ARASVARA.ID - Rambut rontok merupakan masalah yang cukup umum dialami perempuan maupun laki-laki. Kondisi ini bisa terlihat ketika helaian rambut menumpuk di sisir, tertinggal di bantal, atau menyumbat saluran air setelah keramas.
Meski tidak selalu menandakan masalah serius, rambut rontok yang terjadi terus-menerus perlu diperhatikan karena dapat berkaitan dengan kondisi tubuh, kebiasaan sehari-hari, hingga cara merawat rambut.
Salah satu langkah awal untuk mengatasi rambut rontok adalah dengan mengenali faktor yang mungkin menjadi pemicunya.
Kerontokan dapat dipengaruhi oleh perubahan hormon, stres, kekurangan nutrisi tertentu, faktor genetik, maupun kebiasaan menata rambut yang memberikan tekanan berulang pada akar rambut.
Karena penyebabnya beragam, mengganti sampo atu mencoba produk hair care baru belum tentu menjadi solusi yang tepat untuk setiap orang.
Kabar baiknya, ada beberapa cara merawat rambut rontok yang bisa dimulai dari rutinitas sederhana.
Namun, penting untuk memahami bahwa perawatan harian membantu menjaga kesehatan rambut, sedangkan kerontokan yang berlebihan mungkin membutuhkan pemeriksaan dan penanganan medis.
Apa Saja Penyebab Rambut Rontok?
Sebelum mencoba berbagai produk perawatan rambut, kenali terlebih dahulu faktor yang dapat menyebabkan kerontokan pada rambut. Berikut beberapa penyebab yang mungkin terjadi atau kerap dialami sebagian orang.
1. Stres dan Perubahan Kondisi Tubuh
Tekanan pekerjaan, masalah pribadi, kurang istirahat, atau peristiwa yang menguras emosi dapat memengaruhi siklus pertumbuhan rambut.
Pada sebagian orang, stres fisik maupun emosional dapat memicu telogen effluvium, yaitu kondisi ketika lebih banyak rambut memasuki fase istirahat dan kemudian rontok.
2. Perubahan Hormon dan Faktor Genetik
Perubahan hormon, termasuk setelah melahirkan atau selama kondisi medis tertentu juga dinilai dapat memengaruhi pertumbuhan rambut.
Selain itu, faktor genetik juga berperan dalam pola penipisan rambut yang dapat berkembang secara bertahap.
Jika rambut terlihat semakin tipis, belahan rambut melebar, atau garis rambut berubah, jangan langsung menganggapnya sebagai akibat salah menggunakan produk.
3. Asupan Nutrisi yang Tidak Seimbang
Tak hanya tubuh, rambut juga membutuhkan asupan nutrisi yang cukup untuk mendukung pertumbuhannya.
Pola makan yang terlalu ketat, penurunan berat badan secara drastis, atau kekurangan zat gisi tertentu seperti zat besi dan protein juga dapat menyebabkan kerontokan.
Alih-alih langsung mengonsumsi suplemen penumbuh rambut, perhatikan terlebih dahulu keseimbangan makanan sehari-hari.
Suplemen sebaiknya digunakan sesuai kebutuhan, terutama jika terdapat kekurangan nutrisi yang telah dievaluasi oleh tenaga kesehatan.
4. Kebiasaan Menata Rambut Terlalu Sering
Mengikat rambut telalu kencang, sering melakukan bleaching, atau menggunakan alat styling panas secara berlebihan juga dapat merusak batang rambut.
Tarikan berulang pada rambut juga berisiko menyebabkan traction alopecia, yaitu kerontokan akibat tekanan yang berlangsung terus-menerus.
Dalam kondisi ini, rambut bisa tampak menipis di area yang sering tertarik, misalnya sekitar garis rambut. Jika dibiarkan, kerusakan akibat tarikan yang berkepanjangan berpotensi menjadi permanen.
Cara Mengatasi Rambut Rontok
Seperti yang kita tahu, tidak ada satu metode yang efektif untuk semua penyebab rambut rontok. Namun, beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi kerontokan dan menjaga rambut tetap sehat.
1. Merawat Rambut dengan Produk Hair Care yang Tepat
Cara pertama yang bisa kamu lakukan adalah dengan membersihkan kulit kepala sesuai kebutuhan dan jenis rambut.
Gunakan sampo yang tepat, aplikasikan kondisioner pada bagian rambut yang memerlukan kelembapan, dan hindari menggosok rambut secara agresif saat keramas.
2. Perhatikan Asupan Protein dan Zat Gizi
Pastikan pola makanan sehari-hari mencakup sumber protein, sayuran, buah, serta makanan lain yang mengandung zat gizi.
Telur, ikan, daging, kacangan-kacangan, dan tahu tempe bisa menjadi pilihan sumber protein sesuai kebutuhan dan preferensi.
Jika kerontokan berkaitan dengan kekurangan nutrisi, memperbaiki asupan dapat menjadi bagian penting dari penanganan rambut rontok.
Namun, hindari mengonsumsi vitamin atau mineral dosis tinggi tanpa indikasi karena kelebihan beberapa zat gizi justru dapat memperburuk kerontokan.
3. Kurangi Tarikan dan Proses Kimia Berlebihan
Berikan jeda jika rambut sering mengalami bleaching, pelurusan kimia, atau penataan yang membuat batang rambut rapuh.
Pilih gaya rambut yang tidak menarik akar terlalu kuat dan hindari mengulang proses kimia ketika rambut masih mengalami kerusakan.
4. Kelola Stres dan Jaga Pola Hidup
Menjaga kesehatan rambut juga berarti memperhatikan kondisi tubuh secara keseluruhan. Untuk itu, usahakan memiliki jadwal tidur teratur, lakukan aktivitas fisik, dan sediakan waktu untuk beristirahat dengan cukup.
Kebiasaan untuk menjaga pola hidup sehat dan teratur mampu mendukung kesehatan secara umum, namun bukan berarti kerontokan rambut akan langsung berhenti.
Jika kerontokan dipicu oleh stres, pemulihannya dapat memerlukan waktu setelah pemicunya terkendali.
5. Periksa ke Dokter jika Kerontokan Berlanjut
Konsultasikan kondisi rambut jika kerontokan terjadi secara mendadak, membentuk area pitak, disertai rasa nyeri atau peradangan kulit kepala, atau terus berlangsung tanpa penyebab yang jelas.
Dokter dapat menilai pola kerontokan, riwayat kesehatan, obat yang digunakan, serta faktor lain yang relevan dan menjadi penyebab rambut rontok.
Penanganan yang tepat bergantung pada penyebabnya, sehingga diagnosis lebih bermanfaat daripada mencoba berbagai produk perawatan rambut secara acak.
Demikian beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang rambut rontok, mulai dari penyebab hingga cara merawatnya.
