ARASVARA.ID - Membeli mobil bekas tidaklah cukup hanya dengan memeriksa kondisi mesin, interior, dan eksterior saja.
Calon pembeli juga perlu memastikan bahwa mobil bekas yang dibeli tidak memiliki riwayat kecelakaan yang berpotensi menimbulkan masalah di kemudian hari.
Pasalnya, mobil bekas yang pernah mengalami kecelakaan mungkin saja sudah diperbaiki sehingga tampilannya terlihat mulus jika dilihat oleh kasat mata.
Namun, beberapa komponen mobil dapat menunjukkan bekas benturan atau perbaikan yang telah dilakukan sebelumnya.
Lantas, bagaimana cara mengetahui kendaraan pernah mengalami kecelakaan? Berikut ulasan lengkapnya.
Cara Mengetahui Mobil Bekas Kecelakaan
1. Periksa Sealer pada Pintu Mobil
Salah satu komponen yang bisa calon pembeli periksa adalah sealer atau lapisan perekat pada sambungan panel bodi kendaraan.
Apabila sealer terlihat tidak rata, pecah, atau memiliki tekstur berbeda dari bagian lain, ada kemungkinan jika area tersebut telah mengalami perbaikan.
Umumnya, lapisan perekat pada sambungan panel bodi mobil bawaan pabrik memiliki pola yang lebih konsisten.
Kendati demikian, kondisi sealer sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya patokan untuk menentukan riwayat apakah kendaraan tersebut pernah kecelakaan atau tidak.
2. Cek Kondisi Pilar A, B, dan C
Tak hanya sealer, ketiga pilar kendaraan juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan pada saat ingin membeli mobil bekas.
Seperti yang diketahui, ketiga pilar tersebut merupakan struktur penyangga bodi yang berfungsi untuk melindungi penumpang saat berkendara.
Untuk dapat mengetahui apakah kondisi pilar masih layak atau tidak, calon pembeli bisa melihat apakah terdapat bekas las ulang, dempul, atau perubahan bentuk yang tidak biasa.
Apabila ditemukan tanda perbaikan yang tidak wajar pada ketiga pilar kendaraan, maka calon pembeli perlu mencurigai adanya benturan sebelumnya.
3. Perhatikan Kondisi Kaca Depan dan Belakang
Selain memeriksa pilar kendaraan, calon pembeli juga perlu memeriksa kaca depan dan belakang kendaraan, serta perhatikan kode produksi, kondisi pemasangan, serta kerapian perekat di sekelilingnya.
Jika salah satu kaca tampak lebih tua atau terlihat ada tanda pernah dilepas, kemungkinan komponen tersebut sudah diganti.
Namun, penggantian kaca tidak selalu disebabkan oleh kecelakaan. Kaca bisa saja retak karena terkena benda keras atau alasan lainnya.
4. Periksa Ketebalan Cat Mobil
Mobil yang pernah mengalami tabrakan biasanya memerlukan perbaikan bodi dan cat ulang. Untuk mengetahuinya, calon pembeli dapat melihat perbedaan warna, tekstur, dan ketebalan cat pada masing-masing panel.
Pengecekan yang lebih tepat bisa dilakukan dengan menggunakan alat pengukur ketebalan cat atau coating thickness gauge.
Perlu diingat bahwa ketebalan cat yang normal bervariasi tergantung pada merek, model, dan bagian dari kendaraan.
Oleh karena itu, hasil pengukuran sebaiknya dibandingkan di antara panel, bukan hanya berdasarkan satu angka sebagai acuan untuk semua mobil.
5. Rasakan Kestabilan Mobil saat Dikendarai
Pemeriksaan terakhir bisa dilakukan melalui test drive. Coba kendarai mobil di jalan yang aman dan perhatikan respons kemudi serta kestabilan kendaraan.
Jika mobil cenderung menarik ke satu sisi, setir bergetar, atau muncul suara tidak wajar dari bagian kaki-kaki, kondisi tersebut perlu diperiksa lebih lanjut.
Gejala tersebut memang tidak selalu menunjukkan bekas kecelakaan. Namun, masalah pada suspensi, sistem kemudi, hingga kemungkinan kerusakan struktur kendaraan perlu dipastikan sebelum transaksi dilakukan.
Demikian ulasan mengenai cara mengetahui apakah mobil bekas yang akan dibeli pernah mengalamai kecelakaan atau tidak.
