Kontak Senjata dengan Petugas TNI, Dua Anggota Terduga OPM Tewas di Papua Barat Daya

Ilustrasi penembakan, petugas gabungan TNI kontak senjata dengan terduga OPM di Papua Barat Daya.

Ilustrasi penembakan, petugas gabungan TNI kontak senjata dengan terduga OPM di Papua Barat Daya.(Freepik: ArtPhoto_studio)

TR

By Tim Redaksi

Publish: 4 Oktober 2026 - 17:07 WIB
Share:

PAPUA, ARASVARA.ID – Dua orang diduga anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap Sorong Raya, Papua Barat Daya, tewas dalam kontak senjata dengan petugas gabungan Koops TNI Habema.

Kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (3/10/2026) di Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.

Kedua orang yang diduga anggota OPM tersebut yakni Arso Aisnak dan Yohanes Ky. Setelah kontak terjadi, personel gabungan masih melakukan pengejaran terhadap anggota kelompok lainnya yang melarikan diri dari lokasi.

Baca Juga:

Panglima TNI Tegaskan Kelompok Separatis di Papua Harus Ditumpas

Panglima Koops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto mengatakan, pergerakan kelompok bersenjata tersebut terdeteksi berdasarkan informasi lapangan dan dukungan teknologi.

Barang Bukti Disita Petugas

Dari lokasi kejadian, personel mengamankan sejumlah barang yang disebut sebagai barang bukti. Di antaranya satu pucuk senjata api revolver, 10 butir munisi, alat komunikasi HT, bendera Bintang Kejora, serta sejumlah perlengkapan lainnya.

Riyanto mengatakan operasi dilakukan dengan mengedepankan kehati-hatian dan prosedur yang berlaku.

Baca Juga:

Kontak Senjata KKB, Satgas Damai Cartenz Lumpuhkan Empat Orang di Yahukimo Papua

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh prajurit yang bertugas di lapangan. Namun demikian, kami tetap menempatkan nilai kemanusiaan sebagai pedoman utama dalam setiap langkah operasi. Setiap nyawa memiliki nilai, sehingga setiap tindakan yang dilakukan prajurit harus tetap berdasarkan aturan dan prosedur yang berlaku,” kata Riyanto dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (4/10/2026).

Saat ini, personel gabungan masih melakukan pengejaran terhadap anggota kelompok yang melarikan diri.

Riyanto juga mengajak anggota kelompok bersenjata yang masih berada di hutan dan gunung untuk menghentikan aktivitas yang mengganggu keamanan masyarakat serta memilih jalan damai.

Baca Juga:

Tembak Mati Pilot Pesawat Amerika Serikat dari PT AMA, Ini Alasan KKB TPNPB OPM!

“Masih terbuka ruang bagi saudara-saudara kita yang ingin kembali ke pangkuan NKRI. Mari bersama-sama membangun Papua melalui jalan damai, persatuan, dan kebersamaan. Masa depan Papua adalah tanggung jawab kita bersama, dan pembangunan hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat hidup dalam suasana aman dan penuh kedamaian,” ujar Riyanto.

Editor

NW

Novriadji Wibowo

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Memuat...

Berita Terupdate

Memuat berita terbaru…