Oleh Pemimpin Redaksi Arasvara Sutiyono
JUDI Online (Judol) Toto Gelap (Togel) adalah penyakit sosial akut yang dari masa ke masa sangat sulit diberangus.
Judi Online yakni segala aktivitas taruhan atau permainan dengan menggunakan uang yang dilakukan melalui jaringan baik via situs maupun aplikasi di smart phone.
Berbeda dengan judi konvensional, judol seringkali dijalankan oleh mesin yang berbasis algoritma sehingga kemenangan pemain sudah diatur atau dimanipulasi oleh sistem.
Baca Juga:
Top 3 Zodiak Berjiwa Sosial Tinggi, Cek Apakah Kamu Ada di Sini?
Sementara itu Togel bentuk perjudian lotere atau tebak angka yang mengharuskan pemain memilih deretan angka tertera untuk diundi. Pemain yang tebakannya cocok dengan hasil undian akan mendapatkan hadiah uang.
Pemain biasanya menebak kombinasi angka yang umumnya berupa dua angka, tiga angka, dan empat angka.
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memaparkan perputaran dana judol sangat gede. Misalnya pada tahun 2025 mencapai Rp 286, 84 triliun yang melibatkan 442 juta transaksi.
Baca Juga:
Lagu “Cincin” Hindia Mencapai 500 Juta Streaming di Spotify, Ini Makna dan Liriknya!
Meski Judi Online sudah merangsek ke kehidupan masyarakat pedesaan, tetapi pemain yang keranjingan permainan judi jenis ini adalah di perkotaan seperti Jabodetabek dan kota- kota lainnya.
PPATK melansir sebaran judol selama tahun 2025 di Jabodetabek. Hasil pemetaan pada tingkat kecamatan ternyata Cengkareng, Jakarta Barat adalah wilayah dengan pemain judol paling banyak.
Adapun profil peman judol di Indonesia yakni kelompok usia 20 sampai 30 tahun menjadi kelompok dengan prevalansi tertinggi. Disusul usia 31 sampai 40 tahun. Mayoritas pemain judol kaum laki-laki.
Baca Juga:
Aldi Taher Berseteru dengan Baskara Putra Hindia Demi Membela Kameramen
Pemasang togel maupun judol sudah dipastikan kalah. Baik konvensial maupun daring menggunakan algoritma atau sistem yang dikehendaki oleh bandar.
