FA

By Fadliansyah

Publish: 1 Oktober 2026 - 15:24 WIB
Share:

ARASVARA.ID - Dunia investasi saham emang lagi naik daun banget di kalangan anak muda dan masyarakat umum. Tapi jujur aja, masih banyak yang terjun ke bursa cuma karena FOMO (Fear of Missing Out) alias ikut-ikutan tren tanpa tahu strategi yang pas. Padahal, ada satu metode legendaris di pasar modal yang terbukti bikin banyak investor dunia kaya raya, yaitu Value Investing.

Strategi Value Investing pada dasarnya adalah seni berburu saham "salah harga" atau saham diskonan. Prinsip dasarnya sederhana: kamu mencari dan membeli saham dari perusahaan yang memiliki kinerja fundamental bagus, tetapi harganya di bursa saat ini sedang dijual murah atau di bawah nilai wajarnya (intrinsic value).

1. Filosofi Utama: Beli Barang Bagus dengan Harga Diskon

Bayangkan kamu lagi belanja barang branded favoritmu. Pas harga normalnya Rp1 juta kamu tahan diri, tapi pas lagi diskon jadi Rp500 ribu padahal kualitas barangnya tetap sama persis, kamu pasti langsung serbu, kan? Nah, konsep Value Investing bekerja persis seperti itu di pasar saham.

Seorang value investor berfokus menemukan perusahaan yang punya bisnis solid, manajemen terpercaya, dan prospek jangka panjang yang cerah, namun pergerakan harga sahamnya di pasar modal sedang turun akibat sentimen jangka pendek atau kepanikan pasar temporer.

2. Warisan Strategi Investor Legendaris Dunia

Metode Value Investing pertama kali diperkenalkan oleh Benjamin Graham dan David Dodd pada tahun 1930-an melalui buku legendaris mereka. Strategi ini kemudian dipopulerkan secara global oleh murid Graham yang kini menjadi salah satu orang terkaya di dunia, Warren Buffett.

Buffett selalu menekankan filosofi terkenal: "Price is what you pay, value is what you get" (Harga adalah apa yang kamu bayar, sedangkan nilai adalah apa yang kamu dapatkan). Konsep inilah yang menjadi pegangan utama para pemburu saham murah berkualitas.

3. Mengenal Nilai Intrinsik dan Margin of Safety (MoS)

Dalam menerapkan Value Investing, ada dua istilah penting yang wajib kamu pahami:

- Nilai Intrinsik (Intrinsic Value): Nilai nyata atau harga wajar dari suatu perusahaan yang dihitung berdasarkan analisis laporan keuangan, aset, pendapatan, dan potensi pertumbuhan masa depan.

- Margin of Safety (MoS): Selisih antara nilai intrinsik perusahaan dengan harga pasar saham saat ini. Semakin besar tingkat Margin of Safety, semakin kecil risiko kerugian yang kamu tanggung dan semakin tinggi potensi keuntungan di masa depan.

4. Indikator Keuangan Utama untuk Berburu Saham Value

Untuk menentukan apakah suatu saham tergolong undervalued (murah), para value investor biasanya memantau beberapa rasio keuangan utama berikut:

- Price to Earnings Ratio (PER): Perbandingan antara harga saham dengan laba bersih per saham. Nilai PER yang lebih rendah dibanding rata-rata industrinya mengindikasikan harga saham yang relatif murah.

Page 1 of 2

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Memuat...

Berita Terupdate

Memuat berita terbaru…