Kericuhan Pasca Demo DPR RI Polisi Jaring 322 Orang, Sita Sajam dan Panah

Massa aksi demo di depan Gedung DPR RI ricuh melakukan pembakaran.

Massa aksi demo di depan Gedung DPR RI ricuh melakukan pembakaran.(Arasvara: Rosi Pratiwi)

TR

By Tim Redaksi

Publish: 28 Agustus 2026 - 21:37 WIB
Updated: 28 Agustus 2026 - 22:55 WIB
Share:

JAKARTA, ARASVARA.ID - Polda Metro Jaya mengamankan 322 orang setelah kericuhan terjadi di depan Gedung DPR dan MPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026) kemarin.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menerangkan, kericuhan tersebut terjadi setelah penyampaian pendapat berakhir.

Sebagian besar massa telah meninggalkan lokasi, tetapi kemudian muncul kelompok yang melakukan aksi anarkis.

Dari 322 orang terduga pelaku diamankan polisi, sebanyak 162 orang merupakan orang dewasa berusia 18-40 tahun ditangani Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Sedangkan 160 orang lainya masih remaja 12-19 tahun ditangani Direktorat Reserse Perempuan dan Anak serta Tindak Pidana Perdagangan Orang (Ditres PPA dan TPPO) Polda Metro Jaya.

“Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui keterlibatan dan peran masing-masing berdasarkan fakta serta alat bukti yang tersedia,” ucap Kombes Budi Hermanto.

Menurut kabid humas, Aksi demo sebelumnya berakhir aman terkendali namun disusupi kelompok rusuh yang mengganggu situasi kamtibmas. “Setelah rangkaian penyampaian aspirasi berakhir, sebagian besar massa meninggalkan lokasi, muncul sekelompok rusuh yang mengganggu situasi kamtibmas. Mencoba melakukan perusakan, aksi-aksi vandalisme, serta melakukan pelemparan kepada petugas,” tutur Budi Hermanto.

Polisi Sita Sajam, Ketapel dan Panah

Polisi menyita sejumlah barang bukti pasca kerusuhan demo di DPR dan MPR RI, Jakarta Pusat yakni golok, gunting, ketapel, asahan pisau, 19 mata panah, rantai besi, empat tongkat bambu dan PVC.

Mobil Pickup yang diduga sengaja menabrakan gerbang DPR RI sisi belakang. “Kerusakan-kerusakan yang mengikuti terkait tentang perusakan fasilitas umum milik pemerintah, milik kepolisian, termasuk pagar yang dibakar, ini juga dapat dikendalikan dan diamankan dengan baik,” ucap Budi Hermanto.

Editor

NW

Novriadji Wibowo

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Memuat...

Berita Terupdate

Memuat berita terbaru…