ARASVARA.ID - Pasar modal Indonesia lagi tinggi banget nih per Rabu, 23 September 2026.
Buat kamu para pemula, anak muda, atau investor kawakan yang ingin pintar nyari cuan di bursa tanpa pusing, jadwal agenda pasar saham hari ini padet banget sama sentimen hangat mulai dari pembagian dividen, aksi tender offer, sampai kabar makro ekonomi global yang bikin harga komoditas ikutan goyang.
Biar gak ketinggalan pesawat, yuk kita bedah informasi paling update dan krusial hari ini dengan santai tapi tetep cermat.
Update Bursa Saham Hari Ini
1. Aksi Korporasi Emiten: Dari Dividen Cair Sampai Isu Delisting
Hari ini jadwal emiten lumayan padat dengan agenda krusial yang bisa langsung ngegerakin harga saham. Buat pemburu passive income, emiten KKGI hari ini memasuki tanggal Cum Dividen dengan pembagian Rp20 per saham.
Sementara itu, buat yang nungguin duit masuk rekening, hari ini ada jadwal pembayaran dividen dari emiten TRIS.
Di sisi lain, ada deretan kabar dari aksi pencatatan dan penawaran tender:
Papan Pemantauan Khusus (FCA): Emiten UNSP resmi keluar/dicabut dari status pemantauan khusus.
Tender Offer Wajib (VTO) & Sukarela: KETR (Rp523 per saham) masuk batas akhir periode penawaran hari ini (28 September 2026). Selain itu ada tawaran penawaran tender sukarela untuk AUTO (Rp3.600/saham), MBSS (Rp2.915/saham), IBST (Rp5.400/saham), SCPI (Rp100.000/saham), SUPR (Rp45.000/saham), dan DPUM.
Rencana Go Private & Delisting: EDGE masuk dalam jajaran emiten yang berada dalam periode tender offer untuk rencana go private di harga Rp11.500 per saham.
M&A dan Integrasi: Bank Danamon (BDMN) dan MUFG Bank terus mematangkan rencana integrasi, serta rumor konsolidasi BFI Finance (BFIN) dengan Bank Jago (ARTO) yang terus dihembuskan pelaku bursa.
2. Pengumuman Suku Bunga BI Rate Jadi Sorotan Utama
Gak cuma dari aksi emiten, dari panggung makro ekonomi dalam negeri, hari ini adalah momen kunci! Bank Indonesia (BI) menyelenggarakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 22–23 September 2026 untuk mengumumkan penetapan BI Rate.
Langkah penetapan suku bunga ini bakal sangat menentukan arah likuiditas pasar modal dan sektor perbankan ke depannya.
Selain pengumuman BI Rate, ada juga Rapat Paripurna DPR RI Ke-6 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026 hingga 2027.
Sementara dari ranah global, perhatian investor tertuju pada rilis Consumer Confidence Flash kawasan Euro, CBI Industrial Trends Orders Inggris, serta pidato pejabat Federal Reserve AS (ADP Employment & Fed Speech).
3. Katalis Pasar: Geopolitik, Fed Hawkish, dan Rebalancing MSCI/FTSE
Kondisi makro global saat ini masih dipengaruhi oleh tensi geopolitik di Timur Tengah yang bikin harga minyak dan komoditas energi naik turun.
