HP China Sepi Peminat! Penjualan Oppo, Xiaomi, hingga Vivo Anjlok Parah di Pasar Smartphone

Penjualan HP Xiaomi, Vivo, dan Oppo turun drastis di pasar Indonesia maupun global. / Ilustrasi

Penjualan HP Xiaomi, Vivo, dan Oppo turun drastis di pasar Indonesia maupun global. / Ilustrasi(Pinterest/Ismazara)

FA

By Fadliansyah

Publish: 13 Oktober 2026 - 23:35 WIB
Share:

ARASVARA.ID - Pasar smartphone global dan domestik kini tengah diguncang fenomena lesunya permintaan terhadap deretan ponsel pintar asal Tiongkok. Merek-merek raksasa seperti Oppo, Xiaomi, hingga Vivo dilaporkan mengalami penurunan angka penjualan yang cukup tajam pada periode perdagangan terbaru.

Melasnsir dari Counterpoint, situasi ini menandai pergeseran tren konsumsi masyarakat yang mulai menahan diri untuk memperbarui perangkat (upgrade) serta memilih mengalokasikan anggaran harian untuk kebutuhan yang lebih prioritas. Konsumen kini cenderung mempertahankan ponsel lama mereka dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Pelemahan penjualan ponsel asal Tiongkok ini menjadi tantangan berat bagi para produsen untuk merumuskan ulang strategi pemasaran serta menghadirkan inovasi yang benar-benar bernilai tambah tinggi di mata konsumen.

Penyebab Utama Anjloknya Penjualan HP China di Pasar Global

Lesunya permintaan ponsel pintar keluaran produsen Tiongkok dipicu oleh kombinasi faktor ekonomi makro serta jenuhnya inovasi produk. Poin-poin pemicunya meliputi:

  • Siklus Penggantian Ponsel yang Makin Panjang: Konsumen kini rata-rata mempertahankan ponsel pintar mereka hingga 24 sampai 36 bulan, meningkat dari era sebelumnya yang hanya 12 sampai 18 bulan.

  • Ketidakpastian Ekonomi dan Inflasi: Tekanan daya beli masyarakat membuat konsumen lebih selektif dalam membelanjakan dana untuk produk elektronik non-primer.

  • Minimnya Lompatan Fitur Baru: Pengguna menilai perbedaan inovasi antargenerasi ponsel tidak lagi terlalu signifikan untuk menjustifikasi pembelian unit baru.

Data Angka Lengkap Penjualan dan Penurunan Pasar di Indonesia

Pasar ponsel di Indonesia yang selama ini menjadi basis kekuatan merek Tiongkok turut merasakan dampak koreksi yang signifikan. Rincian data angka lengkap kinerja penjualannya mencakup:

  • Penurunan Penjualan Ponsel Tiongkok di Indonesia: Total pengiriman (shipment) ponsel pintar merek Tiongkok di pasar Indonesia anjlok hingga 12,5 persen secara tahunan (year-on-year).

  • Penurunan Volume Pengiriman Oppo: Pengiriman produk Oppo mengalami penurunan sebesar 10,8 persen dengan raihan pangsa pasar domestik sebesar 17,2 persen.

  • Koreksi Penjualan Xiaomi: Volume pengiriman Xiaomi terkoreksi tajam hingga 14,2 persen, membuat pangsa pasarnya tersisa 14,5 persen.

  • Penurunan Angka Pengiriman Vivo: Pengiriman ponsel Vivo tercatat turun 11,6 persen dengan penguasaan pangsa pasar sebesar 15,8 persen.

  • Estimasi Rentang Harga Produk Terdampak: Penurunan penjualan paling tajam terjadi pada segmen kelas menengah (mid-range) dengan kisaran harga Rp2.500.000 hingga Rp5.000.000.

Dalam menyikapi penurunan drastis volume penjualan ponsel asal Tiongkok tersebut, Analis Senior Counterpoint, Shilpi Jain. memberikan analisis mendalam mengenai dinamika konsumen saat ini,

"Konsumen kini jauh lebih rasional. Tanpa adanya pembaruan teknologi yang benar-benar revolusioner, masyarakat memilih bertahan dengan perangkat yang ada ketimbang membeli HP baru." ujar dia.

Pandangan tersebut menggarisbawahi bahwa strategi peluncuran produk secara masif tanpa perubahan spesifikasi yang substansial tidak lagi efektif menarik minat pembeli.

Lebih lanjut, Shilpi Jain, menambahkan dampak jangka panjang bagi produsen jika tren penurunan ini berlanjut,

"Produsen ponsel Tiongkok harus memangkas marjin dan mengevaluasi rantai pasok mereka jika ingin mempertahankan pangsa pasar di tengah persaingan yang makin ketat."

Tantangan Berat Produsen Ponsel dalam Menghadapi Persaingan

Adapun, guna keluar dari tekanan penurunan penjualan ini, para produsen ponsel asal Tiongkok dihadapkan pada sejumlah tantangan strategis:

  • Penumpukan Stok di Rantai Distribusi: Menumpuknya unit persediaan di tingkat distributor memaksa produsen melakukan pemotongan harga atau promosi intensif.

  • Persaingan Ketat di Segmen Flagship: Kesulitan menembus dominasi merek papan atas global di segmen premium yang memiliki loyalitas pengguna tinggi.

Langkah Taktis Produsen Ponsel Rebut Kembali Hati Konsumen

Lalu, sejumlah langkah korektif mulai disiapkan oleh produsen ponsel pintar demi memulihkan volume penjualan harian mereka:

  • Fokus Penuh Pada Integrasi Fitur AI: Menghadirkan kemampuan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang praktis dan langsung berguna untuk aktivitas harian pengguna.

  • Pemberian Jaminan Garansi dan Layanan Purna Jual: Memperpanjang masa dukungan pembaruan perangkat lunak (software update) hingga 4 tahun untuk meningkatkan nilai kepercayaan pelanggan.

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Memuat...

Berita Terupdate

Memuat berita terbaru…