ARASVARA.ID - Belakangan ini, banyak orang yang merasa terjebak dalam toxic relationship, sehingga menjadi korban kekerasan, baik secara verbal maupun fisik.
Tidak jarang, korban merasa kesulitan untuk keluar dari hubungan tersebut dengan berbagai alasan, seperti rasa takut, ketergantungan hidup, hingga harapan akan adanya perubahan ke arah lebih baik.
Namun, tidak semua hubungan pantas untuk dipertahankan, terlebih lagi jika sosok tersebut ternyata memiliki karakteristik redflag, bukan greenflag. Simak artikel ini sampai akhir.
Apa Itu Toxic Relationship?
Toxic relationship adalah hubungan yang merugikan salah satu pihak atau bahkan keduanya, baik secara emosional, mental, maupun fisik.
Istilah ini tidak hanya berlaku dalam konteks asmara saja, melainkan bisa juga terjadi pada pertemanan, keluarga, hingga lingkungan sekitar.
Hubungan ini bisa membuat seseorang merasa tidak nyaman dan kehilangan keamanan saat berinteraksi karena khawatir merusak ikatan yang telah terjalin tersebut.
Terkadang, pelaku yang diduga menjadi penyebab terbentuknya toxic relationship tidak sadar atas perilakunya sendiri. Sehingga, tidak merasa ada yang salah dan perlu diperbaiki dalam hubungannya.
Meski demikian, hubungan tersebut tidak bisa dibiarkan terus-menerus karena memiliki dampak yang cukup serius bagi keberlangsungan setiap individu yang ada di dalamnya.
Apa Saja Ciri-Ciri Toxic Relationship?
Melansir dari akun TikTok @R.Widhi Psikologkendal, membagikan beberapa ciri-ciri hubungan yang tidak sehat, sehingga perlu dipertimbangkan ulang keberlangsungnya. Simak sebagai berikut:
1. Mengalami Kelelahan Mental
Apabila ikatan yang terjalin sering menjadi penyebab seseorang merasa lelah secara mental seperti overthingking, kekhawatiran berlebih, hingga takut dalam menyampaikan isi hati, bisa menjadi sinyal bahwa ada masalah di dalamnya.
Sehingga perlu ditangani lebih lanjut melalui diskusi terbuka antara kedua belah pihak.
2. Kontrol Berlebihan
Mengontrol orang lain secara berlebihan bisa menjadi tanda bahwa terdapat permasalahan dalam hubungan, terlebih lagi jika membatasi ruang gerak setiap individu yang menjalaninya.
3. Menjatuhkan Harga Diri
Sering melakukan tindakan yang bisa menjatuhkan harga diri seseorang dalam bentuk apapun, termasuk jika dibungkus dengan becandaan.
Apabila dibiarkan dapat mendoktrin pola pikir dan penilaian terhadap diri sendiri, bahkan tidak jarang mempertanyakan nilai diri dan mengharapkan validasi dari orang lain.
4. Tidak Mendapatkan Dukungan
Hubungan biasanya menjadi wadah untuk saling mendukung potensi diri setiap individu didalamnya. Namun, dalam toxic relationship tidak akan menemukan manfaat tersebut.
Melainkan menjadi tempat untuk saling menjatuhkan hingga membuat salah satu merasa tidak bisa berkembang menjadi lebih baik.
5. Komunikasi Kurang Baik
Adanya komunikasi yang kurang baik dalam hubungan yang sedang dijalani. Sehingga gagal dalam memahami dan mengerti sudut pandang satu sama lain.
6. Manipulasi
Sering memanipulasi atau mengendalikan seseorang dengan memanfaatkan sisi emosionalnya bisa menjadi salah satu tanda adanya toxic relationship.
7. Merasa Tidak Aman
Orang yang berada dalam toxic relationship sering merasa tidak aman saat menjalaninya. Pikirannya dipenuhi dengan rasa takut dan khawatir demi menjaga suasana hati lawan bicaranya.
Apa Saja Dampak Toxic Relationship?
Melansir dari penelitian yang dilakukan oleh Ageng Saepudin dan Ranti Kivania dalam jurnal Penelitian Bisnis dan Manajemen, vol. 2, no. 1 tahun 2024, menyatakan bahwa terdapat lima dampak bahayanya hubungan tidak sehat, yaitu:
1. Kehilangan Kepercayaan Diri
Saat berada di hubungan yang kurang sehat biasanya sering diperlakukan tidak baik seperti dikritik, diremehkan, hingga diragukan kemampuan dirinya.
Perilaku tersebut bisa mengikis kepercayaan diri sendiri secara perlahan, sehingga korban takut untuk mengambil keputusan maupun tindakan dalam hidupnya.
2. Menimbulkan Trauma
Pengalaman yang menyakitkan seperti dibentak, diancam, hingga disakiti baik secara fisik maupun mental dapat menimbulkan trauma.
Trauma tersebut bisa mempengaruhi kehidupan korban di masa mendatang, sehingga sulit untuk percaya dan tidak merasa aman.
3. Menutup Diri
Biasanya, orang yang berada dalam hubungan toxic cenderung menutup diri dari lingkungannya untuk menghindari perdebatan. Karena, mereka cenderung dikontrol dan dibatasi pergaulannya oleh pasangan.
Ada juga yang menjauh dengan orang lain karena merasa malu, tidak berharga, hingga minder saat berada dalam perkumpulan.
4. Merasa Kurang Terhadap Dirinya Sendiri
Rasa percaya diri yang semakin terkikis membuat seseorang sering merasa kurang dan menganggap rendah dirinya sendiri.
Sehingga, ia sering mempertanyakan nilai dirinya, jika tidak dapat menemukan jawaban cenderung menyalahkan diri sendiri.
5. Memicu Stres
Berada dalam hubungan yang tidak sehat membuat seseorang merasa tidak aman, sehingga tubuhnya selalu dalam mode siaga.
Mode tersebut bisa memicu stres berkepanjangan hingga mengalami gangguan tidur, perubahan suasana hati, bahkan anxiety.
Bagaimana Cara Menghadapi Toxic Relationship?
Menurut dr. Elvine Gunawan, Sp. KJ dalam channel Youtube @radityadika, menyatakan bahwa jika tidak memiliki kemampuan untuk pergi dari orang redflag, bisa lakukan beberapa cara berikut ini:
1. Mengenali Sosok Lawan Bicara
Amati kepribadian orang yang dianggap toxic agar dapat memahaminya, mulai dari perilaku, kebiasaan, hingga sisi emosionalnya.
Dengan begitu, kamu bisa mengetahui tindakan apa yang harus dilakukan untuk mengamankan diri sendiri serta menghindari hal yang tidak diinginkan.
2. Tidak Melakukan Perlawanan
Tidak melakukan perlawanan bukan berarti pasrah saat diperlakukan semena-mena, melainkan menghindari perdebatan dan manipulasi dari pelaku.
Kamu bisa memilih untuk diam hingga emosinya mereda, kemudian diskusikan saat kondisi jauh lebih tenang.
3. Siapkan Finansial
Pada umumnya, alasan seseorang bertahan dalam hubungan tidak sehat yaitu karena faktor finansial. Dengan begitu, siapkan anggaran yang dimiliki sebagai modal untuk lepas dari sosok tersebut.
Sementara itu, melansir dari akun TikTok @Indah SJ, M.Psi, membagikan tips bagi kamu yang ingin keluar dari toxic relationship, yaitu:
1. Menyadari Tujuan Menjalin Hubungan
Kamu bis mengingat Kembali tujuan dari membangun relationship dengan orang tersebut. Apabila keadaan yang terjadi justru jauh dari tujuan awal, pertimbangkan hubungan tersebut.
2. Catat Kelebihan dan Kekurangan Pasangan
Dengan mencatat kelebihan dan kekurangan pasangan, kamu dapat karakter sang kekasih dan menyesuaikannya serta memasang boundaries dalam hubungan.
3. Sadari Nilai Diri
Toxic relationship bisa menghilangkan kepercayaan diri. Lakukan refleksi untuk menyadari nilai diri. Dengan begitu, kamu bisa memantapkan hati untuk pergi dari lingkungan yang kurang baik.
4. Interaksi dengan Orang-Orang yang Bisa Dipercaya
Bangun kembali hubungan dan interaksi dengan orang-orang yang bisa kamu percaya agar menumbuhkan pemikiran positif dan merasakan ketenangan saat mengambil keputusan untuk pergi.
Toxic relationship dapat membuat seseorang merasa tidak dihargai, kehilangan kepercayaan diri, hingga sulit berkembang. Karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda hubungan yang tidak sehat dan berani menetapkan batasan dalam menjalin relasi.
Jika berbagai upaya untuk memperbaiki hubungan tidak membuahkan hasil, jangan ragu mencari dukungan dari orang yang dipercaya atau tenaga profesional.