Kasus Bank Mandiri Blokir Rekening Botok Pati, MUI Wanti-wanti Ancaman Rush Money

Ilustrasi kasus Bank Mandiri blokir rekening Botok Pati.

Ilustrasi kasus Bank Mandiri blokir rekening Botok Pati.(Pinterest)

RS

By Rendra Saputra

Publish: 25 Agustus 2026 - 13:19 WIB
Share:

Arasvara.ID - Kasus Bank Mandiri blokir rekening aktivis Botok Pati ramai disorot publik. Tak terkecuali Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang turut mengkritik sikap Bank Mandiri ke aktivis yang hendak gelar unjuk rasa di Jakarta.

Buya Anwar Abbas, Wakil Ketua MUI menyebut sikap Bank Mandiri soal rekening Botok diblokir adalah tindakan salah prosedur.

Tak segan-segan, Anwar Abbas bahkan mengingatkan potensi rush money seperti yang terjadi pada krisis 1998. Sekadar diketahui, Rush money adalah ancaman penarikan dana secara bersama-sama.

Ketika itu, banyak orang di Tanah Air melakukan rush money karena hilangnya kepercayaan ke dunia perbankan. Akibatnya, dunia perbankan langsung kolaps usai masyarakat berduyun-duyun menarik tabungannya.

"Blokir rekening orang yang akan demo itu seperti mencegah dan menghalangi warga negara mempergunakan haknya. Ini juga merampas hak warga untuk hidup sejahtera dan bertentangan dengan amanat konstitusi," kata Buya Anwar Abbas seperti disitat laman resmi MUI, Selasa 24 Agustus 2026.

Bukan cuma itu, Anwar Abbas juga bilang, berdemo alias sampaikan pendapat di muka umum itu merupakan hak konstitusional dan melekat, apalagi dijamin penuh undang-undang yang berlaku di republik ini.

Soal kasus Bank Mandiri blokir rekening Botok Pati, Anwar Abbas juga mengatakan, sektor perbankan ialah lembaga intermediasi yang murni berdiri di atas reputasi dan kepercayaan.

Dengan adanya kasus ini, dia khawatir reputasi perbankan nasional malah jadi rusak karenanya. Dan andai masyarakat beramai-ramai melakukan rush money, dipastikan bakal sangat berbahaya sampai akan jadi pemicu krisis likuiditas dan mengancam stabilitas nasional.

​"Tindakan tersebut jelas tidak etis dan akan merusak kepercayaan masyarakat kepada bank. Bila bisnis jasa perbankan kehilangan kepercayaan publik, dampaknya bisa memantik rush dan merusak masa depan dunia perbankan serta ekonomi nasional," ujarnya.

"Saya menghimbau agar pihak pemerintah atau aparat jangan sampai melakukan pemblokiran terhadap rekening nasabah yang ingin unjuk rasa karena itu daya rusak cukup besar, " ujar dia.

Diketahui kasus Bank Mandiri blokir rekening Mas Botok Pati sebelum unjukrasa sebelumnya disebut-sebut atas permintaan Polda Metro Jaya.

Page 1 of 2

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Memuat...

Berita Terupdate

Memuat berita terbaru…