ARASVARA.ID - Munculnya jerawat di dagu sering kali membuat seseorang kurang percaya diri, apalagi jika kondisi tersebut datang berulang di area yang sama.
Penyebab jerawat di dagu tidak selalu soal hormon, bisa juga berkaitan dengan produksi minyak berlebih dan pori-pori yang tersumbat.
Kabar baiknya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi jerawat di dagu dan merawat kulit agar tetap sehat.
Lantas, apa penyebab jerawat yang timbul di area dagu dan bagaimana cara mengatasinya? Simak informasi lengkapnya berikut ini.
Penyebab Jerawat di Dagu
Dilansir dari laman National Health Sercive, jerawat dapat disebabkan oleh munculnya folikel rambut atau minyak berlebih dan sel kulit mati.
Kondisi ini dapat memicu pertumbuhan bakteri yang menyebabkan peradangan, kemerahan, hingga terbentuknya nanah.
Adapun beberapa faktor yang dapat memicu munculnya jerawat pada wajah, di antaranya:
Perubahan hormon, misalnya saat pubertas, menstruasi, menopause, atau kehamilan.
Kondisi medis tertentu, seperti Polycystic Ovary Syndrome atau Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS) dan rosacea.
Penggunaan obat-obatan tertentu yang dapat memicu timbulnya jerawat.
Produk perawatan kulit dan rambut yang meningkatkan minyak pada kulit atau berpotensi menyumbat pori-pori.
Meski demikian, jerawat yang tumbuh di area dagu tidak selalu disebabkan oleh hormon. Sebab, kondisi kulit dan pola hidup sehari-hari juga bisa memengaruhi.
Cara Mengatasi Jerawat di Dagu
Untuk mengatasi jerawat yang muncul di dagu, berikut beberapa langkah sederhana yang bisa kamu lakukan untuk membantu menghilangkan jerawat di dagu.
1. Bersihkan Wajah secara Teratur
Cuci wajah dua kali sehari menggunakan pembersih yang lembut, terutama setelah berkeringat. Hindari menggosok kulit terlalu keras karena bisa memperparah iritasi.
2. Pilih Skincare dengan Bahan Aktif yang Tepat
Beberapa bahan aktif dapat membantu mengatasi jerawat, seperti salicylic acid untuk pori-pori tersumbat dan benzoyl peroxide untuk jerawat meradang.
Ada juga azelaic acid yang dapat membantu mengatasi jerawat sekaligus menyamarkan noda bekasnya.
Gunakan satu bahan aktif terlebih dahulu sesuai petunjuk pemakaian. Hindari mencampurkan terlalu banyak produk antijerawat jika kulit belum terbiasa.
3. Gunakan Pelembap dan Sunscreen
Kulit berjerawat tetap membutuhkan pelembap. Pilih produk berlabel non-comedogenic agar tidak mudah menyumbat pori-pori.
Jangan lewatkan sunscreen dengan SPF minimal 30 pada pagi hari. Perlindungan dari sinar matahari membantu mencegah noda bekas jerawat semakin gelap.
4. Jangan Memencet Jerawat
Memencet jerawat justru bisa memperparah peradangan dan meningkatkan risiko bekas luka. Sebaiknya biarkan jerawat pulih dengan perawatan yang tepat.
Jika jerawat terasa sakit, muncul benjolan besar, atau terus berulang, segera konsultasikan keluhan tersebut dengan dokter kulit.
Berapa Lama Jerawat di Dagu Bisa Hilang?
Penting untuk diketahui, masalah kulit seperti jerawat yang timbul di area wajah tidak bisa hilang secara instan.
Perawatan yang tepat biasanya membutuhkan waktu sekitar 6–8 minggu untuk menunjukkan perbaikan, meski hasilnya bisa berbeda pada setiap orang.
Jika jerawat semakin parah, meninggalkan bekas luka, atau tidak membaik setelah perawatan mandiri, sebaiknya periksakan diri ke dokter kulit.
FAQ Seputar Jerawat di Dagu
Apakah jerawat di dagu selalu disebabkan oleh hormon?
Tidak. Jerawat di dagu juga bisa dipicu oleh pori-pori tersumbat, peradangan, dan penggunaan produk yang tidak sesuai.
Apakah pasta gigi bisa menghilangkan jerawat?
Tidak disarankan. Pasta gigi dapat menyebabkan iritasi dan bukan produk yang diformulasikan untuk mengatasi jerawat.
Demikian informasi mengenai penyebab jerawat di dagu, dan cara mengatasinya dengan langkah-langkah sederhana.
