Kebakaran Kawasan Gunung Ijen Meluas, Api Terpantau dari Lereng Permukiman

Ilustrasi kebakaran kawasan Gunung Ijen meluas.

Ilustrasi kebakaran kawasan Gunung Ijen meluas.(Unsplash)

RS

By Rendra Saputra

Publish: 4 September 2026 - 09:49 WIB
Share:

Arasvara.ID - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Gunung Ijen, Jawa Timur, tepatnya di wilayah Cagar Alam Merapi Ungup-Ungup. Kebakaran sendiri sudah dilaporkan sejak beberapa hari terakhir, dan kini sejumlah titik api mulai terlihat dari area permukiman di lereng Gunung Ijen.

Kepala Bidang KSDA Wilayah III Jember, Purwantono, mengatakan titik api terdeteksi sejak Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 00.00 WIB. Api terlihat cukup jelas dari kejauhan, lantaran berada di kawasan puncak yang gelap pada malam hari.

"Informasi awal titik api berada di kawasan Cagar Alam Merapi Ungup-Ungup, bagian dalam sebelah atas. Saat ini teman-teman di lapangan masih melakukan mobilisasi tim untuk mengakses lokasi dan melakukan pemadaman," ujar Purwantono saat dikonfirmasi, Jumat (4/9/2026).

Lokasi Kebakaran Ada di Kawasan Konservasi

Cagar Alam Merapi Ungup-Ungup sendiri merupakan kawasan konservasi yang ada di sekitar kompleks Gunung Ijen. Area ini punya vegetasi khas kawasan pegunungan yang pada musim kemarau dapat jadi lebih rentan trhadap kebakaran ketika kondisi tumbuhan dan serasah mengering.

Kebakaran hutan di kawasan konservasi juga sebelumnya menjadi perhatian karena dapat mengancam ekosistem dan habitat satwa

Karena titik api ada di bagian dalam kawasan, proses menuju lokasi kebakaran tentu jadi salah satu tantangan buat penanganannya. Alhasi, tim di lapangan perlu melakukan mobilisasi buat mencapai titik api sekaligus menentukan akses yang paling memungkinkan untuk pemadaman.

Hingga Jumat (4/9/2026), BKSDA mengaku masih melakukan penanganan dan pendataan. Luasan kawasan yang terbakar termasuk jumlah personel yang telah dikerahkan belum bisa dipastikan.

Sinyal Komunikasi Jadi Kendala

Sementara itu, Purwantono bilang, proses pemantauan dan koordinasi di kawasan Merapi Ungup-Ungup juga terkendala komunikasi. Minimnya jaringan sinyal di sejumlah bagian kawasan, bikin informasi soal kondisi terbaru di lapangan belum bisa diperoleh cepat.

Kondisi juga bikin pendataan mengenai luas area terdampak masih berlangsung. Petugas masih berupaya mengakses lokasi untuk mengetahui perkembangan kebakaran secara lebih detail.

Musim Kemarau Risiko Kebakaran Meningkat

Dia juga bilang, faktor cuaca dan kondisi vegetasi menjadi salah satu perhatian utama dalam penanganan kebakaran di kawasan Gunung Ijen. Apalagi memasuki musim kemarau seperti sekarang ini, di mana vegetasi dan dedaunan yang mengering dapat jadi bahan bakar yang mudah terbakar.

Risiko penyebaran api semakin tinggi kalau kondisi tersebut disertai angin kencang. Api yang awalnya berada di satu titik bisa lebih mudah menjalar ke area vegetasi kering di sekitarnya.

Page 1 of 2

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Memuat...

Berita Terupdate

Memuat berita terbaru…