Mengenal Parasocial Relationship, Ikatan Emosional Satu Arah Antara Fans dan Idola

Ilustrasi seorang penggemar yang menikmati keseharian idol melalui media sosial.

Ilustrasi seorang penggemar yang menikmati keseharian idol melalui media sosial.(Pinterest/Mum Central)

FF

By Farida Fakhira

Publish: 12 Oktober 2026 - 18:59 WIB
Share:

ARASVARA.ID - Seperti yang kita tahu, media sosial menjadi salah satu platform yang membuat jarak antara idola dan penggemar terasa semakin tipis.

Lewat vlog, siaran langsung, unggahan keseharian di media sosial, hingga pesan di aplikasi fandom, penggemar dapat mengikuti aktivitas publik figur mereka hampir setiap hari.

Intensitas paparan ini dapat memunculkan rasa akrab dan ikatan emosional, meski hubungan tersebut tidak benar-benar berlangsung dua arah.

Perasaan seperti itulah yang dikenal dengan istilah parasocial relationship atau hubungan parasosial antara penggemar dengan idola.

Fenomena ini semakin menarik untuk dibahas lantaran, penggemar dapat dengan mudah mengikuti keseharian idola mereka melalui Instagram, TikTok, YouTube, hingga aplikasi komunikasi khusus penggemar.

Meski begitu, merasa dekat dengan idola bukan berarti seseorang mengalami masalah psikologis. Hubungan parasosial juga bisa menjadi sumber hiburan, inspirasi, dan rasa kebersamaan.

Apa Itu Parasocial Relationship?

Parasocial relationship sendiri merupakan hubungan emosional yang dirasakan seseorang terhadap publik figur atau karakter media tanpa adanya hubungan personal yang setara dan timbal balik.

Istilah tersebut digunakan dalam psikologi dan studi media untuk menjelaskan mengapa seseorang bisa merasa akrab dengan orang yang sebenarnya tidak mengenalnya secara pribadi.

Contohnya, seseorang yang rutin menonton konten seorang idol K-Pop, mengikuti perjalanan kariernya, dan mendengarkan cerita yang dibagikan melalui siaran langsung.

Perasaan dekat tersebut bisa terasa nyata bagi penggemar, meskipun informasi yang mereka ketahui hanya berasal dari konten yang dibagikan kepada publik.

Menurut penjelasan dalam literatur psikologi, hubungan parasosial tidak selalu bersifat romantis. Ikatan ini juga dapat menyerupai rasa kagum, kedekatan emosional, atau perasaan memiliki figur yang dianggap menginspirasi.

Dengan kata lain, parasocial relationship bukan sekedar menyukai seseorang selebritas saja. Fenomena ini berkaitan dengan bagaimana seseorang membangun ikatan emosional melalui paparan media secara berulang.

Contoh Parasocial Relationship

Umumnya, hubungan parasosial dapat ditemukan dalam berbagai bentuk hiburan. Berikut beberapa contoh yang dekat dengan kehidupan para penggemar di masa kini.

1. K-Pop dan Aplikasi Komunikasi Penggemar

Dalam fandom K-Pop, penggemar dapat mengikuti aktivitas idolanya melalui unggahan media sosial, siaran langsung, konten di balik layar, hingga aplikasi komunikasi khusus.

Ketika seorang idol membagikan cerita kesehariannya atau menyapa penggemar, sebagian orang dapat merasa seolah-olah sedang berkomunikasi dengan teman dekat.

Perasaan tersebut dapat semakin kuat apabila penggemar rutin mengikuti konten yang sama dalam waktu lama.

Namun, komunikasi yang ditujukan kepada komunitas penggemar tidak selalu berarti idol mengenal setiap orang secara individual.

2. Aktor, Penyanyi, dan Selebriti Favorit

Hubungan parasosial juga dapat muncul ketika seseorang mengikuti perjalanan karier seorang aktor, musisi, atau selebriti tertentu.

Misalnya, ketika kamu menyukai seorang aktor sejak serial pertamanya, mengikuti wawancara, dan menonton setiap proyek terbarunya.

Hubungan parasosial tersebut terbangun ketika kamu mungkin merasa bangga ketika kariernya berkembang atau turut merasakan sedih apabila sang aktor menghadapi masa sulit.

3. Kreator Konten dan Influencer

Sebagaimana yang kita ketahui, kreator konten sering kali membagikan rutinitas keseharian mereka, opini, pengalaman pribadi, hingga cerita sehari-hari.

Gaya komunikasi yang santai dinilai dapat membuat para penontonnya merasa sedang mendengarkan cerita seorang teman.

Akibatnya, pengikut mungkin merasa mengenal kreator tersebut meski hubungan mereka sebenarnya tidak berlangsung secara personal dan timbal balik.

4. Karakter Film, Drama, dan Anime

Hubungan parasosial tidak terbatas pada orang sungguhan saja. Seseorang juga dapat membangun ikatan emosional dengan karakter fiksi.

Contohnya, penonton merasa terhubung dengan karakter drama yang memiliki pengalaman serupa atau merasa kehilangan setelah serial favorit berakhir.

Cerita atau perjalanan karakter dari film, drama, maupun serial animasi dapat meninggalkan kesan emosional yang kuat bagi para penontonnya.

Parasocial relationship menunjukkan bahwa hubungan manusia dengan media bisa melibatkan emosi yang lebih dalam daripada sekedar menonton atau menikmati hiburan.

Demikian ulasan tentang parasocial relationship yang kerap terjadi dalam dunia hiburan, termasuk di kalangan penggemar K-Pop hingga selebriti papan atas.

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Memuat...

Berita Terupdate

Memuat berita terbaru…