Tren Beralih, Gen Z Mulai Tinggalkan Smartphone dan Pilih HP Jadul

Smartphone dan hp jadul

Smartphone dan hp jadul(Pinterest/Jeevan Abbas)

FA

By Fadliansyah

Publish: 6 Oktober 2026 - 23:38 WIB
Share:

ARASVARA.ID - ​Fenomena menarik tengah terjadi di kalangan generasi muda saat ini. Generasi Z yang selama ini dikenal sangat lekat dengan teknologi canggih justru mulai menunjukkan tren baru dengan meninggalkan smartphone canggih mereka dan beralih menggunakan ponsel fitur (dumbphone) atau HP lipat (clamshell) model lama.

​Menurut Jose Briones, perwakilan dari Gen Z, geseran gaya hidup digital ini dipicu oleh meningkatnya kesadaran akan dampak buruk penggunaan smartphone secara berlebihan. Keinginan untuk melakukan digital detox dan mengurangi ketergantungan pada media sosial menjadi alasan utama di balik keputusan anak muda memilih perangkat yang lebih sederhana.

​Adapun, hasil survei menunjukkan bahwa sekitar 60% anak muda mengaku merasa kelelahan secara mental akibat paparan notifikasi yang tiada henti setiap hari. Fenomena kelelahan digital ini mendorong mereka untuk membatasi waktu layar (screen time) harian secara drastis.

​Rata-rata durasi penggunaan smartphone pada kelompok Gen Z sebelumnya bisa menembus angka 6 hingga 7 jam per hari. Dengan beralih ke dumbphone, waktu penggunaan perangkat seluler mereka berhasil ditekan hingga di bawah 2 jam sehari.

​Ponsel fitur yang kembali diminati umumnya hanya memiliki fungsi dasar untuk menelepon, mengirim pesan singkat (SMS), serta mendengarkan musik. Ketiadaan aplikasi media sosial dan gim berat justru dinilai memberikan ketenangan pikiran bagi para penggunanya.

S​elain faktor kesehatan mental, Briones mengatakan, tren beralih ke ponsel jadul ini juga didorong oleh kepedulian terhadap efisiensi waktu dan produktivitas. Banyak Gen Z merasa lebih fokus menyelesaikan pekerjaan maupun studi tanpa gangguan notifikasi aplikasi pesan atau media sosial.

Penjualan ponsel fitur di pasar global pun mencatatkan peningkatan signifikan sebesar 15% pada kuartal ketiga tahun ini. Produsen ponsel lama yang memproduksi kembali model retro mengalami lonjakan permintaan yang cukup tinggi dari konsumen berusia 18 hingga 25 tahun.

​Menariknya, harga ponsel fitur yang terjangkau berada di kisaran Rp300 ribu hingga Rp800 ribu menjadi daya tarik tersendiri. Angka ini jauh lebih hemat dibandingkan harga smartphone kelas menengah hingga atas yang bisa mencapai jutaan rupiah.

​Daya tahan baterai yang luar biasa juga menjadi alasan kepraktisan lainnya. Ponsel lipat atau HP jadul mampu bertahan selama 3 hingga 5 hari dalam sekali pengisian daya, berbeda jauh dengan smartphone yang harus diisi ulang setiap hari.

Selanjutnya, tidak sepenuhnya meninggalkan fungsi internet untuk kebutuhan pekerjaan penting, sebagian besar Gen Z memilih menggunakan smartphone hanya pada jam-jam tertentu dan mengandalkan ponsel fitur untuk aktivitas harian di luar rumah.

​Gaya hidup ini secara perlahan membentuk pola interaksi sosial yang lebih riil dan berkualitas. Anak muda mengaku dapat lebih menikmati momen kebersamaan secara langsung bersama teman dan keluarga tanpa terdistraksi oleh layar ponsel.

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Memuat...

Berita Terupdate

Memuat berita terbaru…