ARASVARA.ID - Bagi kamu kalangan Gen Z istilah Boundaries kerap kali ditemukan ketika melakukan scrolling media sosial dengan berbagai maksud dan pemahaman tertentu.
Melansir dari Alodokter, Boundaries merupakan batasan tertentu terhadap seseorang ketika melakukan interaksi untuk melindungi mental kesehatan.
Tentunya seseorang yang memiliki boundaries akan disebut sebagai greenflag, sementara jika tidak memilikinya akan dianggap redflag.
Apa Itu Boundaries?
Secara bahasa Indonesia, Boundaries artinya batasan dan dalam bahasa gaul gen z berarti batasan pribadi yang ditetapkan agar orang lain tahu apa yang boleh dan tidak diperbolehkan untuk dilakukan kepada pasangan.
Batasan ini biasanya menyangkup beberapa hal terkait waktu, tenaga, perasaan, privasi, ruang pribadi hingga urusan keuangan.
Dengan begitu biasanya seseorang akan memberikan batasan tertentu terhadap seseorang ketika menjalin komunikasi.
Mengapa Boundaries Sering Digunakan Gen Z?
Berawal dari media sosial yang menyebarkan arti dan maksud dari boundaries hingga membuat banyak orang menggunakannya.
Hal ini dilakukan oleh gen z untuk bisa meningkatkan kesadaran mental tanpa membuatnya harus overthinking, burnout hingga kelelahan emosional.
Dengan begitu membuat banyak orang yang hidup tidak enakan menjadi santai ketika menerapkan istilah tersebut.
Jenis Boundaries
Melansir dari Praktiqu terdapat enam jenis boundaries yang bisa diterapkan dalam hubungan:
1. Fisik
Menerapkan jabat tangan dan tidak langsung berpelukan terhadap seseorang yang baru dikenal.
2. Emosional
Tidak menerapkan seseorang menjadi tempat curhat dan menerima ucapan dalam bentuk merendahkan.
3. Material
Menolak meminjamkan uang atau barang yang tidak ingin dipinjamkan kepada orang lain.
4. Waktu
Meminta kepada orang lain untuk tidak menelpon saat waktu istirahat dan bekerja.
5. Intelektual
Berikan kebebasan dan penilaian terhadap diri sendiri untuk menjadi lebih baik.
6. Media Sosial
Mengatur penggunaan media sosial terkait dirimu sendiri yang bisa membuat kamu meningkatkan batasan.
Cara Menetapkan Boundaries
Melansir dari laman Binus Psychology, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menetapkan boundaries:
1. Gunakan Komunikasi Asertif
Komunikasi asertif harus dilakukan untuk menyampaikan kebutuhan dan ketidaknyamanan secara jujur tanpa mengabaikan perasaan orang lain.
2. Alasan Tidak Bertele-tele
Jangan merasa bersalah ketika memberikan alasan untuk menerapkan batasan guna membuat kondisi hati menjadi lebih baik.
3. Katakan Tidak
Membangun dan mempertahankan batasan harus bisa dimulai dari mengatakan tidak terhadap setiap persoalan.
Dengan menerapkan hal tersebut, tentunya kamu bisa hidup lebih baik dengan berbagai manfaat yang ada.
Manfaat Menerapkan Boundaries
Menilik dari berbagai sumber, kamu bisa membangun batasan untuk membantu mencegah toxic relationship dan menjaga kesejahteraan psikologis.
Batasan yang tidak jelas biasanya membuat seseorang merasakan burnout hingga situasi stres berlebih.
Jamil Zaki seorang Profesor Psikologi Stanford dengan lantang menjelaskan kritik terhadap pemakaian terapi berbicara untuk membenarkan menarik diri dari pergaulan.
Dengan begitu, biasanya jarang ada masalah muncul diakibatkan dari rasa tidak enak terhadap suatu penolakan.
Kesimpulan
Boundaries merupakan bahasa gaul gen z yang mengartikan batasan pribadi untuk menjaga kenyamanan, waktu, tenaga hingga kesehatan mental.
Kamu harus bisa menerapkan untuk bisa menghindari stress dan burnout terhadap suatu masalah.
Sekian informasi terkait apa itu boundaries yang bisa kamu temui melalui artikel ini selengkapnya.
Dapatkan informasi dan berita terupdate melalui arasvara.id
