ARASVARA.ID - Memilih skincare yang aman untuk ibu hamil tentu penting untuk diperhatikan pada saat masa kehamilan berlangsung.
Sebab, produk atau rutinitas skincare yang biasanya cocok belum tentu dapat digunakan selama masa kehamilan.
Untuk itu, dengan memilih skincare yang aman untuk ibu hamil, kamu dapat terhindar dari risiko masalah kesehatan yang akan berdampak pada janin.
Meski begitu, bukan berarti semua urutan skincare yang biasanya kamu lakukan harus dihentikan saat hamil.
Menurut American Academy of Dermatology (AAD), ibu hamil tetap bisa merawat kulit dengan menggunakan basic skincare, seperti facial wash, moisturizer, dan sunscreen.
Namun, penting untuk memeriksa produk dan beberapa bahan aktif yang perlu dihindari sebelum menggunakan basic skincare saat hamil.
Lantas, apa saja kandungan skincare yang aman untuk ibu hamil, dan bahan apa saja yang perlu dihindari saat masa kehamilan berlangsung? Berikut informasi lengkapnya.
Kandungan Skincare yang Perlu Dibatasi untuk Ibu Hamil
Sejumlah bahan skincare masih bisa digunakan selama kehamilan dengan batasan tertentu. Namun, keamanan beberapa bahan lainnya belum didukung oleh penelitian yang memadai.
Karena itu, konsultasikan penggunaannya dengan dokter kulit dan perhatikan frekuensi pemakaian agar lebih aman selama kehamilan.
Dilansir dari laman American Academy of Dermatology (AAD), berikut beberapa kandungan skincare yang sebaiknya perlu diperhatikan penggunaannya oleh ibu hamil.
1. Salicylic Acid Konsentrasi Tinggi
Produk dengan konsentrasi di atas 2 persen, terutama peeling atau produk untuk area kulit luas, sebaiknya tidak digunakan tanpa saran dokter.
2. Benzoyl peroxide
Bahan yang dikenal untuk mengatasi jerawat ini perlu dikonsultasikan sebelum digunakan selama kehamilan.
3. Paraben dan Ftalat (Phthalates)
Penting untuk diketahui, paraben dan ftalat (Phthalates) masih digunakan dalam sejumlah produk kosmetik.
Bukti mengenai risiko dari paparan kosmetik sehari-hari masih terbatas, sehingga ibu hamil dapat mendiskusikan kekhawatirannya dengan dokter.
4. Triclosan dan Fenol
Periksa keberadaan bahan ini pada label produk dan konsultasikan jika penggunaannya menimbulkan kekhawatiran.
5. Minyak Esensial
Bahan alami tidak selalu aman untuk kehamilan. Keamanan setiap jenis minyak dan konsentrasinya perlu diperhatikan.
Kandungan Skincare yang Harus Dihindari saat Hamil
Tidak semua bahan aktif dalam skincare cocok digunakan selama kehamilan. Berikut beberapa kandungan yang perlu dihindari atau mendapat perhatian khusus.
1. Retinoid dan Retinol
Retinoid, termasuk retinol, tretinoin, dan tazarotene, banyak ditemukan dalam produk anti-aging dan perawatan jerawat.
Ibu hamil disarankan menghindari bahan ini karena potensi risikonya terhadap janin. Isotretinoin oral diketahui dapat menyebabkan cacat lahir serius.
2. Hydroquinone
Kandungan Hydroquinone pada produk perawatan kulit umumnya digunakan untuk membantu menyamarkan flek hitam dan hiperpigmentasi.
Namun, bahan ini sebaiknya dihindari selama kehamilan karena penyerapannya melalui kulit relatif tinggi dan data keamanannya masih terbatas.
3. Finasteride dan Spironolactone
Kedua bahan ini umumnya digunakan dalam pengobatan rambut rontok atau jerawat. Karena memiliki risiko selama kehamilan, penggunaannya perlu dihindari sesuai rekomendasi medis.
4. Antibiotik Tertentu
Antibiotik seperti tetrasiklin, doksisiklin, dan minosiklin tidak dianjurkan untuk digunakan selama kehamilan karena berpotensi menimbulkan risiko bagi janin. Jika sedang menjalani pengobatan jerawat, konsultasikan alternatifnya dengan dokter.
5. 5-Fluorouracil
Bahan ini merupakan obat topikal yang digunakan untuk menangani kondisi kulit tertentu, termasuk beberapa jenis kanker kulit.
Penggunaannya harus berada di bawah pengawasan dokter dan dihindari selama kehamilan sesuai rekomendasi medis.
Tips Memilih Skincare yang Aman untuk Ibu Hamil
Agar lebih mudah menentukan produk perawatan kulit yang sesuai, perhatikan beberapa hal berikut:
Periksa daftar komposisi, bukan hanya klaim natural atau pregnancy-safe pada kemasan.
Hindari mencoba banyak produk baru sekaligus untuk mengurangi risiko iritasi.
Pilih produk dengan formula sederhana, terutama jika kulit menjadi lebih sensitif.
Beri tahu dokter kandungan atau dokter kulit mengenai skincare dan obat yang sedang digunakan.
Jika telanjur menggunakan produk dengan kandungan yang perlu dihindari, jangan langsung panik.
Hentikan pemakaian dan konsultasikan dengan dokter untuk menilai risiko berdasarkan jenis bahan, konsentrasi, serta frekuensi penggunaan.
Rutinitas Skincare Sederhana untuk Ibu Hamil
Selama kehamilan, ibu hamil disarankan memilih rutinitas perawatan kulit yang praktis dan tidak berlebihan. Berikut langkah yang bisa dilakukan:
Membersihkan wajah: Gunakan pembersih yang lembut hingga dua kali sehari dan setelah berkeringat.
Menggunakan pelembap: Pilih pelembap sesuai jenis kulit untuk membantu menjaga kelembapan dan mengurangi risiko iritasi.
Memakai sunscreen: Gunakan sunscreen spektrum luas dengan SPF minimal 30 setiap pagi. Produk dengan zinc oxide atau titanium dioxide bisa menjadi pilihan, terutama untuk kulit sensitif.
Ibu hamil juga dapat mempertimbangkan produk yang mengandung vitamin C atau glycolic acid untuk membantu merawat warna kulit yang tidak merata.
Kendati demikian, pemilihan bahan aktif tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kulit dan saran tenaga medis.
Demikian rangkuman mengenai kandungan skincare yang aman untuk ibu hamil hingga tips menggunakan urutan skincare untuk ibu hamil.
